Xing Yue Continent : Goddess Of Mage

Xing Yue Continent : Goddess Of Mage
Bab 141. Rubah besar vs rubah kecil


__ADS_3

Qing Lianxue mendongak dan melihat nenek nya yang sedang menatap ke perut Qinglong dan Zi Yaolei dengan tatapan mata yang sangat panas dan antusias, sesuatu pun terlintas di dalam benaknya dan Qing Lianxue segera teringat bahwa dia ada di dunia wanita yang dihormati sekarang, jadi pandangan neneknya ini berarti bahwa....


Seluruh wajah Qing Lianxue segera memerah dengan tidak wajar, kali ini neneknya tidak memikirkan yang tidak-tidak, bukan?


Walaupun Qinglong dan Zi Yaolei biasanya berwajah tebal, dan juga selalu menggoda Qing Lianxue tanpa peduli dengan reaksi orang lain terhadap mereka, akan tetapi sekarang mengikuti tatapan nenek ke perut mereka berdua, wajah mereka pun memerah secara tidak wajar.


Mereka berdua buru-buru melihat ke arah lain, rona di wajah mereka tidak memudar dan bahkan bertambah hingga ke leher mereka, mereka berdua merasa tidak nyaman dengan tatapan mata seperti itu dari nenek nya Qing Lianxue.


Kebetulan mata mereka bertiga bertemu, beberapa detik kemudian setelah keheningan berlangsung, mereka bertiga saling mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


"Nenek, kamu sekarang terlihat menyeramkan" kata Qing Lianxue dengan nada suara yang cemberut. Tidak bisakah nenek nya tidak memandang mereka bertiga dengan tatapan ini? Qing Lianxue bergidik, memikirkan hal yang tidak mungkin pernah terjadi itu.


"Oh..., Lalu siapa yang menyebabkan nenek terlihat menyeramkan?" Tanya Qing Wan dengan nada suara yang datar, akan tetapi penuh dengan rasa keagungan, ada lengkungan kecil di sudut mulutnya, dan nada suara itu membuat Qing Lianxue harus menjawab pertanyaan neneknya.


Qing Lianxue segera berkeringat dingin di punggungnya, kenapa dia merasakan seperti kelinci yang masuk ke dalam jebakan rubah? Ketika dia melihat lengkungan kecil di sudut mulut neneknya. Kapan neneknya berubah menjadi licik? Kenapa dia tidak tahu potensi rubah neneknya selama ini? Bukankah dia gagal dalam memahami orang untuk pertama kali dalam hidupnya?


Mata Qing Lianxue berkedip dan ingin menjawab, tetapi Qing Lianxue merasa bahwa menjawab atau tidak pun, sepertinya dia sudah dituntun ke jaring yang dibuat oleh rubah.


"Nenek, tidak bisakah kita tidak membicarakan masalah ini disini?" Tanya Qing Lianxue dengan sedikit memohon dalam nada suaranya.

__ADS_1


"Siapa yang memulai topik ini untuk pertama kalinya?" Tanya Qing Wan lagi, dengan senyum yang sedikit nakal di wajahnya.


Sudut mulutnya berkedut hebat, tiga pandangan nya terhadap neneknya tumbang dan sepertinya dia harus meninjau kembali seperti apa nenek nya ini setelahnya. Sekarang kenapa dia tidak tahu, neneknya berpotensi untuk menggoda orang?


Rubah besar vs rubah kecil


Rubah besar itu menang lagi.


Keluarga Qing melihat pertengkaran antara nenek dan cucunya ini dengan sikap acuh tak acuh dan tidak terlalu peduli, karena mereka semua sudah terbiasa, dan tetap di akhiri dengan kekalahan total dari nona Lianxue.


Sementara itu, empat keluarga lain melihat Qing Lianxue yang secara terbuka menggoda kedua selir nya di depan umum, dengan pandangan dan tatapan menghina, memang seperti yang dirumorkan Qing Lianxue itu tidak bisa menahan diri! Dan ada juga beberapa orang yang iri dengan interaksi antara Qing Lianxue dengan kedua selir nya.


