
"Huh~!" Qing Lianxue mendengus dan memalingkan wajahnya.
"Xiao Xue, benar kami hanya sedang bercanda saja" kata Qinglong dengan senyum meyakinkan di wajahnya.
"Ayo turun" kata Zi Yaolei sambil memegang tangan Qing Lianxue.
Walaupun Qing Lianxue tidak ingin berbicara, akan tetapi dia tidak menolak atau melepaskan tangan Zi Yaolei yang baru saja memegangnya.
Qing Lianxue turun dari gerbong kereta, diikuti oleh Zi Yaolei, Qinglong dan Qing Lianshui.
Begitu mereka berempat turun dari gerbong kereta kuda, sudah banyak orang yang berkumpul untuk bisa melihat Qing Lianxue, dan ada juga beberapa orang yang ingin melihat sendiri atau mengkonfirmasikan bahwa Qing Lianxue adalah seorang wanita yang lebih cantik dari pada laki-laki di benua Xing Yue ini.
Semua orang yang melihat ke arah Qing Lianxue terdiam, dan hanya ada ekspresi kosong di wajah mereka. Dan orang yang kedua kalinya melihat Qing Lianxue sendiri di hari keempat pertandingan Wuyi tahap kedua pun sampai saat ini masih tertegun untuk sementara waktu, mata mereka yang melihat ke arah Qing Lianxue tanpa berkedip sekali pun. Apalagi untuk beberapa orang yang baru melihat wajah Qing Lianxue untuk pertama kalinya, mata mereka menatap ke arah Qing Lianxue penuh obsesif.
Mereka melihat ke arah Qing Lianxue dengan rakus, seolah-olah tidak cukup untuk melihat hanya sekali saja, lihatlah lebih banyak, agar ikut banyak tersimpan dalam memori.
Qing Lianxue merasa sangat tidak nyaman saat ini, karena di tatap oleh semua dengan berbagai jenis tatapan yang membuat Qing Lianxue pusing hingga tatapan mata yang membuat dirinya merinding dalam hatinya.
Bukan hanya Qing Lianxue, tiga orang di belakang Qing Lianxue pun tampak lebih tidak nyaman dari pada Qing Lianxue, wajah mereka bertiga tampak lebih gelap, mata mereka melihat ke semua orang seperti mata pisau, seolah-olah ingin menebas mereka satu persatu hingga menjadi beberapa bagian sekarang.
"Xiao Xue ayo pergi sekarang, atau kamu masih ingin mengangumi sesuatu di sini" kata Qinglong dengan suara yang datar, tetapi ada ancaman dalam kata-katanya.
"Ayo pergi sekarang!" Kata Qing Lianxue dengan suara yang terdengar kewalahan, dia entah kenapa merasa seperti monyet yang sedang ditonton dan di awasi oleh banyak orang, dia merasa sangat tidak nyaman dalam hatinya, jadi lebih cepat pergi dari sini tentu saja lebih baik.
Segera setelah Qing Lianxue pergi, kerumunan orang-orang yang ingin melihat Qing Lianxue pun menjadi bubar, dan pergi melakukan urusan mereka masing-masing.
__ADS_1
"Sayang sekali, wajah kecantikan yang tiada taranya seperti itu jatuh ke wajah perempuan" kata salah seorang wanita dengan ekspresi penuh penyesalan di wajahnya.
"Jika saja itu adalah wajah laki-laki, mungkin wanita muda di seluruh benua Xing Yue ini akan menjadi gila, dan segera pergi mengirim mak comblang untuk melamar!" Kata salah seorang wanita yang memakai baju merah, dengan ekspresi penuh penyesalan yang sama di wajahnya.
Seorang wanita yang memakai baju berwarna biru langit di sebelahnya segera menanggapi "Iya kamu benar".
Seorang wanita yang memakai baju berwarna hitam, melihat ke arah punggung Qing Lianxue yang hampir menghilang dari kerumunan orang, berkata dengan suara acuh tak acuh.
"Tidak tahu apakah wajah yang cantik itu adalah berkah atau kemalangan"
Dan dalam kerumunan orang-orang itu, ada seorang wanita yang cantik berpakaian putih, melihat ke arah Qing Lianxue dengan mata penuh kebencian yang mendalam, mata nya itu seperti ular beludak, seolah-olah dapat menghancurkan Qing Lianxue menjadi berkeping-keping melalui matanya yang tajam.
