
Tetua ke tujuh, tetua ke empat, tetua ke enam Keqing Li, Keqing Yi dan Keqing Liu, mereka berenam sudah dihukum dengan siksaan yang berat, sesuai dengan hukum keluarga Qing.
Tentu saja Qing Wan tidak lupa untuk memberikan pil penghancur tulang, yang di berikan oleh Qing Lianxue kepada keenam orang yang sudah memberontak terhadap keluarga Qing, dan merugikan keluarga Qing.
Kemudian ke-enam orang itu dan Qing Lianyi yang setengah hidup dan mati, di lemparkan ke sarang serigala dan dibiarkan berjuang hidup dan mati sendiri di sana. Juga anggota keluarga dari ke-enam orang itu, dikeluarkan dari keluarga Qing dan juga catatan silsilah keturunan dari mereka, dihapuskan di aula leluhur.
Artinya mereka semua bukanlah dari anggota keluarga Qing lagi, juga tidak lupa menghapus semua kekuatan sihir nya, kemudian mengasingkan mereka ke kota perbatasan, agar mereka mendapatkan pelajaran nya dan berpikir jernih kembali untuk tidak membuat rencana yang tidak realistis lainnya. Jika tidak....
Setelah Qing Lianxue mengetahui tentang berita ini, Qing Lianxue hanya tersenyum kecil dan dia juga menambahkan dalam hatinya bahwa pantas! Untuk orang yang jahat pada orang lain, pasti akan mendapatkan karmanya dan karma is real, jadi siapapun yang berbuat jahat pasti akan ada balasan nya. Mungkin saja balasan nya bisa puluhan kali lebih berat, dari pada yang kita sangka.
Qing Lianyi pun tidak pernah menyangka pada akhirnya anak kecil yang sudah di bunuh olehnya ternyata tidak mati, tetapi anak kecil itu yang malah sudah menggagalkan rencana yang sudah disusun selama bertahun-tahun lamanya, dan juga orang yang balik membunuh Qing Lianyi pada akhirnya.
Siapapun tidak akan pernah bisa menyangka bahwa rencana beracun semacam itu, berasal dari seorang anak yang berumur 8 tahun. Pada waktu pikiran Qing Lianyi adalah dengan menjadi seorang patriak, dia dapat melakukan apapun dan juga mendapatkan apapun yang dia inginkan dalam dunia ini, jadinya di mulailah rencana itu. Tidak tahu bagaimana caranya dalam dua tahun berikutnya, Qing Lianyi itu dapat meyakinkan nenek dan ibunya untuk mendukung nya naik ke posisi atas, posisi patriak keluarga Qing, yang selalu di impikan oleh Qing Lianyi.
Hari pun berlalu dengan cepat.....
Sehari sebelum pesta pengangkatan Qing Lianxue, menjadi nona muda dari keluarga Qing.
Di rumah keluarga Qi, kota Qilin.
Beberapa orang anggota keluarga Qi berkumpul di depan Mansion, ada beberapa gerbong kereta semuanya dengan karakter bahagia dan semua kain di kereta berwarna merah.
Qi Jiajun dari awal memang sudah dikenal sebagai laki-laki yang cantik, apalagi Qi Jiajun memakai baju warna merah, membuat nya terlihat semakin mempesona. Di umurnya yang sudah berusia lima belas tahun, kecantikan dan pesona nya sudah terpancar sepenuhnya.
Ada senyum bahagia di wajahnya, tetapi ada kesedihan di matanya karena ia harus berpisah dengan keluarga nya dan kedepannya dia sudah menjadi bagian dari keluarga Lu, bukan lagi keluarga Qi. Tetapi ada banyak kesedihan di mata Qi Jiajun, dan sepertinya itu hanya salah satu.
__ADS_1
Setelah berpelukan dengan ayahnya dan juga ibunya, Qi Jiajun masuk ke dalam gerbong kereta.
Di dalam perjalanan menuju ke arah kota Qinglong, Qi Jiajun melihat ada gerbong kereta dari keluarga Qing dan tepat berjalan menuju ke arah rumahnya. Dia sangat terkejut, apa yang sebenarnya terjadi? Ini adalah sehari sebelum dia menikah dengan keluarga Lu, apakah keluarga Qing ingin membuat masalah besok di hari pernikahan nya dengan Lu Jiangxue?
