
"Oh~~ kalian berdua tidak mau untuk mengaku?" Setelah mengatakan itu Qing Lianxue mencubit pipi tembem mereka berdua dengan sedikit kejam, dan meninggalkan bekas agak merah.
"Aw~! Xiao Xue kamu kejam!"
"Kakak Xue kamu kejam"
Kata Qinglong dan Qing Lianshui pada saat bersamaan.
"Huh~~! Siapa sebenarnya yang kejam itu? Kalian berdua bahkan tidak memberitahu ku!"
Kata Qing Lianxue berpura-pura cemberut, kemudian dia juga tidak lupa melihat reaksi dari Qinglong dan Qing Lianshui.
"Kakak Xue! Itu kan namanya adalah kejutan, nanti jika diberitahu bukan lagi kejutan namanya!"
Jelas Qing Lianshui dengan sedikit kecewa dalam nada suaranya, dia sebenarnya berpura-pura kecewa, jika kakak Xue melihat nya seperti apa yang akan dia lakukan?
"Xiaoshui, kakak Xue menyukai nya, hai... bagaimana mungkin kakak Xue tidak suka kejutannya"
Kata Qing Lianxue dengan suara yang terdengar hati-hati, lembut dan juga sangat perhatian. Ini jelas merupakan ekspresi wajah dan nada suara yang sangat berbeda, pada saat Qing Lianxue berpura-pura tadi.
"Jadi jika kejutannya dari ku, kamu juga tidak akan menyukai nya, kan?"
Tanya Qinglong lagi dengan matanya juga sekilas ada kilatan kekecewaan.
Tapi sepertinya jelas di tutupi dengan ekspresi sok berpura-pura keren nya seperti biasa.
"Hehehe~~ bagaimana mungkin itu?"
Kata Qing Lianxue pada Qinglong sama juga nadanya berhati-hati, juga lembut dan sangat perhatian.
"Kamu tidak cukup tulus!"
Kata Qing Lianshui dan Qinglong dengan sedikit mengejek secara bersamaan, dan kemudian mereka berdua langsung mendengus dingin, menoleh ke arah samping, lalu seolah-olah tidak ada yang ingin melihat Qing Lianxue.
"Sudah terlambat untuk bahagia, karena kalian berdua sangat peduli padaku, Ok?"
__ADS_1
Kata Qing Lianxue dengan senyum di wajahnya, ini memang kata-kata yang jujur dari lubuk hatinya. Karena dia memang dulunya sangat kesepian, di panti asuhan tidak ada yang mau untuk bermain, atau bahkan sekedar berbicara dengan nya. Jika tidak ada ibunya yang cantik, mungkin dirinya akan menjadi anak yang tertutup dan sangat lambat secara emosional.
(Dara : Ya ampun! Qing Lianxue kamu ini memang sangat lambat secara emosional, jadi akui saja!
Qing Lianxue : tidak mungkin!
Dara : Perjalanan cinta pasangan mu penuh dengan gelombang 🥲 (sangat bersimpati)
Qing Lianxue : Apa itu cinta?
Dara : "..." Dah, lah!)
"Kalau begitu, kita harus keluar untuk belanja hari ini!"
Kata Qing Lianshui dengan senyum di wajahnya.
"Ya...ya Xiaoshui ide yang bagus!"
Kata Qinglong dengan gembira.
"Baiklah, aku memaafkan mu hari ini!" Kata Qinglong dengan sedikit angkuh dalam suaranya.
"Karena kakak Xue berbaik hati, Xiaoshui akan menerima nya dengan senang hati" kata Qing Lianshui dengan senyum manis di wajahnya.
Keduanya bertepuk tangan, seolah sukses melakukan sesuatu dan mereka berdua langsung turun dari pohon, dengan senyum yang masih tidak hilang di wajah mereka.
Qing Lianxue tiba-tiba tersadar, belanja~! Satu kata yang paling dia hindari, ini karena jika dia datang untuk belanja dengan mereka berdua, tangan dan kakinya serasa bukan miliknya lagi, mereka berdua nanti pasti menyeretnya ke berbagai toko di kota Qinglong ini. Ah~~ nasibku yang sangat malang!
