Xing Yue Continent : Goddess Of Mage

Xing Yue Continent : Goddess Of Mage
Bab 27. Gua Misterius (1)


__ADS_3

3 hari berlalu dengan cepat, tentara bayaran Hongxue berencana untuk kembali ke guild tentara bayaran, dan pergi mengambil misi untuk dapat menghindari kecurigaan dari orang lain, dari guild tentara bayaran.


Tiba-tiba tanah bergetar dengan hebat, seperti terjadinya gempa bumi dan lalu cahaya ungu terang muncul.


Cahaya ungu terang bersinar sampai ke langit, tapi itu hanya sebentar dan kemudian cahaya ungu terang itu menghilang dalam sekejap mata.


Qing Lianshui melihat ke arah kakaknya dan kemudian dia bertanya dengan nada agak bingung.


"Apa yang terjadi?"


"Lebih baik sekarang kembali ke guild tentara bayaran untuk mendapatkan berita tentang tadi"


Zi yaolei berkata dengan serius.


"Ya...Fang Liu, Jiu Mei dan Ju Yu kalian bertiga tinggal disini untuk mengawasi pelatihan mereka"


Dengan ketiganya untuk mengawasi pelatihan ke 200 orang, Qing Lianxue merasa sedikit lega.


"Baik kapten"


Walaupun mereka bertiga agak enggan tinggal disini, tapi ini adalah untuk masa depan yang lebih baik, mereka masih sangat senang dapat membantu kapten.


Mereka bertujuh lalu mulai untuk mengubah penampilan mereka, ketika menjadi tentara bayaran Hongxue kembali. Mereka menaiki warcraft wind bird Shi Liang, jadi hanya butuh 3 jam saja untuk kembali ke guild tentara bayaran.


Di guild tentara bayaran agak heboh sekarang, banyak dari mereka yang bahkan, sudah akan berangkat naik warcraft terbang.


Arahnya sepertinya menuju ke lembah jiwa, pantas saja mereka semua yang pergi kesana naik warcraft terbang. Jika menaiki kereta mungkin sampai ke lembah jiwa sekitar 1 setengah tahun atau 2 tahun lamanya, karena lembah jiwa adalah perbatasan antara daratan tengah dengan daratan Utara. Sedangkan lokasi keberangkatan adalah dari kota Wuzong, yang dekat dengan perbatasan antara daratan tengah dengan daratan selatan.


Ketika turun dari warcraft wind bird, mereka segera pergi langsung kearah petugas pengambil misi, dan ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi hari ini.


Saat sampai di sana, Qing Lianxue tidak bisa menahannya lagi, dan segera bertanya dengan ekspresi wajahnya yang penasaran.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mereka semua ke arah lembah jiwa?"


"Bagaimana mungkin kalian semua tidak tahu, getaran tadi benar-benar mengguncang daratan dan katanya ada sebuah gua misterius muncul. Kabarnya di dalam gua misterius itu ada banyak harta".


Petugas berkata dengan penuh semangat dan antusias, jika saja dia punya kekuatan, dia juga pasti akan bergabung dengan tentara bayaran lainnya, untuk mendapatkan harta karun itu.


"Oh...kami mengerti terimakasih"


Setelah mengatakan itu, Qing Lianxue melihat anggota tentara bayarannya dan mereka pun segera keluar dari guild tentara bayaran, lalu kemudian mulai untuk berdiskusi.

__ADS_1


"Bagaimana menurut kalian semua?"


Qing Lianxue sebenarnya juga ingin pergi untuk melihat dan mengalami.


Juga dia berharap untuk bisa melihat harta Karun, tetapi tidak bermaksud untuk mendapatkan. Karena Qing Lianxue tahu, untuk mendapat harta, perlu keberuntungan dan juga harga yang harus dibayar untuk mendapatkan harta itu sangatlah tinggi, karena bisa saja itu adalah kehidupan kita sendiri.


"Aku penasaran seperti apa bentuk gua misterius itu?"


Hei Ling sangat antusias, dia belum pernah ikut dalam perburuan harta seperti ini.


"Aku tidak optimis, untuk bisa mendapatkan harta dalam gua itu"


Kata Ji Hua dengan suara yang agak pelan.


"Tidak ada yang tahu kita bisa mendapatkan harta itu atau tidak, yang penting momen kesenangan ini kita harus ikut bukan" Shi Liang memang selalu menjadi perempuan yang optimis.


