
Sementara itu Qing Lianxue masih berdiri di balik pintu dan mendengar semua perkataan buruk mereka.
Qing Lianxue memberi senyum simpati dalam hatinya, bagi mereka yang membuat sumpah hari ini.
Bukankah dia masih sangat berbaik hati untuk bersimpati pada mereka?
Selamat untuk berlari keliling manor Qing selama tiga hari, lalu menyalak seperti anjing dan berkata aku adalah seorang sampah dan pemborosan,
di minggu depan.
"Sangat melelahkan hari ini untuk membodohi mereka semua, hari ini aku akan memasak masakan favorit, untuk merayakan hari bahagia ini"
Kata Qing Lianxue dengan senyum bahagia di wajahnya.
Setelah itu Qing Lianxue pergi ke dapur untuk memasak, sambil menyenandungkan lagu-lagu kecil.
Hampir satu jam kemudian beberapa masakan lezat favoritnya, sudah terhidang di atas meja makan. Lalu Qing Lianxue pergi ke kamarnya, untuk melihat Qing Lianshui.
Apakah dia sudah bangun?
Ketika sampai ke depan pintu kamar Qing Lianxue langsung membuka pintunya dan melihat Qing Lianshui yang sudah mengganti pakaiannya.
"Xioshui, ayo kita makan dulu"
"Ayo"
Kata Qing Lianshui dengan senyum lembut di wajahnya.
Mereka berdua berjalan ke arah meja makan, Qing Lianshui yang melihat semuanya adalah makanan favorit kakaknya, sudah bisa ditebak, kakak Xue pasti sedang bahagia hari ini.
Tapi memikirkan hal-hal buruk,
yang mereka semua katakan untuk kakaknya, membuat hatinya sangat sakit dan khawatir untuk kakaknya.
Jadi Qing Lianshui bertanya dengan ekspresi khawatir di wajahnya
"Kakak Xue, kamu baik-baik saja?"
"Xioshui, apa yang harus kamu khawatirkan? Aku masih sangat bahagia hari ini, karena besok aku akan masuk ke kompetisi nona muda keluarga Qing"
Kata Qing Lianxue dengan senyum bahagia di wajahnya.
Qing Lianshui duduk di samping kakaknya dan segera memakan makanannya.
"Xio Xue, jika ada makanan lezat, apakah kamu melupakan dewa?"
Tanya Qinglong dengan tidak senang.
"Tidak, aku tidak pernah melupakan xio longlong. Lihat tanpa dipanggil, kamu akan datang sendiri bukan?"
Kata Qing Lianxue sambil menatap Qinglong dengan polosnya.
"Xio Xue, kamu.."
Qinglong tidak melanjutkan kata-katanya, kemudian dengan jujur duduk di samping Qing Lianxue dan segera makan dengan lahap.
"Kakak Xue, apa rencana mu selanjutnya untuk mereka tadi?"
Tanya Qing Lianshui dengan ekspresi penasaran di wajahnya.
"Tentu saja menampar wajah mereka besok dengan keras di atas arena pertandingan"
Jawab Qing Lianxue dengan senyum dingin di wajahnya.
"Besok pasti akan ada pertunjukan yang bagus"
Qinglong berkata dengan suara yang dingin.
Selesai makan malam, mereka bertiga berbicara dengan riang dan tiba-tiba Qing Lianxue teringat kompetisi nona muda besok, jadi Qing Lianxue harus bangun lebih awal.
"Ini sudah telat, aku tidur duluan dan bersiap untuk kompetisi besok"
Kata Qing Lianxue sambil menepuk pundak Qinglong dan Qing Lianshui.
Lalu bangun dari kursinya dan terus berjalan ke arah kamarnya.
Sampai Qing Lianxue masuk ke
dalam kamar, mata Qing Lianshui dan Qinglong masih menatap ke arah
Qing Lianxue hingga dia masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Huh...jika bukan karena Xio Xue tidak membiarkan aku keluar, aku pasti sudah membunuh semua orang yang disebut sepupunya itu"
Qinglong berkata dengan suara yang dingin.
"Saudara Long, Kamu tahu bagaimana temperamen kakak Xue dengan baik. Juga jika kamu hampir impulsif tadi, rencana kakak Xue selama 4 tahun ini juga akan kacau"
Qing Lianshui berkata dengan suara yang tenang.
"Aku tahu..."
Setelah terdiam untuk waktu yang lama Qinglong berkata lagi dengan nada yang tajam.
"Jika Xio Xue menjadi nona muda keluarga Qing, bukankah akan banyak anak laki-laki lain yang melihat betapa baiknya Xio Xue?"
Dalam kata-katanya jelas adalah setangki penuh dengan cuka.
Wajah Qinglong menjadi sangat
gelap ketika pikiran seperti ini terselip di dalam benaknya.
Sama seperti Qinglong, sekarang ekspresi wajah Qing Lianshui secara bertahap, menjadi lebih gelap dan kedua tangannya terkepal erat.
Kemudian Qing Lianshui teringat sesuatu dan tangannya yang terkepal mengendur, juga Qing Lianshui kembali menghela nafas tidak berdaya, ekspresi wajahnya berangsur-angsur menjadi tenang.
"Walaupun laki-laki lain mempunyai fitur wajah yang sangat cantik, paling-paling kakak Xue hanya akan meliriknya sebentar dan tidak akan pernah tergoda dengan kecantikan wajah mereka"
Kata Qing Lianshui dengan ekspresi di wajahnya penuh percaya diri.
"Kamu sangat yakin?"
Kata Qinglong sangat mengernyitkan keningnya.
