
"Nona Xue, kami keluarga Jia tidak pernah menyinggung anda. Saya merasa ini adalah kesalahpahaman"
Walaupun suaranya keras tapi tampak agak bergetar dan penuh dengan ketakutan.
"Tidak menyinggung? Berani sekali kalian mengajari dewa ini. Tidak pernah ada kata kesalahpahaman saat nona Xue melakukan sesuatu"
Ingin bermain pintar, kalian bisa mencobanya.
"Nona Xue, tolong kehidupan kecil kami.." bahkan dia sebagai patriak selama 20 tahun lebih dalam hidupnya, tidak pernah semalu ini untuk bersujud dan memohon. Bahkan gadis kecil seperti nona Xue.
Jia Dai yang melihat dari kejauhan sangat marah, tapi dia tidak bisa bergerak bahkan bersuara.
Kapan ibunya menjadi tampilan lemah dan memohon seperti ini.
"Terlambat..."
Api yang sedang menari di tangannya saat ini adalah api Ziyan Skyfire.
Dengan lambaian tangannya, api ungu menjadi seperti ular dan langsung membakar semua yang ada di depannya, termasuk patriak dan lainnya.
Malam ini keluarga Jia, hanya akan meninggalkan nama saja. Rumah yang tadinya megah, kini sudah diratakan dengan tanah dan dibakar menjadi abu, bahkan tidak ada satu pun mayat yang tersisa.
Membayangkan bagaimana dia putus asa dan seluruh tubuhnya terbakar dengan api Jia Dai sebelumnya.
Mata Qing Lianxue berkedip dengan cahaya pembunuhan.
"Terlalu murah untuk mereka"
Setelah menghancurkan keluarga Jia, Qing Lianxue menghilang, lalu muncul tiba-tiba di depan mereka.
"Kalian pesan kamar dulu, aku menyusul nanti"
"Baik kapten"
Kemudian mereka menjawab secara bersamaan.
"Kakak Xue, aku ikut denganmu"
Qing Lianshui melihat kakaknya dengan tampilan sedih, jika tidak membawanya dia akan menangis.
"Baiklah.... naik"
Kemudian dia mengambil tubuh Jia Dai, ke alun-alun kota Qilin.
"Jia Dai kamu tahu kan nasib orang yang menantang ku"
Qing Lianxue masih menggoda Jia Dai yang sudah gemetar di seluruh tubuhnya.
Pita suara Jia Dai sudah rusak, jadi dia tidak bisa mengeluarkan suara.
Dia menyesal! Sangat menyesal, untuk menantang iblis kecil ini.
Jika waktu bisa diulang, dia hanya akan berputar begitu melihatnya.
__ADS_1
Di mata Jia Dai hanya terlihat ekspresi putus asa, Qing Lianxue sangat menikmatinya saat ini.
Lalu dia memasukkan pil ke dalam mulut Jia Dai dan menggantungnya di alun-alun kota Qilin.
Dengan pil ini Jia Dai akan menderita sakit yang luar biasa, hingga pagi hari dia akan menemui akhirnya.
"Kakak Xue, ayo ke penginapan. Aku sudah mengantuk"
Qing Lianshui benar-benar kelelahan hari ini, karena mereka belum beristirahat dalam minggu ini.
Jadi dia memeluk pinggang Qing Lianxue dari belakang, kepalanya bersandar di punggung Qing Lianxue dan mata Qing Lianshui yang lelah perlahan menutup.
Tidak mendengar suara dari adiknya lagi, berarti dia sudah tertidur.
"Yaolei...ayo ke penginapan"
Dia sebenarnya tidak tega, tapi dia tidak bisa masuk ke penginapan seperti ini, "xioshui...bangun dulu"
"Em..ya aku bangun"
Mata Qing Lianshui masih menutup, walaupun dia mengatakan bahwa dia sudah bangun.
Penginapan
"Terlalu lelah......!
sangat nyaman untuk tidur"
Kemudian tatapannya menyapu Zi yaolei dan Qing Lianshui yang sudah tertidur pulas, tidak biasanya Zi yaolei tidur lebih cepat darinya.
Sambil memikirkan sesuatu Qing Lianxue akhirnya tertidur.
Ketika terbangun, Qing Lianxue terkejut melihat adiknya menatapnya tanpa berkedip. Dia melihat ada sesuatu emosi yang aneh dan tidak dia pahami dalam mata adiknya,
Qing Lianxue tidak tahu apa emosi itu, jadi tentu saja dia agak terkejut.
