Xing Yue Continent : Goddess Of Mage

Xing Yue Continent : Goddess Of Mage
Bab 115. Zhu Houyan


__ADS_3

Lalu perhatian Qing Lianxue tertuju kepada anak laki-laki, yang hampir di rusak oleh lima orang berpakaian hitam itu, sepertinya kondisi tubuh anak laki-laki itu sudah berada di ambang kritis. Lalu Qing Lianxue mengalihkan pandangan nya lagi ke arah lima orang yang sedang berlutut di depan dirinya, sudut mulutnya mulai berkedut hebat!


Lihat saja lima orang itu sekarang berlutut dengan wajah yang dipenuhi dengan ingus dan air mata, tidak tampak menyedihkan sama sekali, justru terlihat agak menjijikkan!


Apakah itu temperamen seorang pembunuh? Apakah itu wanita yang berperilaku jahat seperti bajingan, yang menggertak anak di bawah umur? Di mana kesombongan dan kepercayaan diri mereka berlima?


"Aku akan memaafkan kalian" kata Qing Lianxue dengan suara yang tenang, dan suaranya yang tenang berhasil membuat lima orang berpakaian hitam itu sangat senang.


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Qing Lianxue, suasana hati lima orang berpakaian hitam itu berangsur menjadi lebih rileks.


Namun kecantikan kecil di sudut itu, mengerutkan keningnya dan setelah dia mendengar apa yang dikatakan oleh Qing Lianxue, ekspresi wajah dari kecantikan kecil itu segera berubah menjadi pucat dan kembali putus asa seperti sebelumnya.


"Tapi~~" tambah Qing Lianxue lagi.


"Tapi apa....?" Tanya lima orang berpakaian hitam pada saat yang bersamaan, dengan ekspresi cemas yang terlihat jelas di wajahnya.


"Aku mungkin bisa memaafkan kalian berlima, tapi~~ tunggu di kehidupan selanjutnya..... mungkin" kata Qing Lianxue dengan seringai dingin di balik kain hitam di wajahnya, tetapi matanya sekarang berubah menjadi sangat dingin.


Qing Lianxue melambaikan tangan nya, lalu di udara muncullah lima bola Guntur yang sangat kecil, dan Qing Lianxue melambaikan tangan nya sekali lagi, lima bola Guntur itu terbang ke arah lima orang yang berpakaian hitam, yang sedang berlutut untuk memohon kepada Qing Lianxue agar tidak dibunuh.


Kelima orang berpakaian hitam itu membelalakkan mata mereka dengan ngeri, mereka berlima berusaha untuk mengelak dari serangan bola Guntur yang dilepaskan oleh Qing Lianxue. Akan tetapi walaupun kali ini mereka berhasil mengelak, tidak ada yang melihat ke belakang bahwa lima bola Guntur itu terbang ke arah mereka berlima dari belakang dengan sangat cepat. Sebelum bahkan mereka berlima menyadari nya, bola guntur itu sudah mengenai lima orang yang berpakaian hitam itu.

__ADS_1


"Arrhgg......!!!"


"Tidak.....!!!!"


"Ah..... tolong....!"


Sekarang hanya teriakan-teriakan putus asa dan penuh ketakutan yang terdengar di gang sepi dan suram ini.


Tidak lama kemudian, teriakan itu berangsur-angsur berhenti, di tanah yang tersisa hanyalah abu saja, jangan katakan sosok manusia, bahkan tulang pun tidak terlihat sama sekali, hanya abu hitam yang tersisa di tanah sekarang.


Mata Qing Lianxue melihat ke arah abu itu dengan acuh tak acuh, lalu dia mendongakkan kepalanya dan melihat anak laki-laki cantik, yang hampir menjadi korban ketidakadilan oleh pembunuh bayaran yang cabul.


Melihat rambut merah dan juga wajah kotor di tutupi dengan tanah,


Melihat situasi nya tidak optimis lagi, Qing Lianxue berjalan dengan cepat menuju ke arah anak laki-laki cantik yang berambut merah itu


Melihat rona merah di pipinya yang tidak normal, dan kedua tangannya yang masih gelisah ingin melepaskan bajunya, Qing Lianxue berjongkok lalu dia mengambil nadi di tangan anak laki-laki berambut merah itu.