"Tentu saja aku sangat yakin, bukankah saudara Long juga mengetahui nya dengan baik"
Qing Lianshui tersenyum secara tidak bermoral, dan berkata dengan sengit
"Saudara Long juga sudah mencoba menunjukkan cinta selama 2 tahun ini kepada Kakak Xue, apakah sekarang ada kemajuan?"
Qinglong : "..."
Qinglong tersedak dan menjadi terdiam, tidak tahu apa yang harus dikatakan lagi. Lagipula semuanya memang benar, walaupun dia selalu mengisyaratkan bahwa dia suka kepada Xio Xue, tapi Xio Xue tidak pernah tahu tentang semua itu.
Karena ....
Kata mereka berdua secara bersamaan.
"Hahaha....."
"Hahaha......"
Kemudian mereka berdua saling memandang dan terus tertawa terbahak-bahak, tentang kepahitan mereka masing-masing.
"Walaupun kakak Xue masih menganggap ku sebagai adiknya,
aku hanya bisa terus menjadi
adiknya, aku akan tetap bersama
dengannya sampai kakak Xue
melihat cintaku padanya"
Qing Lianshui berkata dengan ekspresi wajah melankolis.
"Xioshui, aku akan selalu bersama dengan Xio Xue. Mungkin suatu hari nanti, Xio Xue pasti akan mengetahui rasa suka ku kepadanya"
Kata Qinglong dengan percaya diri.
"Saudara Long, Aku kembali ke kamar ku dulu. Selamat malam"
Kata Qing Lianshui sambil berjalan ke arah kamarnya sendiri.
"Selamat malam"
Kata Qinglong dengan tenang.
Kemudian dia berubah menjadi cahaya hijau dan kembali ke kamar Qing Lianxue.
Paginya,
Qing Lianxue bangun dengan senyum bahagia di wajahnya, kemudian dia mandi dan mulai mempersiapkan diri untuk kompetisi nona muda.
__ADS_1
Keluar dari kamarnya, dia mulai mencium aroma harum makanan.
Jadi dia berjalan ke ruang makan dan melihat makanan lezat terhidang di atas meja makan, tanpa sadar air liurnya ingin menetes.
"Pagi kakak Xue"
Kata Qing Lianshui yang datang dari arah dapur, sambil memegang piring.
"Pagi Xioshui"
Kata Qing Lianxue sambil duduk dan mulai memakan makanannya.
"Xioshui masakan mu selezat biasanya, pasti yang menikah denganmu akan beruntung"
"Kenapa menurut kakak Xue begitu?"
Tanya Qing Lianshui dengan penasaran.
"Xioshui baik, kuat dan pandai memasak, bukankah itu bagus"
Jawab Qing Lianxue dengan santai.
"Kakak Xue, apakah aku cantik?"
Tanya Qing Lianshui dengan gugup.
"Tentu saja adikku adalah anak laki-laki yang cantik"
Jawab Qing Lianxue dengan tenang, sambil memilih beberapa potongan daging kecil dalam sayuran.
"Kakak Xue, kamu bahkan tidak memandang ku. Bagaimana aku bisa mengetahui bahwa kakak Xue tidak berbohong?" Qing Lianshui berkata dengan suara penuh dengan keluhan.
Kemudian Qing Lianxue memandang wajah Qing Lianshui dengan hati-hati
Wajah cantik dan putih seperti porselen, pipinya seperti buah persik, bibir kecil kemerahan dan bulu mata keriting yang panjang. Rambut birunya diikat agak longgar, dengan beberapa helai jatuh di pipinya.
Mata birunya itu jernih dan dalam, tanpa sadar membuat dia tenggelam.
Qing Lianxue menggelengkan kepalanya, apa yang dia lihat tadinya, kenapa mata Xioshui terlihat seperti ada sesuatu obsesi untuknya?
"Melihat kamu seperti ini, rasanya aku ingin menggigit pipimu"
Kata Qing Lianxue dengan serius.
"Kalau begitu, gigit saja"
Kata Qing Lianshui sambil tersenyum.
"Batuk....batuk...."
Qing Lianxue tiba-tiba tersedak oleh perkataan Xioshui, lalu terbatuk-batuk beberapa kali.
"Kakak Xue, kenapa begitu ceroboh?
Cepat! Minum air ini dulu"
Kata Qing Lianshui sambil membawa segelas air untuk Qing Lianxue.
Setelah meminum air, batuknya sedikit mereka. Qing Lianxue sekali lagi memikirkan kata-kata Xioshui, dia merasa kata-kata Xioshui tadi terdengar sangat ambigu. Kenapa dia harus berkata untuk menggigitnya tadi? Ini semua salahnya, untuk mengajarkan kata-kata yang buruk juga ambigu seperti itu pada Xioshui.
"Xioshui, jangan pedulikan kata-kata kakak yang tadi"
Kata Qing Lianxue dengan serius.
"Baiklah, aku mendengar kan kata kakak Xue"
Jawab Qing Lianshui dengan lembut.
Tapi dalam hatinya Qing Lianshui merasa kecewa.
"Xioshui ayo sekarang kita berangkat ke arena pertandingan nona muda keluarga Qing ini"
Kata Qing Lianxue dengan senyum dingin di wajahnya.
"Mereka pasti menyesal karena sudah bersumpah seperti kemarin sore"
Kata Qing Lianshui dengan senyum penuh ejekan di wajahnya.
Qing Lianxue kemudian kembali memakai cadarnya dengan benar,
lalu dia berjalan ke arah pintu dengan Qing Lianshui di belakangnya.
__ADS_1
Ketika pintu terbuka, keduanya saling memandang lalu tersenyum dingin dan perlahan berjalan ke arah arena pertandingan nona muda.
Keluarga Qing bersiaplah.....