Tetapi melihat mereka berdua tampak sangat senang, sepertinya dia merasakan kelelahan nya bukanlah apa-apa, jadi Qing Lianxue segera turun ke bawah pohon dan mengajak mereka berdua untuk pergi keluar dari Manor Qing.
Sepertinya Qing Lianxue nya kalah!
Sudahlah yang penting mereka berdua itu senang.
Di jalan utama kota Qinglong,
__ADS_1
"Bukankah itu Qing Lianxue?"
Seorang gadis yang melihat seorang gadis yang tampak berusia 13 tahun, memakai cadar seperti anak laki-laki dan dia langsung mengklasifikasi nya sebagai Qing Lianxue.
"Ya..! Siapa lagi di kota Qinglong ini yang memakai cadar seperti anak laki-laki!" Kata seorang perempuan dengan suara yang mengejek, ini karena di pesta perjamuan malam itu, bahkan selir nya sempat terpana pada Qing Lianxue yang berwajah jelek ini.
"Tapi lihatlah, walaupun dia sekarang memakai cadar, tapi temperamen ini bahkan mengaburkan wajah jelek itu, bukan? Tetapi apakah wajah nya itu jelek atau hanya rumor belaka?"
Tanya gadis itu dengan tidak yakin, kenapa harus menutupi wajahnya jika wajahnya tidak jelek? Naluri nya sangat yakin bahwa di balik cadar itu adalah wajah seorang gadis cantik.
"Huh! Rumor?" Katanya dengan agak mengejek dan menghina, dia berkata
"Ini benar-benar jelek! Sepupuku yang menikah dengan cabang sampingan dari keluarga Qing, mengatakan kepada ku bahwa di balik cadar itu adalah wajah seorang monster yang mengerikan!"
"Benarkah?"
Tanya gadis itu dengan tidak yakin, tapi dia tetap tidak mengalihkan pandangan nya dari Qing Lianxue, seolah-olah ingin memastikan.
Seorang gadis muda memakai baju berwarna biru, sangat cocok dengan warna kulitnya. Wajahnya yang cantik tiada taranya itu tertutup dengan cadar biru aqua agak tipis, menambahkan rasa misteri dan juga penasaran orang-orang pada saat melihat ke arahnya, juga tambahan cadar seperti bahkan membuatnya tampak lebih cantik lagi.
Juga setiap dia berjalan, ujung bajunya mengalir seperti mengikuti langkah kaki Lotus nya. Dari jauh orang-orang yang melihat, tampak seperti melihat gambaran seorang peri yang turun ke dunia fana.
Di samping kanannya, ada anak laki-laki berumur sekitar 14 tahun, memakai baju berwarna hijau yang elegan dan juga cadar hijau muda itu semakin menambah rasa misteri, ingin untuk melihat dan menjelajahi.
Tetapi mereka tidak pernah dapat untuk mengungkapkan misterinya.
Di samping kirinya, ada seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun dan pastinya mata berair dan polos itu mungkin akan terlihat sangat imut, jika cadarnya itu di lepas. Langkah kaki nya terlihat tenang dan elegan, temperamen yang tenang dan juga penampilan yang imut itu unik.
(Tetapi tidak ada jika, tidak mungkin bagi anak laki-laki yang belum menikah, untuk memperlihatkan wajahnya kepada perempuan sebelum menikah. Jika ada yang melakukan nya atau pun secara tidak sengaja, anggap saja anak laki-laki itu tidak beruntung, kecuali keluarga di belakangnya mampu mendukung. Dunia yang terbalik ini sama seperti zaman kuno, tetapi sepertinya untuk situasi anak laki-laki lebih sulit lagi di dunia terbalik ini)
Kemana pun mereka bertiga berada, mereka bertiga selalu saja akan menjadi fokus perhatian semua orang, walaupun mereka sudah mencoba meminimalkan kehadiran mereka bertiga, tetapi temperamen mereka yang berbeda seperti madu yang menarik lebah untuk melihat.
Langkah kaki mereka berhenti, lalu melihat plakat restoran [Xue Lian].
Kemudian mereka bertiga tersenyum kecil, mata mereka bertiga berkedip dengan kilatan cahaya yang tidak diketahui, kemudian mereka masuk ke dalam restoran Xue Lian.
__ADS_1