Lalu mata itu tertuju pada laki-laki yang berbaju hijau di sampingnya Qing Lianxue, dengan mata penuh nostalgia dan kasih sayang yang tidak pernah di sembunyikan.
Mata itu dengan rakus melihat ke arah Qinglong dengan rakus, ketika punggung Qinglong menghilang dari kerumunan, ekspresi wajahnya pada saat ini penuh dengan keengganan.
Lalu ekspresi wajahnya melembut, melihat ke kejauhan dan berkata dengan nada penuh dengan kasih sayang "Tunggu aku! Xiao Longlong aku pasti akan segera menyelamatkan mu dari sangkarnya Qing Lianxue, dan memberimu satu-satunya posisi sebagai Zhenghu, seumur hidup mu"
"Hachich...!!" Qinglong yang baru saja duduk, tiba-tiba saja bersin.
"Apakah naga juga jatuh sakit..?" Tanya Qing Lianshui dengan sedikit mencibir, tetapi ada juga sedikit kekhawatiran dalam nada suaranya.
"Huh~! Siapa yang sakit!" Kata Qinglong dengan cibiran di wajahnya.
Qinglong kemudian tersenyum dan berkata "Pasti ada seseorang yang sedang merindukan dewa ini!" Lalu dia segera melihat ke arah nya Qing Lianxue, melanjutkan dan berkata kepada Qing Lianxue dengan senyum lembut di wajahnya "Xiao Xue, kamu pasti sedang merindukan dewa, kan?"
__ADS_1
Setelah menanyakan hal itu kepada Qing Lianxue, bahkan sebelum Qing Lianxue menjawab, Qinglong segera menarik Qing Lianxue ke dalam pelukannya yang murah hati.
Qing Lianxue yang sedang terfokus menonton pertarungan, tiba-tiba dia ditarik oleh Qinglong dan kepalanya bersandar di dadanya, Qing Lianxue kemudian mendongak, lalu dia segera menyentil dahinya Qinglong sambil berkata "Hantu merindukan mu!"
"Oh~ jadi Xiao Xue tidak pernah merindukan ku sama sekali...?" Tanya Qinglong dengan ekspresi sedih di wajahnya, kilau di mata Qinglong pun meredup dan bulu matanya yang panjang terkulai, juga ada kilatan licik yang tersembunyi dengan baik di balik redupnya pupil hijau itu.
"Si...si... siapa yang mengatakan aku tidak merindukan mu?" Tanya Qing Lianxue dengan sedikit tergagap di awal, dan berkata dengan nada suara yang membantah, tetapi jelas dia tidak percaya diri ketika dia tadi menanyakan pertanyaan itu.
"Tadi kamu mengatakan nya!" Kata Qinglong dengan ekspresi marah dan dirugikan yang terlihat jelas di wajah nya sekarang.
"Iya...iya aku yang mengatakan nya" kata Qing Lianxue dengan ekspresi tidak berdaya di wajahnya. Qing Lianxue sengaja mengatakan itu agar meredakan emosi marah Qinglong.
"Jadi kamu tidak merindukan ku sama sekali, jika aku pergi!" Kata Qinglong sekali lagi, dengan nada suara yang terdengar sangat marah.
Benar saja! Laki-laki di dunia yang terbalik ini sangat emosional dan hatinya seperti jarum di dasar laut! Suasana hatinya itu selalu saja berubah-ubah!
Memikirkan hal ini, Qing Lianxue menjadi tidak berdaya!
"Aku merindukan mu, Ok~~" Bisik Qing Lianxue di telinga nya Qinglong dan hanya Qinglong saja yang bisa mendengar, apa yang dikatakan oleh Qing Lianxue tentu saja.
"O... Ok~" kata Qinglong dengan sedikit linglung dan tergagap, juga akar telinga nya pun memerah.
Setelah mengatakan itu, Qinglong pun tidak lupa memperlihatkan ibu jari nya pada Qing Lianshui dan Zi Yaolei, yang berarti bahwa dia berhasil.
Qing Lianshui dan Zi Yaolei pun mulai mengutuk Qinglong, sebagai naga yang licik dalam hati mereka berdua.
__ADS_1
Sebenarnya orang yang sering memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, yaitu adalah Qinglong!