
Setelah memikirkan nya berulang kali berbolak-balik, sebuah kilatan muncul di benak nya, akhirnya Qing Lianshui tahu apa yang salah dan yang menyebabkan kakak Xue seperti ini sekarang.
"Kakak Xue~~" panggil Qing Lianshui dengan suara yang sangat pelan.
"Um" Jawab Qing Lianxue dengan gumamam samar.
Qinglong dan Zi Yaolei di samping menatap ke arah Qing Lianxue dan Qing Lianshui, seperti sedang pergi menonton pertunjukkan yang bagus.
"Kakak Xue~~, maaf..." Kata nya Qing Lianshui dengan mata terkulai dan kepala nya sedikit menunduk.
"Oh..., Kenapa meminta maaf?" Tanya Qing Lianxue kepada Qing Lianshui, dengan matanya yang agak sedikit menyipit, di pupil hijau itu tidak ada riak apapun, sehingga sangat sulit untuk melihat emosi apa yang sebenarnya dimiliki oleh Qing Lianxue.
"Xiaoshui salah" kata Qing Lianshui yang secara tiba-tiba mendongak dan menatap lurus ke arah Qing Lianxue dengan mata biru berair, jernih dan terlihat agak sedikit menyedihkan.
"Salah...? Xiaoshui memang punya kesalahan apa?" Tanya Qing Lianxue lagi dengan nada suara yang datar kepada Qing Lianshui, sekarang masih tidak ada ekspresi apapun di wajahnya yang terlihat cantik. Tetapi dalam hatinya dia berkata bahwa, Xiaoshui tolong jangan melihat kakak Xue dengan mata berair seperti itu, jika tidak bagaimana dia akan berpura-pura untuk bertindak kejam, ah!
__ADS_1
Mendengarkan nada bicara Qing Lianxue yang secara bertahap menjadi datar, Qing Lianshui tiba-tiba menjadi panik dan juga segera mengaku kepada Qing Lianxue sambil berkata "Kakak Xue, seharusnya Xiaoshui memberitahu kakak Xue bahwa Xiaoshui pergi ke kota Wuzong hari itu"
"Huh~ bagus jika kamu mengetahui nya, akan tetapi Xiaoshui bukan itu masalah yang sebenarnya. Akan tetapi kamu pada hari itu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun, bahkan tidak meninggalkan catatan pada kakak Xue, dalam beberapa hari ini kakak Xue sangat khawatir dengan Xiaoshui, jika kamu mengatakan bahwa kamu ingin pergi ke kota Wuzong, kamu hanya tinggal berkata itu saja, sehingga kakak Xue tidak selalu merasa khawatir" kata Qing Lianxue dengan suara yang dipenuhi dengan keluhan dan bibirnya mengerucut dengan tidak puas dengan tindakan Qing Lianshui yang pergi ke kota Wuzong begitu saja, walaupun itu untuk mengikuti pertandingan Wuyi ini.
"Kakak Xue~, sebenarnya Xiaoshui hanya ingin memberikan kejutan untuk kakak Xue, bahwa Xiaoshui ini hanya ingin supaya kakak Xue tidak malu dengan identitas Xiaoshui, yang hanya seorang penjaga bayangan yang tidak terlihat dan seharusnya selalu tersembunyi di dalam kegelapan. Sekarang Xiaoshui mengikuti pertandingan Wuyi ini, supaya membuat kakak Xue menjadi bangga dengan apa yang diraih oleh Xiaoshui hari ini, dengan bakat yang semuanya di ajarkan kepada Xiaoshui oleh kakak Xue" kata Qing Lianshui dengan senyum cerah di wajahnya, dan matanya menatap ke arah Qing Lianxue dengan berbinar-binar.
Qing Lianxue sangat kewalahan dengan sikap rendah diri Qing Lianshui dalam hal identitas, meski dia dalam beberapa tahun terakhir mencoba untuk menciptakan rasa kesetaraan gender pada Qing Lianshui, walaupun Qing Lianshui selalu saja akan bersikap sangat santai kepada dirinya, akan tetapi sikap rendah diri ini sepertinya sudah melekat pada Qing Lianshui selama sembilan tahun lamanya, jadi sangat sulit untuk mengubah tampilan ini, lihat saja pada saat ini sikap ini muncul lagi.
Lagi pula benua Xing Yue ini adalah tampilan yang sepenuhnya terbalik dari bagaimana Huaxia di zaman kuno, jika di zaman kuno suami adalah surga dan perempuan harus bersikap rendah hati dan patuh, maka di benua Xing Yue ini istri tuan adalah surga dan laki-laki harus bersikap rendah hati, juga patuh, lembut dan berbudi luhur. Bahkan setelah Qing Lianxue mengamati benua Xing Yue ini selama tiga tahun ini, laki-laki di sini status nya sangat rendah, bahkan bisa dikatakan lebih rendah bagaimana wanita kuno itu di perlakukan. Inilah kenapa sekarang sikap Qing Lianshui sangat sulit di ubah, karena mungkin sikap itu sudah mengakar dalam sembilan tahun pelatihan nya menjadi penjaga bayangan di sampingnya dan juga bersembunyi di kegelapan malam.
