
Matahari mulai terbit dari timur, cahayanya perlahan mulai menyinari dan menghangatkan dunia.
Di lembah jiwa lapisan keenam ini banyak sekali tim tentara bayaran, guild cahaya ataupun orang-orang dari lima keluarga besar yang baru saja datang.
Ada juga beberapa tentara bayaran dan juga orang dari guild cahaya ataupun dari lima keluarga besar yang sedang membongkar tenda mereka dan sedang bersiap untuk kembali pulang.
Kali ini tim tentara bayaran Hongxue tampil dalam penampilan yang sangat biasa dan tidak terlalu mencolok.
Agar tidak menarik terlalu banyak perhatian tim tentara bayaran dan orang-orang yang lainnya, tentunya.
Pada saat Qing Lianxue sedang bersiap untuk pergi pagi ini, keenam lainnya berkata untuk membuat pesta barbeque di lembah jiwa ini.
Tentu saja sebenarnya dia merasa ini adalah ide yang sangat bagus, jadi Qing Lianxue hanya merasa pasrah dengan bujukan mereka, tapi dalam hatinya dia juga merasa senang memasak makanan untuk mereka. Sebenarnya siapa di tentara bayaran Hongxue ini yang menjadi kaptennya? Qing Lianxue kali ini benar-benar dikalahkan.
Mereka mulai membagi tugas mulai dari berburu, membersihkan dan memotong dagingnya, dan memasak daging barbeque tentu saja jatuh kepada sang kapten, Qing Lianxue.
Kenyang setelah memakan barbeque, mereka seperti orang yang penuh dengan kekuatan dan semangat.
Kemudian saat menjelang siang hari, Shi Liang segera memanggil warcraft Wind Bird nya, lalu mereka bertujuh naik dengan senang hati, lalu pergi menuju ke arah kota Qilin.
Kota Qilin
2 minggu kemudian, tentara bayaran Hongxue sampai ke kota Qilin.
Di malam hari pemandangan kota Qilin tampak lebih indah, terutama lentera-lentera yang menyinari malam seluruh kota Qilin.
Qing Lianxue lalu menyuruh mereka semua untuk turun di area hutan.
"Baiklah sekarang aku akan memberi tahu kalian kejutan, yang membuat kalian sangat penasaran selama 2 minggu ini"
Setelah mengatakan itu, kemudian Qing Lianxue menghilang tanpa jejak, dari hadapan mereka semua.
"Kapten jangan bercanda"
"Kapten!!"
Panggilan memilukan dan putus asa datang dari luar ruang chaos bead.
Di dalam ruang chaos bead, Qing Lianxue tertawa terbahak-bahak sambil mengganti bajunya menjadi nona Xue. Dia ingin melihat seperti apa ekspresi di wajah mereka, saat mereka semua mengetahui bahwa kapten mereka adalah nona Xue.
Setelah muncul lagi didepan mereka yang terlihat adalah ekspresi wajah yang tadinya sedih, kini menjadi takjub dan ketakutan.
"Nona Xue"
__ADS_1
Shi Liang berteriak dengan takjub sekaligus ngeri. Kapan dia pernah memprovokasi metamorfosis sesat yang ada didepannya saat ini?.
"Dimana kaptennya?"
Ji Hua bertanya dengan suara yang sangat dingin dan penuh amarah, biasanya dia adalah orang yang sederhana. Melihat kaptennya hilang oleh orang di depannya tentu saja dia marah.
"Ji Hua ini aku"
Setelah itu Qing Lianxue membuka topeng hitam bergaris merah nya, dan tampaklah wajah gadis kecil berumur sebelas tahun yang nampak lugu dan imut.
"Kapten....kamu.."
Ji Hua dan Fei Chen berkata bersamaan dengan tergagap.
Hei Ling tidak mengatakan apapun, tapi keterkejutan di matanya tidak bisa di abaikan.
Sementara itu Qing Lianshui hanya bersikap biasa saja, karena dari awal dia tahu kakaknya adalah nona Xue.
Dengan lambaian tangannya, seorang perempuan dengan badan hangus terlempar ke depan mereka.
"Nona tertua Jia Dai, bukankah sangat baik untuk melihat kehancuran keluarga Jia..hm..."