Tiba-tiba terdengar sorakan keras penonton lagi, semua orang pun mengalihkan perhatian mereka ke arah ring Pertarungan, dan episode Qing Lianxue yang menggoda selirnya segera terlewatkan.


Pembawa acara melihat ke arah penonton dengan senyum sopan di wajahnya, kemudian berkata "baiklah! Pertandingan Wuyi tahap pertama berakhir, akan tetapi jangan berpuas diri dulu! Pertandingan Wuyi tahap kedua baru saja dimulai!"


"Yey......!!!"


"Wow.......!!!"

__ADS_1


Teriakan keras penuh kegembiraan, semangat, bercampur dengan nada penuh kemarahan dan semua penonton pun tidak lupa untuk bertepuk tangan, kepada semua peserta yang akan bertanding.


Ketika keadaan mulai kembali agak tenang, pembawa acara pun segera ingin memanggil semua peserta yang lolos di pertandingan Wuyi tahap pertama ini untuk naik ke atas ring pertarungan, untuk pergi mengambil nomor. "Kembali ke aturan semula, Semua orang yang akan ikut dalam pertandingan Wuyi tahap pertama, silakan naik ke atas ring pertarungan secara teratur dan tertib, untuk yang pertama dimulai dari keluarga tersembunyi, lalu setelah itu dari lima keluarga besar....." Pembawa acara pun terus berbicara lagi tentang urutan naik ke atas ring pertarungan, agar tidak ada keributan besar lagi di sekitarnya nanti.


Karena mereka sudah mengalami nya satu kali, semua peserta pun akhirnya tenang dan semua orang berbaris dengan teratur dan tertib, setelah itu mereka semua naik ke atas ring untuk mengambil nomor urut pertandingan.


Dua jam kemudian, matahari seperti nya akan terbenam!


Semua peserta pun sudah selesai mengambil nomor urut pertandingan mereka, Qing Lianxue mendapatkan nomor 4 angka besar dan 15 angka yang kecil, ini artinya dia bertarung di hari keempat, setidaknya ini bukan hari terakhir lagi seperti sebelumnya.


Tetapi sebelum Qing Lianxue ingin bergembira dan bersemangat, satu ember air dingin kali ini benar-benar dituangkan dalam antusiasme nya, akibat dari kata-kata yang diucapkan oleh pembawa acara.


"Pertandingan Wuyi tahap kedua ini hanya berlangsung selama empat hari, jadi semuanya beristirahatlah dan bersiaplah untuk menjaga stamina yang baik untuk pertandingan Wuyi tahap kedua" kata pembawa acara dengan senyum bahagia di pagi.


Sudut mulut Qing Lianxue berkedut hebat lagi, wajahnya Qing Lianxue menjadi gelap, Nima! Ini tidak terlalu kebetulan, bukan? Pada akhirnya dia selalu saja naik ke atas ring ini pada hari terakhir! Penuh kebencian! Atau apakah ada tangan di belakang layar?


Memasukkan nomor pertandingan ke dalam ruang penyimpanan, setelah itu Qing Lianxue segera menarik tangan Qinglong dan Zi Yaolei sambil berkata "ayo pergi dulu, kita akan pergi ke tempat penginapan tim tentara bayaran Hongxue kali ini"


Setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Qing Lianxue, mereka berdua pun menganggukkan kepala mereka berdua dan setelah melihat persetujuan dari Qinglong dan Zi Yaolei, Qing Lianxue tersenyum kecil, kemudian dia segera menarik tangan mereka berdua untuk pergi ke luar arena Huangtian, bahkan dia tidak ingat berkata selamat tinggal pada neneknya sendiri, sang patriak.

__ADS_1


Qing Wan melihat tindakan cucunya yang tidak memuaskan, mendengus dalam hatinya, rubah kecil ini baru saja kecanduan selir, akan tetapi dia lupa dengan neneknya, ah!


Tetapi ketika dia memikirkan cicitnya yang akan datang, semangat nya pun akhirnya kembali pulih, Qing Wan pun akhirnya juga tersenyum seperti bunga, dia bahagia dalam hatinya berpikir untuk memamerkan anggur berkualitas tinggi yang seperti ini.


__ADS_2