Qing Lianxue tidak ingin berbicara tentang topik identitas Qing Lianshui, jadi dia pun segera mengalihkan topik pembicaraan.
"Xiaoshui kamu terlihat sangat baik di atas ring pertarungan tadi" Qing Lianxue juga memuji Qing Lianshui tanpa ragu-ragu.
Mendengar Qing Lianxue memaafkan dirinya, Qing Lianshui pun menjatuhkan batu yang ada dalam hatinya, dia juga akhirnya merasa lega. Setelah itu Qing Lianshui mendengar kata-kata pujian tanpa ragu-ragu dari Qing Lianxue, dia merasakan seperti berada dalam awan dan sangat senang dalam hatinya. Lalu dia bangkit dari kursinya dan langsung berjalan ke arah Qing Lianxue, setelah itu Qing Lianshui memeluk Qing Lianxue dengan erat dan tanpa basa-basi langsung mencium pipi Qing Lianxue dengan senyum bahagia di wajahnya.
__ADS_1
Qing Lianxue tidak terlalu terkejut pada saat Qing Lianshui memeluknya, dan dia juga membalas pelukan Qing Lianshui, akan tetapi Qing Lianxue tidak pernah menyangka bahwa Qing Lianshui akan mencium pipinya, matanya melebar dan badannya kaku, kedua pipinya tiba-tiba menjadi panas, apalagi di tempat yang bersentuhan oleh bibir Qing Lianshui di sana terasa lebih panas lagi, karena pada saat ini Qing Lianxue tidak memakai cadar dan bibir kecil Qing Lianshui jatuh ke kulit nya secara langsung. Lalu pada saat Qing Lianxue mencoba untuk menoleh ke arah samping kanannya, melihat mata cemburu dan juga wajah gelap dari Qinglong dan juga Zi Yaolei yang melihat ke arah nya, perasaan bersalah diam-diam pun muncul di kedalaman hati Qing Lianxue.
Perasaan bersalah? Mata cemburu? Tidak logis sama sekali! Bagaimana mungkin? Kenapa dia merasakan hal yang seperti ini dalam hatinya? Memang rasa bersalah apa yang dia rasakan terhadap Qinglong dan Zi Yaolei? Perasaan ini terasa aneh dan sangat asing, kenapa pada saat dia dicium oleh Qing Lianshui di pipinya, hal perasaan rasa bersalah ini muncul begitu saja dan tidak bisa dijelaskan. Akhirnya hanya ada kebingungan di pupil hijau Qing Lianxue, kepalanya tampak berpikir keras.
Sayangnya Qing Lianxue yang terlalu gembira, tidak melihat perubahan di mata Qing Lianxue dan juga perubahan pada wajah Qing Lianxue pada saat ini.
Ini hanya ciuman di pipi? Qin Lianxue, pikiran kotor apa yang kamu pikirkan?
Melihat ekspresi gembira di wajah Qing Lianshui dan pupil biru berair dan juga jernih, Qing Lianxue merasa lebih malu.
"Ekhm~!" Qing Lianxue akhirnya berdeham ringan.
Setelah itu Qing Lianxue berkata pada Qing Lianshui, "Karena besok adalah hari ulang tahun mu, kakak Xue akan pergi membawa Xiaoshui ke suatu tempat di kota Yi'an ini. Perlakukan hal ini sebagai kejutan ulang tahun mu besok, jadi lebih baik besok jangan pergi untuk menonton pertarungan di atas ring, arena Huangtian"
"Benarkah…?" Tanya Qing Lianshui dengan senyum bahagia di wajahnya yang terlihat tidak pernah hilang sama sekali.
__ADS_1
"Tentu saja! Bagaimana mungkin Kakak Xue bercanda tentang hadiah ulang tahun mu dan sekaligus ini adalah hadiah untuk upacara hari kedewasaan mui" kata Qing Lianxue pada Qing Lianshui dengan senyum licik di wajahnya yang terlihat jelas, tetapi Qing Lianshui mengabaikan hal-hal di ekspresi wajah Qing Lianxue yang pucat dan lemah.
"Xiaoshui tahu bahwa kakak Xue adalah yang terbaik untuk Xiaoshui" kata Qing Lianshui dengan senyum bahagia di wajahnya, itu membuat wajahnya itu semakin tampak imut dan lucu. Mau tidak mau Qing Lianxue akhirnya mencubit pipinya Qing Lianshui beberapa kali.