"Nona Jia? Memang pantas dia di reduksi menjadi seperti ini"
"Yaolei saatnya mencabut rumput tanpa meninggalkan akarnya"
Kata Qing Lianxue dengan senyum haus darah di wajahnya, aura suram dan pembunuhan tebal keluar.
Tubuh Zi yaolei segera ditutupi oleh sinar ungu terang, kemudian tiba-tiba muncullah burung Zi Dapeng yang legendaris di hadapan anggota tim tentara bayaran Hongxue.
"Chief Zi? Aku terlalu banyak mendapatkan kejutan malam ini"
Shi Liang menepuk dadanya untuk menenangkan suasana hatinya.
Matanya hanya menunjukkan emosi terkejut, di matanya memang tidak ada keserakahan.
"Kapten jika kamu mengatakan kamu adalah anak langsung dari 5 keluarga besar daratan tengah, aku pasti akan percaya padamu sekarang"
Ji Hua berkata dengan tampilan polos dan sederhana biasanya, tapi dia tidak tahu kata-katanya benar-benar menjadi kenyataan di masa depan.
Zi yaolei dan Qing Lianxue kemudian segera terbang ke rumah keluarga Jia, sedangkan anggota tim yang lainnya disuruh oleh Qing Lianxue untuk menonton pertunjukan.
Keluarga Jia
__ADS_1
"Istri...sudah hampir 2 bulan, kenapa anak-anak belum juga pulang"
Jio Ling mengeluh dengan mata sedikit memerah.
"Ya..istri sudah 2 bulan, seharusnya dengan bantuan 10 orang dengan kekuatan Arch Mage, tentara bayaran yang menyakiti kedua putri kita sudah dibunuh dengan mengenaskan"
Xi Linyu juga khawatir sekarang, kedua putrinya selalu saja tidak pernah berhenti membuat masalah.
Jia Ning melihat suami dan selir kesayangannya, mengeluh seperti ini dia mulai merasa lunak.
"Baiklah besok aku akan mengirim 10 orang dengan kekuatan Arch Mage ke lembah jiwa untuk melihat"
Jio Ling dan Xi Linyu saling memandang kemudian melihat istrinya lagi dan berkata dengan lembut secara bersamaan
"Terimakasih istri"
Suami dan selir kesayangannya selalu nampak sangat cantik, bahkan setelah bertahun-tahun.
"Jika kalian berterimakasih, kalian tahu...."
Mendengar perkataan istri nya Jio Ling dan Xi Linyu memandang istrinya dengan malu-malu, mereka sudah tau apa yang istrinya inginkan.
Di luar rumah keluarga Jia, Qing Lianxue baru sampai.
Melihat rumah keluarga Jia yang megah, seringai muncul di wajah Qing Lianxue, keluarga Jia inilah akhirmu...
Tanpa dikatakan oleh Qing Lianxue, Zi yaolei tahu. Dia mulai mengeluarkan bola petir yang hampir lebih besar dari dirinya sendiri, lalu menembakkan ke rumah keluarga Jia, segera rumah yang tadinya megah menjadi hancur berantakan.
"Ah... siapa yang berani menghancurkan rumah keluarga Jia yang mulia"
Jia Ning yang tengah bersenang-senang dengan suami dan selirnya, terganggu oleh ledakan yang sangat dahsyat di rumahnya. Untungnya sekarang dia di tempat rahasianya, jadi tidak terkena.
Memakai bajunya, Jia Ning keluar dengan suami dan selir kesayangannya dengan tergesa-gesa.
Melihat siapa yang begitu berani di kota Qilin ini.
Kepalanya mengadah ke langit, Jia Ning melihat seorang gadis muda memakai jubah merah, dengan rambut hitam dan pupil mata merah seperti ruby, menaiki burung elang ungu dengan aura mendominasi dan mulia.
Setelah menyadari sesuatu, Jia Ning merasa otak nya tidak bisa lagi berpikir, kapan dia pernah menyinggung karakter menakutkan dan sesat di depannya ini.
"Nona Xue, kami keluarga Jia tidak pernah menyinggung anda. Saya merasa ini adalah suatu kesalahpahaman"
Walaupun suaranya keras tapi tampak agak bergetar dan penuh dengan ketakutan.
__ADS_1