Tetapi walaupun Qi Jiajun khawatir, sekarang Qi Jiajun tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya bisa menunggu untuk sampai ke rumah keluarga Lu, untuk berbicara dengan Lu Jiangxue.
Kedua tangannya terkepal erat, dia sangat khawatir sekarang, ya ampun! Apa yang harus di lakukan?
Sementara itu, kereta keluarga Qing sudah terparkir di depan Mansion keluarga Qi. Seorang wanita yang tampak heroik, keluar dari kereta dan ditangannya ada sebuah undangan.
Pramugara rumah tangga keluarga Qi menyambut perempuan heroik itu dengan ramah, keduanya berbicara beberapa patah kata dan perempuan heroik itu meninggalkan undangan itu di tangan pramugara rumah tangga, dan berpesan untuk di berikan kepada patriak keluarga Qi.
Pramugara rumah tangga pun dengan cepat menyerahkan undangan itu ke patriak keluarga Qi, karena mengira kartu undangan yang di berikan oleh keluarga Qing mungkin penting.
Melihat kartu undangan di tangan nya, patriak keluarga Qi mempunyai emosi yang rumit di matanya. Lalu dia mulai membuka kartu undangan itu, kemudian membacanya.
"Ibu...ada apa?"
Qi Rong bertanya pada patriak di sampingnya, kenapa bereaksi sangat terkejut seperti itu, hanya karena kartu undangan dari keluarga Qing, seperti melihat mayat hidup kembali!
"Qing Lianxue...."
Kata patriak keluarga Qi dengan emosi rumit di matanya, tidak pernah menyangka bahwa gadis itu.....
"Apa? Qing Lianxue?"
__ADS_1
Kata Qi Rong dengan terkejut, jika ibunya tidak mengatakan nama ini, mungkin dia sudah melupakannya.
Qing Lianxue cucu dari patriak keluarga Qing, sudah mati tiga tahun yang lalu dan juga Jun'er anaknya akan menikah dengan Lu Jiangxue, yang sebentar lagi akan menjadi orang penting di guild cahaya. Di matanya ada kebanggaan yang belum pernah ada sebelumnya, tentu saja dia sangat senang menantu yang berhubungan dengan guild cahaya.
Patriak keluarga Qi tersadar dari linglung nya, mendengar teriakan dari Qi Rong, putri bungsunya.
"Qing Lianxue ini masih hidup!"
Kata patriak keluarga Qi dengan suara yang terdengar gemetar, saking shock nya dengan apa yang di baca olehnya di kartu undangan.
"Qing Lianxue ini masih hidup! Lalu memangnya kenapa? Jun'er besok sudah menikah dengan Lu Jiangxue! Apakah patriak keluarga Qing itu ingin menghancurkan pernikahan Jun'er ku dengan Lu Jiangxue? Ini tidak bisa dibiarkan sama sekali!"
Kata Qi Rong dengan sangat marah, sampai-sampai menampar meja dengan tangan kanan nya. Qing Lianxue itu hanyalah sampah yang sangat lengkap! Jadi kenapa patriak keluarga Qing sangat peduli dengan Qing Lianxue, yang idiot dan sangat tidak berguna sama sekali. Qi Rong sangat tidak habis pikir!
"Bukan itu!"
Kata patriak keluarga Qi dengan suara yang dingin.
Qi Rong segera menutup mulutnya, lalu dia kembali bertanya kepada Patriak keluarga Qi, dengan sedikit takut-takut dalam suara nya
"Lalu apa?"
"Kamu baca saja sendiri!"
Kata patriak keluarga Qi dengan marah, apakah keputusan yang dibuat olehnya saat itu salah? Tapi guild cahaya, pamornya lebih besar dibandingkan dengan keluarga Qing.
__ADS_1
Lagi pula Qing Lianxue bukanlah seorang patriak, hati patriak keluarga Qi menjadi lebih baik, ketika dia memikirkan hal ini. Ada sedikit senyum tipis di wajah patriak.