
Setelah mengatakan itu Yin Yizhu berbalik dan masuk ke dalam gerbong kereta nya, lalu dia tidak sengaja melihat Yin Loubing yang melihat ke arah pergi nya gerbong kereta Qing Lianxue dengan keengganan di mata nya, menemukan hal ini Yin Yizhu tidak terlalu terkejut, adik laki-laki nya tidak tahu bahwa sebenarnya dia sudah jatuh cinta dengan Qing Lianxue. Biarkan saja berjalan sesuai dengan arus, apalagi mereka berdua masih terlalu muda, dan waktu tentu akan menjawabnya.
"Jalan!" Kata Yin Yizhu dengan suara yang keras dan acuh tak acuh pada pengemudi gerbong kereta.
Gerbong kereta itu pun mulai bergerak ke arah penginapan milik
Keluarga kerajaan, keluarga Yin.
"Yizhu menjadi lebih aneh pada saat makan tadi, sepertinya Yizhu selalu melihat ku sengaja atau tidak sengaja, hei...aku tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Yizhu si pembuat onar ini?" Kata Qing Lianxue sambil bergumam dengan suara pelan.
"Ya, selain melihat mu, dewa ini juga tidak sengaja melihat kegembiraan di matanya nona keluarga Yin itu, tapi tidak ada niat jahat sama sekali, yang sungguh aneh" kata Qinglong sambil mengernyitkan keningnya.
"Shtt" kata Qing Lianxue sambil membuat gerakan untuk diam, dengan jari telunjuk di bibirnya.
Ekspresi wajah Qinglong juga mulai menjadi serius, karena ada bau darah yang tercium di hidungnya. Tidak ada orang yang terluka di antara mereka berempat, lalu siapa yang terluka? Apakah itu pengemudi gerbong kereta ini? Qinglong sudah mulai merasa waspada dalam hatinya.
"Pembunuh.." bisik Zi Yaolei, pupil mata ungu yang lembut itu langsung berubah menjadi dingin dan juga penuh dengan kewaspadaan.
Kilatan niat membunuh pun muncul di mata Qing Lianshui, siapa pun yang ingin menyakiti kakaknya Xue, orang itu harus mati!
"Kalian tunggu di dalam, aku akan pergi ke luar untuk melihat" kata Zi Yaolei dengan suara yang pelan, dia juga merasa sangat aneh dalam hatinya, gerbong kereta masih saja berjalan akan tetapi seperti hilang kendali, Zi Yaolei merasa seperti ini sebenarnya beberapa saat yang lalu, dan belum mengkonfirmasi nya.
__ADS_1
Namun sekarang.....
Zi Yaolei turun dari gerbong kereta kuda yang berjalan lebih cepat dari pada biasanya, dan dugaan Zi Yaolei pada akhirnya benar. Begitu dia melihat ke depan, Zi Yaolei melihat pengemudi kereta duduk dengan mata terbuka lebar, wajahnya sudah sangat pucat kebiruan dan ada luka besar di lehernya, yang masih saja mengeluarkan darah segar dan darah itu mengalir ke seluruh tubuh si pengemudi gerbong kereta itu.
Menemukan hal ini, Zi Yaolei pun langsung melihat ke sekeliling nya dengan tatapan mata dingin dan juga sangat waspada. Bisa melakukan hal ini di bawah hidung mereka berempat, sihir dan juga seni beladiri orang-orang ini mungkin saja lebih tinggi dari pada mereka. Meskipun mereka berempat bisa dikatakan kuat, tetapi masih ada langit di luar langit dan Zi Yaolei juga mengerti akan hal itu. Karena itu dia menjadi waspada pada saat ini.
"Jie....jie....jie..jie, he he he.......!!"
Suara tawa wanita yang suram dan jahat terdengar di udara, walaupun Zi Yaolei dengan tenang melihat ke sekelilingnya, hati nya tetap saja waspada sepenuhnya.
