
Qing Lianxue dan pelayan itu sampai ke depan aula leluhur, segera penjaga yang berada di depan pintu aula leluhur membungkuk dengan hormat kepada Qing Lianxue dan menyapa
"Nona muda Lianxue"
Qing Lianxue pun menganggukkan kepalanya, dan penjaga membuka pintu aula leluhur, Qing Lianxue pun segera masuk ke dalam ruang aula leluhur keluarga Qing, sementara pelayan yang tadi mengantarkan nya ke aula leluhur menunggu di luar.
Setelah masuk, Qing Lianxue melihat bahwa semua tetua dan Keqing semuanya sudah datang, dan juga neneknya sudah duduk di posisi nya sebagai patriak keluarga Qing.
Lalu Qing Lianxue pun berjalan menuju ke tempat duduk nya sendiri, setelah dia duduk, baik tetua maupun Keqing segera duduk. Ini juga karena statusnya di keluarga Qing ini adalah yang kedua setelah patriak, dan ini juga merupakan kesopanan status.
Qing Lianxue juga tidak lupa untuk menyapa tetua, Keqing dan juga patriak dengan sopan dan tenang.
Para tetua dan Keqing juga membalas dengan sikap ramah, Susana di dalam aula leluhur keluarga Qing menjadi lebih baik. Para tetua dan Keqing juga cukup puas dengan Qing Lianxue sebagai nona muda keluarga Qing, karena tingkatan kekuatan sihirnya sudah sangat tinggi, jelas baru saja berusia 13 tahun lebih, akan tetapi Qing Lianxue sudah menjadi tingkat Arch Mage! Ini adalah jenius, ah!
Walaupun wajahnya seperti monster, selama Qing Lianxue memakai cadar dan tidak mengekspos wajahnya, mereka semua merasa kekuatan sihirnya saja sudah cukup untuk membutakan empat keluarga besar yang lainnya, di bagian tengah benua Xing Yue ini.
Sementara itu yang paling membuat tetua dan Keqing puas dari Qing Lianxue adalah sikapnya yang sopan dan tidak sok, status Qing Lianxue saat ini tidak membuat dirinya arogan dan juga sombong, tetapi selalu tampil rendah hati.
Melihat tingkah laku Qing Lianxue ini, kenapa mereka merasa bahwa Qing Lianxue ini seperti menampar wajah, dari orang-orang yang selalu mengejek nya di masa lalu?
Tetapi mereka juga tidak menyangkal jika Qing Lianxue ingin melakukan hal itu, mereka juga akan membantu sangat menyenangkan untuk melihat penampilan keempat keluarga besar yang terkejut, bila melihat tingkat kekuatan sihir asli dari Qing Lianxue.
Apakah jangan-jangan tebakan ini benar? Mereka semua telah bungkam terhadap pertandingan seleksi untuk memilih nona muda keluarga Qing, jadi bukankah ini adalah waktu yang tepat untuk membungkam penjahat!
Mata para tetua dan Keqing melihat ke arah Qing Lianxue, semakin cerah dan Qing Lianxue yang ditatap oleh para tetua dan Keqing menjadi agak tidak tertahankan, dan sebenarnya apa yang dipikirkan oleh orang-orang tua ini?
Melihat suasana yang nyaman dan rasanya sudah tepat, Qing Wan berkata kepada semua orang, yang ada di dalam ruangan aula leluhur.
"Bulan depan, menara sihir Iblis akan dibuka lagi untuk semua penyihir di bagian tengah benua Xing Yue ini. Juga sebagai salah satu dari lima keluarga besar kita masih punya keuntungan untuk bisa mengirim lima kandidat, pada pertandingan minggu depan di arena Huangtian".
__ADS_1
"Arena Huangtian? Penjaga menara sihir Iblis benar-benar mengubah lokasi pertandingan nya?"
Tanya salah satu tetua dengan heran.
"Setiap pertandingan diadakan, lokasi setiap tahun nya pasti berbeda, apakah kamu tidak mengetahui nya?"