"Tentu saja aku ingin pergi"


Sepertinya ini menjadi perburuan harta yang seru, Qing Lianshui semakin menantikan hal ini.


"Lianxue ayo pergi"


Gua misterius? Zi yaolei berpikir mungkin saja ada salah satu dari hewan mistis, tapi... sudahlah.


Kota Qilin


Setengah bulan kemudian, tim tentara bayaran Hongxue, segera pergi untuk memutuskan istirahat di kota Qilin.


Dalam setengah bulan ini mereka hanya beristirahat 3 kali saja, juga termasuk di kota Qilin ini.


"Xioer kami memesan 7 kamar"


Setelah Shi Liang selesai memesan kamar dia ingin menanyakan harganya kepada xioer, tapi disela oleh Qing Lianshui.


"Ekhm... xioer 6 kamar saja"


Suara Qing Lianshui agak pelan dan dia juga berkata dengan kepala yang menunduk, tapi semua orang di dekat nya dapat mendengarkan.


"Batuk!.. xioer tolong 5 kamar"


Dia juga ingin satu kamar dengan Lianxue. Zi yaolei sudah hampir setengah bulan ini tidak bisa bersama Lianxue, tentu saja dia harus memanfaatkan kesempatan ini.

__ADS_1


Xioer sekarang bingung dengan jumlah kamar yang dipesan, jadi xioer bertanya dengan agak takut. Didepannya adalah tentara bayaran bintang 3, tentu saja tidak bisa dianggap remeh di kota Qilin ini. Jadi xioer berkata dengan nada sedih.


"Nona dan tuan...jadi total berapa kamar semuanya..tolong.."


Sederet garis-garis hitam muncul di dahinya, Qing Lianxue hanya bisa menghela nafas tak berdaya dengan kenaifan keduanya. Jadi kali ini dia tidak membantah, biarkan saja.


"Xioer tolong 5 kamar dan siapkan air panas untuk kami mandi"


Kemudian setelah Qing Lianxue selesai membayar, xioer mengeluarkan kunci dan berkata.


"...nona..ini kuncinya"


"Akhirnya bisa berendam"


Ji Hua berkata dengan semangat.


Setelah ketujuh anggota tentara bayaran Hongxue pergi, mereka semua tidak tahu, ternyata ada yang mengawasi pergerakan mereka.


"Apakah itu benar mereka?"


Suara perempuan itu masih halus dan lembut, tapi orang yang mendengar akan merasa takut tak jelas.


"Saudari Jia Dai itu mereka! Tidak salah lagi, aku ingin mereka semua hancur berkeping-keping"


Jia Lu menggertakkan giginya dan matanya dipenuhi kebencian dan dendam yang mendalam.


"Tentu saja akan ku pastikan mereka akan menderita hidup tidak lebih baik dari Kematian, di lembah jiwa"


Jia Dai mengatakan masih dengan senyum lembut di wajahnya. Seolah yang dia katakan hanya hal sepele yang tidak perlu diperhatikan.


"Tidak! Itu terlalu lama, terlalu murah bagi mereka untuk terus hidup"


Ini tidak seperti yang Jia Lu inginkan, dia hanya ingin melihat sendiri mereka semua tersiksa dan bersujud memohon untuk melepaskan mereka. Terutama kapten mereka, Jia Lu ingin Lianxue kehilangan harga dirinya.


"Bukankah lebih baik mereka menjadi makanan bagi warcraft, setidaknya daging mereka masih berguna, bukan!"


Jia Dai masih tidak mengubah ekspresi wajahnya saat mengatakan hal-hal mengerikan seperti itu.


"Baiklah! Saudari Dai adalah yang terbaik, lakukan saja sesuai rencana yang telah disusun oleh saudari Dai"


Ide kakak memang terlalu brilian. Jia Lu selalu sangat menghormati kakak pertamanya ini, walaupun kakaknya adalah anak dari selir kekuatannya adalah yang terkuat, bahkan hampir melampaui ibunya.

__ADS_1


Biar pun Jia Lu dan Jia Lin sebagai anak suami utama agak iri dengan Jia Dai yang sebagai anak selir akan dinobatkan sebagai pemimpin keluarga berikutnya, Jia Lu bahkan takut untuk membantah. Karena mereka bisa melakukan segala perbuatan buruk tanpa diketahui oleh ibu, terutama ada nama kakaknya dibelakang mereka. Jadi bisa dikatakan keduanya sangat bergantung pada Jia Dai.


__ADS_2