Dahi Qing Lianxue mengernyit dan dia tidak menyangka ada orang yang tega untuk membius anak laki-laki yang bahkan belum mencapai usia dewasa ini! Apa yang sebenarnya orang-orang itu pikirkan? Biadap!


Zhu Houyan yang merasa sangat panas di seluruh tubuhnya, tiba-tiba saja merasakan perasaan dingin yang nyaman di pergelangan tangannya.

__ADS_1


Namun pada saat perasaan dingin di pergelangan tangannya menghilang, Zhu Houyan menjadi tidak puas, dia menginginkan lebih! Dalam hatinya dia menginginkan perasaan dingin di pergelangan tangan nya itu.


Melihat anak laki-laki di depannya yang terpelintir tidak nyaman, dia tidak punya pilihan lain selain menggendong nya sekarang, akan tetapi ke mana dia harus membawa anak laki-laki berambut merah itu?


Ya ampun! Dia bertindak menolong orang ini seharusnya sudah cukup, bukan? Sekarang bahkan dia harus memikirkan tempat untuk anak laki-laki itu tinggal dengan baik?


Uh~ dimana dia harus menempatkan anak laki-laki berambut merah ini? Tidak mungkin untuk membawa nya ke penginapan tempat Keluarga Qing menginap, bukan?


Saat Qing Lianxue tengah sibuk untuk memikirkan ke mana harus membawa Zhu Houyan, tiba-tiba saja muncul cahaya yang menyilaukan matanya, Qing Lianxue pun langsung menutup matanya, lalu perlahan dia membuka matanya dan kepalanya menunduk ke bawah melihat dari mana cahaya itu berasal.


Ternyata cahaya itu berasal dari token giok merah dan di giok merah itu jelas terukir burung vermilion dan ada karakter 'Zhu' tertulis di token giok merah itu, Qing Lianxue lalu berjongkok dan mengambil token giok merah itu, membaliknya dan melihat dua karakter lagi di belakang token giok yaitu 'Houyan'.


Keluarga Zhu?


Zhu Houyan?


Bukankah ini berarti yang terjebak obat itu adalah Zhu Houyan! Cucu kesayangan patriak keluarga Zhu dan merupakan satu-satunya cucu laki-laki, dari garis keturunan langsung dari patriak keluarga Zhu.


Bukankah seharusnya Zhu Houyan ini sangat di manjakan dan juga sangat di sayangi di rumahnya? Lalu kenapa ada orang yang menjebaknya dengan obat afrodisiak seperti ini? Huh~ masalah ini benar-benar agak rumit!


Tidak ingin memikirkan hal-hal yang berantakan lagi di dalam kepalanya,

__ADS_1


Kemudian Qing Lianxue mengangkat tubuh Zhu Houyan ke dalam pelukannya, aneh? Kenapa tubuhnya ringan sekali? Tidak berat sama sekali. Atau ini adalah salah satu kelebihan dari dunia terbalik ini, bahwa kekuatan kedua jenis kelamin ini benar-benar sudah tertukar, karena ini adalah dunia yang menjadi dunia penghormatan wanita?


Zhu Houyan yang diangkat oleh Qing Lianxue melawan secara tidak sadar, akan tetapi karena tangan Qing Lianxue sangat kuat menahannya, Zhu Houyan tidak bisa melawan nya lagi. Aroma harum samar tercium di hidung Zhu Houyan, ditambah dengan pelukan dari Qing Lianxue ini membuat tubuhnya merasakan panas lagi, dalam hatinya Zhu Houyan tidak puas dengan orang yang menahannya sekarang, kepalanya menjadi sedikit lebih jernih dan matanya pun terbuka dan yang terlihat di depan matanya Zhu Houyan adalah sepasang pupil ungu yang acuh tak acuh dan juga menawan yang akrab, rambut biru aqua yang akrab, pipinya memanas dan rona merah pun mulai terlihat di kedua pipinya Zhu Houyan.


__ADS_2