
Qing Wan lalu pandangan nya menyapu ke arah para tetua dan Keqing keluarga Qing dengan tatapan samar, tidak ada yang tahu emosi nya Qing Wan sekarang, apakah itu marah atau tersinggung oleh para tetua.
"Semua nya!"
Suara agung Qing Wan terdengar, suara itu memang tidak besar atau kecil, tetapi semua orang yang sudah mulai berdebat menjadi terdiam.
"Sekarang apa keputusan yang harus kita ambil untuk Qing Lianyi?"
Tanya Qing Wan pada semua orang di dalam ruangan leluhur keluarga Qing.
Jika bukan karena dia adalah kepala patriak keluarga Qing, Sebenarnya dia ingin secara pribadi untuk langsung membunuh Qing Lianyi! Yang telah membunuh satu-satunya cucunya Qing Lianxue. Untungnya sekarang cucunya selamat, jika tidak Qing Wan tidak tahu bagaimana cara melanjutkan hidupnya!
Qing Lianxue yang sekarang duduk di samping Qing Wan, matanya dingin dan menatap tajam ke arah para tetua dan Keqing. Situasi seperti ini, dia sudah lama menebaknya, tetapi juga melihat dengan mata kepalanya sendiri dan mengalami nya, jujur saja hati Qing Lianxue menjadi dingin!
Jika bukan karena nenek nya adalah patriak keluarga Qing, Qing Lianxue tidak merasa perlu repot dengan keluarga yang seperti ini!
"Patriak, saya punya pendapat, bahwa Qing Lianyi adalah anak perempuan yang sangat berbakat, akan sangat di sayangkan jika kekuatan sihirnya di nonaktifkan" kata tetua ke empat dengan penuh semangat, untuk terus membela Qing Lianyi agar kekuatan nya tidak di nonaktifkan.
"Iya benar patriak, kekuatan tingkat Master Mage di usia 18 tahun, tidak mudah diperoleh. Jadi akan sangat sia-sia jika kekuatan sihirnya itu di nonaktifkan seperti itu" kata tetua yang ke tujuh, sekaligus neneknya Qing Lianyi. Mata hijau dinginnya terus diarahkan ke arah Qing Lianxue dengan sengaja atau tidak sengaja.
Qing Lianxue melihatnya, seringai dingin muncul di wajahnya. Dia lalu melihat ke arah tetua ke tujuh dengan pandangan acuh tak acuh. Walaupun banyak orang di ruangan leluhur ini tidak menyadari nya, Qing Lianxue merasakan niat membunuh yang sangat sengit di mata tetua ke empat.
Tetua ke tujuh terkejut dengan pandangan acuh tak acuh, dari tatapan mata Qing Lianxue.
Tetua ke tujuh sangat marah, itu adalah penghinaan terhadap nya! Penghinaan telanjang, bahwa Qing Lianxue ini sama sekali tidak takut dengan ancaman dari nya. Kedua tangannya terkepal erat, dia pasti akan memastikan Qing Lianxue menyesali perbuatanya hari ini!
Setelah memikirkan ini, seringai kejam muncul di wajah tetua tujuh.
Beberapa pendapat selanjutnya, adalah mereka ingin hukuman sesuai dengan hukum keluarga Qing. Juga ada yang berpendapat bahwa dengan pikiran buruk Qing Lianyi, tidak bisa menjamin bahwa dia akan banyak melakukan hal buruk lagi nantinya, dengan mengandalkan kekuatan sihir nya yang tinggi.
Tetapi ada lebih banyak pendapat untuk tidak menghukum Qing Lianyi terlalu berat, juga sangat disayangkan jika kekuatan sihirnya yang tingkat Master Mage dihilangkan. Sangat sulit untuk mengolah seorang Master Mage di usia muda 18 tahun. Sangat jarang di lima keluarga besar dan juga bagi keluarga tersembunyi tentunya, jika berbicara tentang bisa menjadi Master Mage di usia 18 tahun.
Kedua tangan Qing Wan terkepal erat, Qing Lianyi ini sudah membunuh cucunya, tetapi banyak orang yang tidak ingin Qing Lianyi dihukum berat dan kekuatan sihirnya tidak bisa dihilangkan begitu saja. Sungguh! Dia sudah cukup! Sudah cukup selama tiga tahun dia sudah menahan kesedihan kehilangan dari kerabatnya selama ini!
"Diam semua!"
__ADS_1
Kata Qing Wan dengan suara yang keras dan dingin.
Dengan suara keras dari patriak keluarga Qing, semua orang pun mulai menjadi terdiam. Semua orang di dalam ruangan leluhur ini tahu, jika sudah bersuara keras dan dingin seperti ini, maka patriak benar-benar sangat marah sekarang!
Mata dingin Qing Wan menyapu ke semua tetua dan Keqing, kemudian Qing Wan berkata pada mereka
"Qing Lianyi sudah merencanakan pembunuhan ini tiga tahun lalu, lebih tepatnya pada saat dia baru berusia lima belas tahun. Pada usia itu dia sudah merencanakan pembunuhan untuk sepupu nya sendiri, dan cucu dari patriak keluarga nya sendiri!
Apakah menurut para tetua dan Keqing keluarga Qing, tidak pantas bagi saya untuk memberikan nya hukuman berat dan menghilangkan kekuatan sihirnya?"
