
Dulu begitu melihat keharmonisan Qing Lianxue dengan para selirnya, banyak wanita mencemooh, melihat ke arah ke tiga selir Qing Lianxue dengan mata yang kasihan, seolah melihat bunga yang ditanam dalam kotoran sapi. Sedangkan laki-laki melihat ke arah Qinglong dan Zi Yaolei dulunya dengan mata yang penuh ejekan dan bangga, karena walaupun Qinglong dan Zi Yaolei itu cantik, tetapi istri tuannya adalah seorang sampah dan juga monster.
Tetapi sekarang para wanita dan laki-laki memandang ke arah Qing Lianxue dan selirnya, dengan tatapan mata iri dan cemburu. Ternyata itu bukan bunga yang masuk ke dalam kotoran sapi, melainkan pasangan dewa dan dewi abadi yang bebas dari kembang api dunia, terlihat sangat cocok satu sama lainnya. Akan tetapi hanya bisa melihat dengan rasa iri dan juga cemburu pada pasangan Qing Lianxue dan ketiga selirnya.
Qing Lianxue tidak peduli dengan apa yang dipikirkan oleh semua, sekarang dia merasa sangat rileks.
Mengulurkan tangannya ke pipi kanannya, kemudian Qing Lianxue mengelus pipinya sambil berpikir dalam hatinya, bahwa pada akhirnya dia berhasil untuk mematahkan semua rumor yang buruk tentang Qing Lianxue yang dulu.
Setelah tersadar dari lamunannya itu, Qing Lianxue kembali melanjutkan untuk menonton pertarungan antar para penyihir berbakat yang lainnya.
Dari kejauhan Qi Jiajun menggigit bibirnya, sesekali melihat ke arah tempat duduk nya Qing Lianxue, matanya mengandung terlalu banyak emosi, keengganan, kemarahan dan juga banyak penyesalan yang muncul.
Qi Jiajun sangat enggan berpikir jika dia masih bersama dengan Qing Lianxue, posisi Zhenghu itu adalah miliknya! Identitas nya adalah yang harus dihormati dan disegani oleh ribuan orang dari keluarga Qing dan juga keluarga Qi, bagaimana pun juga keluarga Qing duduk di posisi ke tiga di antara lima keluarga besar.
Melihat Qinglong dan Zi Yaolei yang sangat lengket dengan Qing Lianxue, Qi Jiajun merasa sangat marah dalam hatinya. Dia melihat ke arah tangan Qinglong yang sedang mencubit pipi Qing Lianxue, dengan penuh keluhan, iri dan juga cemburu.
Sekarang dengan Lu Jiangxue, dia hanya punya status suami sampingan saja! Bahkan pelayan jauh lebih baik diperlakukan dari pada dirinya sendiri, di mansion keluarga Lu ini.
__ADS_1
Memikirkan nasibnya sendiri untuk bersaing bantuan Lu Jiangxue dengan belasan pelayan-pelayan Lu Jiangxue, mata Qi Jiajun memerah, menggigit bibirnya dan tidak ingin membiarkan dirinya mengeluarkan air mata dan menangis, di keramaian seperti ini.
Qing Lianxue terdiam, karena dia merasakan seperti ada orang yang menatap ke arah nya, tetapi pada saat dia menoleh, Qing Lianxue melihat semua orang masih terpaku pada Pertarungan para penyihir jenius.
Mata Qing Lianxue menyipit dan dengan lengkungan kecil di bibirnya,
Qing Lianxue berbalik lagi mencoba untuk berpura-pura berbicara dengan Qinglong dan Zi Yaolei, akan tetapi matanya terus mengawasi ke arah keluarga Lu, yang paling di curigai di antara kerumunan oleh dirinya sendiri, setelah itu Qing Lianxue dengan cepat menoleh lagi untuk melihat ke arah orang yang menatap ke arah nya sendiri.