Tatapan Qing Lianshui kemudian menjadi agak canggung, lalu segera mata Qing Lianshui kembali jernih dan cemerlang seperti biasanya.
Dia kembali bertingkah seperti dulu saat mereka bersama, seolah-olah tidak ada yang terjadi barusan. Dia segera tersenyum dan matanya juga dipenuhi kasih sayang seperti kepada seorang saudarinya. Qing Lianshui kemudian bertanya dengan lembut
"Kakak Xue... bangun, apakah ada yang tidak nyaman?"
Sepertinya ada yang salah!, tapi saat ini Qing Lianxue bingung, tidak tahu memangnya apa yang salah, jadi dia segera mengabaikan pemikirannya.
Qing Lianxue menjawab dengan senyum di wajahnya dan bertanya
"Tidak ada, apakah kamu ingin jalan-jalan di kota Qilin ini?"
"Tidak"
Bukan Qing Lianshui yang menjawab tapi Zi yaolei. Dan dari kata-katanya, jika diperhatikan dapat ditemukan rasa asam dan cemburu yang kuat.
"Kita akan pulang hari ini! Tidak perlu jalan-jalan di kota Qilin ini".
__ADS_1
Apakah Lianxue ingin bertemu tunangannya? Tidak! Aku tidak akan membiarkan mereka bertemu.
Tangan Zi yaolei bahkan mulai sedikit lebih erat menggenggam tangan Qing Lianxue dan udara dipenuhi di dalam ruangan dipenuhi rasa asam.
"Kakak Xue, aku juga tidak mau"
Qing Lianshui berkata dengan suara yang agak keras.
Bercanda! Bagaimana jika nanti kakak Xue bertemu dengan mantan tunangannya?, Walaupun kakaknya mengatakan dia sudah melupakan, bahkan membencinya. Qing Lianshui jelas tidak mempercayai, karena mereka belum pernah bertemu setelah percobaan pembunuhan itu.
Qing Lianshui hanya takut kakaknya berhasil kembali dibujuk dan akhirnya hanya sakit hati yang akan didapatkan oleh kakaknya Xue.
Dengan tambahan rasa asam dari Qing Lianshui, rasa asam dan cemburu di ruangan ini semakin berat. Bahkan yang lambat seperti Qing Lianxue agak menyadarinya.
Tapi bukan seperti yang kalian duga.
Pikiran Qing Lianxue :
apakah mereka berdua masih marah padaku?, atas tindakan yang hampir menghilangkan nyawaku sendiri di gua misterius waktu itu.
( Nantinya protagonis pria harus banyak bersabar, dan punya kesabaran ekstra dalam menghadapi nona Xue, yang memang sangat lambat dalam hal cinta )
"Tok..tok...tok.."
Suara ketukan pintu terdengar.
"Aku akan membuka pintu"
Zi yaolei melepaskan genggaman tangannya dan pergi ke depan untuk membuka pintu.
"Kapten..."
Melihat kaptennya dan chief Qing masih berpelukan di tempat tidur dengan baju yang agak berantakan, Shi Liang tidak bisa membantu tetapi tersipu, kemudian tatapannya juga melihat baju chief Zi yang juga sama berantakannya.
"Batuk...! Kapten, chief Zi dan chief Qing kami menunggu di bawah, sarapan juga sudah disiapkan"
Setelah itu dia pergi dengan tatapan yang jelas terlihat ambigu pada ketiganya.
Saat ini suasana hati Zi yaolei sedikit membaik melihat tatapan ambigu dari Shi Liang.
Beberapa saat kemudian, ketiganya turun dan kelima anggota tentara bayaran Hongxue, melayangkan tatapan ambigu pada kaptennya.
Tapi siapa Qing Lianxue? Dia adalah wanita yang tidak pernah mengalami cinta dalam kehidupan sebelumnya.
Jadi pandangan ambigu mereka, hanya pandangan yang aneh menurut Qing Lianxue.
Beberapa pandangan aneh tidak akan menyakitinya dan membuat dirinya kehilangan sepotong daging, jadinya Qing Lianxue memilih mengabaikan.
Dia terus duduk dan memakan sarapannya dengan tenang, tapi kedua anak laki-laki disampingnya hanya bisa menghela nafas panjang.
Sepertinya jalan cintanya akan sangat bergelombang.
Sementara itu Shi Liang, Hei Ling, Ji Hua dan Fei Chen, hanya bisa pasrah dan kemudian mereka berempat melihat kearah Chief Qing dan juga Chief Zi dengan pandangan dan tatapan penuh simpati.
__ADS_1