Semua tetua dan Keqing yang terus membela Qing Lianyi terdiam, juga tetua ke tujuh (Nenek Qing Lianyi) dan Keqing Li (Ibu Qing Lianyi) mereka berdua saling melirik, lalu mengedipkan mata masing-masing.
Qing Wan melihat interaksi antara mereka berdua dan Qing Wan melanjutkan berbicara, tanpa memberikan mereka berdua kesempatan untuk membantahnya.
"Bukankah sudah jelas di usia muda, Qing Lianyi ini terlalu ambisius dan ingin menyingkirkan calon patriak selanjutnya, dengan menjebaknya lalu membunuhnya. Bukankah ini adalah hukuman mati yang pantas Qing Lianyi dapatkan, bukan?"
Kata Qing Wan dengan suara yang datar, tidak bisa ditebak bagaimana pikiran Qing Wan sekarang.
Hati tetua ke tujuh dan Keqing Li terguncang dan wajah mereka berdua menjadi agak pucat, ketika mereka berdua mendengar bahwa Qing Wan ingin memberikan hukuman mati, kepada Qing Lianyi. Mereka berdua tahu bahwa Qing Wan sekarang sudah bertekad untuk memberikan hukuman mati untuk Qing Lianyi.
"Ya, patriak anda tidak boleh egois, hanya untuk membalaskan dendam bagi cucu anda, bahkan anda ingin merugikan keluarga Qing, dengan membunuh anak berbakat untuk menjadi penyihir yang lebih tinggi"
"Ini tidak bisa mengatakan bahwa saya egois, tetapi apa hukum dari keluarga Qing kita, terhadap orang yang memberontak terhadap sang patriak keluarga nya sendiri?"
Tanya Qing Wan pada orang-orang yang duduk di kiri dan kanannya.
"Ini tentu saja adalah hukuman mati dan keluarga nya yang lain juga ikut mendapatkan hukuman yang sama!"
Kata tetua ke dua dan ke satu secara bersamaan.
"Dengarkan! Apakah para tetua dan juga Keqing mendengar dengan jelas? Atau apakah tetua dan Keqing juga merasa bahwa hukuman mati ini masih sangat kurang? Apakah para tetua dan Keqing punya hukuman yang lebih baik lagi dari hukuman mati yang saya katakan?"
Tanya Qing Wan pada mereka semua, dengan suara yang samar, akan tetapi keagungan neneknya masih di sana!
Semua orang di ruangan leluhur ini yang mendukung Qing Lianyi, tidak bisa berkata apa-apa dengan ekspresi wajah yang terlihat lebih jelek dari pada menangis.
__ADS_1
Qing Lianxue melihat semua nya dengan mata acuh tak acuh, tapi dalam hatinya dia ingin berteriak keras, neneknya yang terbaik!
Qing Wan melihat semua orang masih terdiam, dia lalu melihat ke arah cucunya Qing Lianxue. Kemudian dia bertanya kepada Qing Lianxue
"Xue'er kamu adalah korbannya di sini, lalu bagaimana pendapat mu?"
Semua orang di dalam ruangan leluhur mengutuk dalam hati mereka, anda adalah seorang rubah tua!
Qing Lianxue adalah korbannya dan juga sudah sangat jelas Qing Lianxue sangat ingin Qing Lianyi mati!
Hati tetua ke tujuh dan Keqing Li menegang, ada keringat dingin di dahi mereka berdua. Qing Wan sekarang sudah semakin menjadi lebih kuat, mereka sekarang tidak dapat berkata apa-apa lagi untuk membela Qing Lianyi.
"Patriak, terimakasih banyak untuk membiarkan Lianxue berbicara dan
Para tetua, juga Keqing, mohon maafkan Lianxue untuk berbicara
agak sedikit kasar untuk ini, tetapi Lianxue masih harus mengatakan semua hal ini, demi keamanan dan kelangsungan keluarga Qing kita ini kedepannya" kata Qing Lianxue dengan suara yang sopan dan serius.
Setelah jeda, Qing Lianxue berkata
"Saya mengakui dengan jujur bahwa saya memang sangat ingin membuat Qing Lianyi, yang sudah mencoba untuk membunuh saya, harus mati!.
Jika tetua dan Keqing dirancang oleh orang lain untuk dibunuh, apakah para tetua dan Keqing tidak akan membalas dendam?"
Qing Lianxue berkata dengan nada yang serius, dingin dan tajam.
"Oh... Lianxue tidak pernah tahu bahwa kalian semua ini sangat murah hati, untuk musuh kalian dan tidak membalas dendam kepada orang itu. Untuk pemikiran yang baik seperti ini, Lianxue hanya bisa mencemooh bahwa kalian semua sangatlah munafik, Juga dengan pemikiran yang seperti ini, tidak tahu berapa kali musuh berhasil untuk membuat kita mati beberapa kali!"
Kata Qing Lianxue penuh dengan cemoohan dan penghinaan.
"Keinginan saya untuk membunuh Qing Lianyi bukan hanya sekedar karena saya ingin membahas dendam, tetapi juga karena alasan yang lain yang lebih penting, para tetua dan Keqing mungkin setelah mendengar alasan saya yang ini, katakan saja pendapat anda semua" Kata Qing Lianxue dengan suara yang dingin dan kata-kata nya membuat orang di ruangan leluhur menjadi penasaran.
"Karena alasan apa memangnya?"
Tanya tetua ke satu pada Qing Lianxue, dengan ekspresi wajah yang terlihat seperti bayi penasaran.
__ADS_1