Segera ke empat mata itu bertemu, Qi Jiajun sangat senang ketika dirinya menemukan bahwa Qing Lianxue ini sedang menatap ke arah nya, secara alami dia tersipu dan wajahnya pun memerah, melihat wajah yang sangat cantik itu, baru saja dia menemukan bahwa, jantungnya mulai berdetak tidak terkendali. Qi Jiajun yang pada saat ini sedang sibuk dengan fantasi nya sendiri, tidak melihat rasa jijik yang jelas di pupil hijau Qing Lianxue.
Dalam hatinya Qing Lianxue juga merasa menjijikkan dalam hatinya, begitu dia melihat penampakan malu-malu dan wajah memerah Qi Jiajun, Qing Lianxue merasa muak!
Setelah mengatakan itu Qinglong lalu menatap Qing Lianxue yang berada di sampingnya itu dengan tatapan yang sengit, Qing Lianxue yang ditatap oleh Qinglong merasakan kulit kepala nya mati rasa, Uh~ sangat sulit! Begitu sulit untuk menjadi seorang wanita yang cantik dan imut! Qing Lianxue diam-diam mengeluh dalam hatinya.
"Qi Jiajun itu masih berfantasi hal-hal yang tidak seharusnya dia pikirkan!" Kata Zi Yaolei dengan suara yang dingin, dia memeluk pinggang nya Qing Lianxue dengan dominan dan masih mencubit pinggang nya Qing Lianxue, mengungkapkan rasa kesal dan juga cemburu nya.
Woo~ Qing Lianxue menyesalinya!
__ADS_1
Seharusnya dia tidak menatap ke arah Qi Jiajun, walaupun itu adalah tatapan jijik nya terhadap Qi Jiajun, tetapi tampaknya akan berbeda jika dia tidak menatap ke arah nya?
Merasakan sedikit rasa sakit di pinggang nya, Qing Lianxue pun berpura-pura untuk mengeluarkan air mata nya dan berkata dengan ekspresi wajah yang menyedihkan, pada Qinglong dan Zi Yaolei
"sakit" setelah mengatakan itu, air mata pun jatuh mengalir di pipinya Qing Lianxue, wajahnya dipenuhi dengan keluhan yang dalam.
Melihat air mata mengalir di kedua pipinya Qing Lianxue, rasa dingin dan cemburu di wajah Zi Yaolei segera menghilang dan digantikan dengan kesusahan dan kekhawatiran dalam matanya. Qinglong tidak terlalu paham masalah-masalah yang rumit, akan tetapi ketika dia melihat air matanya Qing Lianxue, Qinglong segera merasa sangat tertekan.
"Lianxue, maaf" kata Zi Yaolei sambil mengelus bagian yang dicubit olehnya, sepertinya dengan temperamen Qing Lianxue yang kekanakan pasti akan sangat sulit untuk mendapatkan kata-kata dia tidak marah lagi dengan semua orang.
"Huh~!" Qing Lianxue pun hanya mendengus dingin, tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Qinglong dan Zi Yaolei, secara alami tentu saja dia masih marah pada Qinglong dan Zi Yaolei saat ini.
"Xiao Xue aku juga minta maaf Ok" kata Qinglong dengan sangat cepat, setelah itu Qinglong mengatakan beberapa lelucon kerajaan untuk menyenangkan Qing Lianxue.
"Huh~~, hitung kalian berdua kenalan". Kata Qing Lianxue dengan tatapan marahnya pada Qinglong dan Zi Yaolei, tetapi ada senyum tipis di wajahnya yang tidak dia sadari.
Zi Yaolei menghapus air mata Qing Lianxue, sambil berkata "ya...ya tentu saja, apapun yang dikatakan oleh Lianxue" melihat senyum tipis di wajahnya Qing Lianxue, Zi Yaolei tahu bahwa Qing Lianxue pada saat ini sudah memaafkan mereka berdua.
__ADS_1
Qinglong menggertakkan giginya dengan marah, Zi Yaolei ini terlalu pandai untuk mengatakan kata-kata yang menenangkan orang lain. Tapi harus dikatakan bahwa itu pasti akan sangat efektif.
Semua orang di keluarga Qing ini, seperti ditabur oleh makanan anjing nona muda keluarga mereka, sedemikian rupa sehingga dia sudah lupa pada dirinya sendiri.