Tadinya Zi Yaolei bermaksud untuk masuk ke dalam gerbong kereta untuk memberitahu yang lainnya, tentang apa yang dia temukan tentang si pengemudi gerbong kereta. Akan tetapi suara tawa suram dan jahat wanita itu, membuat Zi Yaolei ingin segera mengalahkan wanita itu.
"Lihatlah pinggang yang ramping dan kaki yang panjang itu, ck...ck... Wajah yang ditutupi oleh cadar ungu itu seharusnya juga sangat cantik"
Qing Lianxue yang berada dalam gerbong kereta tidak tahan lagi, ketika dia mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang muram itu tentang sosok Zi Yaolei, pada saat ini dia benar-benar ingin membuat hidup orang ini tidak bisa lebih baik dari pada kematian!
Walaupun Qing Lianxue sangat marah, dia hanya bisa menahan amarahnya sekarang, sebelum wanita itu belum muncul, dia tidak bisa bergerak untuk saat ini. Sebelum bertarung, dia harus melihat tingkat kekuatan lawan dan kemudian buat rencana untuk mengalahkan wanita itu dalam satu gerakan.
Qing Lianxue berbalik menatap ke pintu gerbang kereta, dengan wajah yang muram dan penuh amarah, dan ada kilatan niat membunuh yang mencekik di matanya Qing Lianxue.
Zi Yaolei yang mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang berada di dalam kegelapan, segera menunjukkan ekspresi wajah yang penuh penghinaan, ada kilatan jijik di matanya Zi Yaolei.
__ADS_1
"Jie....jie....ck...ck.." suara wanita itu terdengar lagi, tetapi pada kali ini sepertinya suaranya itu berasal dari belakang nya, dan Zi Yaolei melihat ke belakang dan pupil mata ungu yang dingin sedikit bergetar.
Zi Yaolei melihat seorang wanita yang berusia sekitar 35 tahun, memakai baju merah, dengan ekspresi penuh dengan nafsu dan keinginan ketika dia melihat ke arah Zi Yaolei. Dan juga
ada cincin cyan di sekeliling tubuh nya, dengan sepuluh bintang yang bersinar terang di cincin cyan itu, kedua tangan Zi Yaolei pun terkepal erat, lawan kali ini sedikit sulit.
Zi Yaolei pun segera mengirimkan pesan kepada Qing Lianxue dan dua yang lainnya, bahwa ada seseorang yang kekuatannya satu tingkat lebih tinggi dari pada Qing Lianxue sekarang.
"Devine Mage...?!!" Gumam Qing Lianxue dengan ekspresi terkejut di wajahnya, kemudian matanya pun bersinar dan semangat bertarung pun akhirnya muncul di depan Qinglong dan Qing Lianshui.
Belum pulih dari keterkejutan hal ini, selanjutnya kata-kata yang wanita itu ucapkan, semakin membuat Qing Lianxue menjadi sangat marah.
Wanita itu melambaikan tangan nya dan gerakan tangan nya sangatlah cepat, sehingga pada saat Zi Yaolei ingin menghindari sudah terlambat.
Cadar ungunya pun jatuh ke tanah dan keindahan kota dan negara itu akhirnya terungkap ke dunia, wanita itu menatap ke arah Zi Yaolei dengan senyum jahat dan matanya dipenuhi dengan nafsu yang berat.
"Dengan wajah seperti ini, aku rasa tidak akan bosan bahkan jika tidur setiap malam dengan mu, selama satu tahun" kata wanita berambut cyan itu dengan senyum celaka sepenuhnya terungkap pada Zi Yaolei.
Tidur dengan wanita celaka itu..?
Tidak..!!
__ADS_1
Membayangkan nya saja tidak bisa! Apalagi jika itu seperti yang di katakan oleh wanita itu, Qing Lianxue sangat ingin membunuhnya!
Tanpa menunda-nunda lagi, pada akhirnya Qing Lianxue turun dari gerbong kereta, melihat ke arah wanita itu dengan mata tanpa suhu dan berkata kepada wanita muram itu dengan marah "Kurang ajar!"