Balas tetua lainnya dengan sedikit tajam, dan segera semua orang yang berada di dalam ruangan terdiam.
Setelah mengatakan itu bahkan tetua itu tidak merasa bersalah sama sekali telah merusak suasana damai, karena yang dia katakan memang adalah yang sebenarnya.
"Ekhm....aku lupa"
Kata nya sambil batuk dengan sangat canggung, tetapi kata-kata aku lupa, tetua berkata dengan nada yang tinggi dan dengan gigi yang terkatup.
Dia selalu tahu bahwa tetua ini selalu mengolok-olok dirinya, karena sering lupa tentang hal-hal yang penting. Pada saat ini dia bermurah hati untuk mengaku, dan yang pastinya bukan dirinya yang merasa malu, huh...!
"Kenapa kami lupa tentang..., Ekhm ayo lanjutkan, jangan pedulikan orang tua yang sering lupa itu"
"Kamu....!"
Kata tetua itu dengan marah.
"Cukup!"
Kata Qing Wan dengan suara yang dingin dan tajam, bahkan Qing Wan tidak lupa untuk menggebrak meja.
Semua orang segera langsung terdiam dan merasakan gemetar dalam hati mereka semua, kekuatan patriak bukanlah sesuatu yang dapat mereka lawan, ruangan kembali sunyi.
Qing Lianxue menatap ke arah neneknya dengan kekaguman di matanya, pantas saja mereka perlu banyak usaha dan persiapan yang matang untuk merebut posisi patriak, tetapi itu semua ditakdirkan untuk gagal karena campur tangan darinya.
__ADS_1
Dipandang dengan mata kekaguman oleh cucunya sendiri, Qing Wan diam-diam merasa bangga di dalam hatinya, tetapi sebagai patriak dia tidak menunjukkan di wajahnya, dan hanya terbatuk canggung dan berkata
"Arena Huangtian ini dibangun khusus satu tahun yang lalu di dekat menara sihir Iblis, memang tujuan nya untuk membuat peserta semakin bersemangat pada saat melihat ke arah menara sihir Iblis yang bisa di lihat 25 meter jauhnya"
"Juga ini adalah saatnya kita pergi memilih sepuluh kandidat terkuat, untuk di uji oleh kita terlebih dulu. Kemudian kita akan memilih empat orang terkuat di antara sepuluh orang yang sudah kita uji"
Kata Qing Wan dengan suara yang tenang dan ekspresi di wajahnya tidak bisa dibaca sama sekali.
"Empat orang? Lalu yang kelima?"
Tanya Keqing dengan sedikit protes, bercanda! Bukankah patriak tadinya mengatakan bahwa keluarga Qing ini punya lima kuota ke pertandingan, akan tetapi kenapa patriak hanya memilih empat orang? Ini tidak bisa di mengerti sama sekali.
Bukan hanya Keqing yang tidak bisa mengerti apa yang dipikirkan oleh patriak, tapi tetua dan Keqing yang lainnya juga tidak mengerti sama sekali apa yang dimaksud oleh patriak sekarang. Lalu mereka semua segera menatap ke arah patriak.
"Lihat siapa yang duduk di samping ku" kata Qing Wan dengan tenang.
"Cucu mu"
Jawab ketua dan Keqing secara serempak.
Sudut mulutnya berkedut hebat, ketika dia mendengar jawaban dari tetua dan Keqing di depannya. Ya dia tahu bahwa Qing Lianxue adalah cucunya, tetapi bukan ini jawaban yang dia inginkan!
Sementara Qing Lianxue dari kata-kata neneknya saja dia sekilas tahu pikiran neneknya.
"Bukan itu, ini identitas nya".
Kata Qing Wan dengan suara yang sedikit dingin.
"Cucu patriak"
__ADS_1
Jawab semua orang dengan sopan dan tidak lupa untuk serempak.
Dahi Qing Wan berdenyut-denyut, dan dia sakit kepala, kenapa sekarang semua tetua dan juga Keqing menjadi tidak tanggap sama sekali. Kenapa bahkan tetua dan Keqing ini menjadi lebih bodoh dari sebelumnya.