Yes! We Are Twins

Yes! We Are Twins
Eps. 14


__ADS_3

Setelah mengalami perjalanan kurang lebih dua puluh menitan, Kenan dan sekeluarga yang terdiri dari dirinya dan sang istri, kedua anak-anaknya, Kanza dan Kenzo, juga sang ibu mertua dengan anak dan menantunya, Amara, Al dan Elsa, beserta seorang anak perempuan mereka, tiba di pesta perjamuan dengan disambut ramah oleh para pegawai dan staff hotel.


Oh, ya. Ini bukan pesta sembarangan. Ini adalah pesta hari jadi Perusahaan Good Food Company yang ke-25 tahun. Bahkan, pesta perjamuan ini saja ditempatkan di salah satu hotel bintang lima yang sangat terkenal akan nuansa, pelayanan, dan harga sewanya yang di atas nilai rata-rata.


Apalagi menyewa aula besar seperti ini. Harganya bisa sampai—



Sudahlah! Biarkan sultan yang berbicara!


"Kak Sasa! Kok, di sini banyak orang, ya?" Pertanyaan aneh dari Beby, dibalas jitakan kecil yang mendarat di dahinya. Dan pelaku itu tak lain ialah Kenzo.


"Dasar Bocil! Namaya juga party, ya kali sepi kayak di kuburan."


Beby merengut sebal seraya mengusap pelan dahinya. "Jahat banget, sih! Kan, Beby baru pertama kali datang ke acara beginian!"


Kenzo tidak lagi membalas ocehan sepupunya itu. Cowok itu hanya diam dan kalem. Berbeda jauh ketika dirinya berada di sekolah, di tempat tongkrongan, apalagi di rumah.


"Udah-udah! Si Kenzo emang ngeselin. Mending Beby sekarang jauh-jauh, deh, dari kembaran Kak Sasa yang satu ini. Oke?" Kanza berucap setengah berbisik pada Beby. Gadis itu hanya terkekeh dan berkata 'oke', seraya memeluk lengan Kanza.


"Za! Zo! Papih, Mamih, sama Oma harus ke sana dulu, ya. Mau nyapa yang punya party."


"Oh, ya udah. Kalian pergi aja. Biar Kanza, Kenzo yang jagain." Ucap Kenzo, membuat Kanza spontan mencebikkan bibirnya.


"Sekalian jagain Beby juga ya, Zo! Tante Elsa sama Om Aldo juga harus ikut ke sana buat nyapa." Elsa, kakak iparnya Chelsea, ikut buka suara. "Beby! Mama titipin kamu ke Kak Sasa sama Kak Kenken, ya?" Ucapan Elsa kini beralih pada putri sematawayangnya.


"Mama tenang aja! Ada Kak Sasa sama Kak Kenken di sebelah Beby. Mama sama Papa sibuk aja dulu,"


"Iya, Tante. Ada Kanza sama Kenzo, kok, yang jagain." Ujar Kanza. Senyum hangat di wajahnya terbit seketika.


"Ya sudah, kita ke sana dulu. Zo! Jagain anak Om, ya?"


"Siap, Om!"


Tak lama kemudian, mereka berlima pergi meninggalkan Kanza, Kenzo, dan Beby, untuk menyapa pemilik pesta serta para kolega bisnis, seperti yang mereka katakan beberapa saat yang lalu.


"Zo! Cari tempat duduk, yuk! Kaki gue pegel, nih! Gue gak terlalu biasa pake high heels," Kanza menoel kembarannya yang berdiri tak jauh darinya.


Kenzo melirik sebentar pada Kanza, lalu dilanjut mengedarkam pandangannya ke seliruh penjuru ruangan yang mulai dipenuhi para tamu-tamu penting.


"Di sana aja gimana?" Kenzo menunjuk beberapa meja yang masih kosong di depan sana.


Kanza dan Beby saling melirik ke tempat yang ditunjuk Kenzo. "Ya udah. Gue udah pegel, gak kuat."


Kenzo terkekeh seraya melangkahkan kakinya di samping Kanza. "Mau gue gendong? Dulu waktu kecil, kalo lo ngeluh-ngeluh capek, pegel begini tuh, pasti minta digendong."


"Bodo amat! Sekarang gue udah gak secengeng dulu. Ya kali!" Balas Kanza seraya merengut. Beby yang posisinya masih nempel di dekat Kanza terkikik geli.


"Kak Kenken ternyata dulu orangnya penyayang  juga, ya. Kirain enggak,"


Dikomentari seperti itu, tentu saja membuat Kenzo tidak terima. Biang onar begini, dulunya Kenzo adalah saudara yang baik. Perhatian, dan selalu melindungi Kanza, kembarannya.


"Heh, Bocil! Jangan menilai orang cuma dari sampulnya doang! Paham?!" Ucap Kenzo. Gadis itu hanya mencibir membalasnya.


Setibanya ketiga remaja itu di tempat yang tadi ditunjuk Kenzo, ketiganya mulai mendudukkan diri masing-masing di kursi mereka.


"Tempat ini beneran kosong? Bukan disiapin buat orang penting, kan?"


"Lo pikir kita bukan orang penting? Kita juga penting. Kek gak kenal aja, Papih kita ini termasuk orang disegani di kalangan bisnis. Salah satunya ya, Di Perusahaan Good Food Company, yang sekarang lagi ngerayain ulang tahun ke 25. Kalo gak salah nih, ya, saham Papih di Good Food Company tuh paling besar keempat setelah dari satu sampai tiga milik anggota keluarga mereka. Keren gak, tuh?" Ucapan panjang lebar Kenzo, mendapat respon takjub dari Kanza.


"Serius? Tadi nama perusahaan ini apa namanya?" Tanya Kanza. Kenzo terlihat menyamankan posisi duduknya sejenak.


"Good Food Company."


Kanza terlihat berpikir sejenak, "Nama hotel ini ... Good Hotel, kan? Jangan-jangan..."


Kenzo menjentikkan jarinya tepat di hadapan kembarannya. "Pinter! Selain di bidang makanan, minuman dan bahan pangan, keluarga mereka juga punya beberapa hotel mewah, salah satunya ya hotel ini." Ucap Kenzo. Dan saat itu juga, Kanza semakin dibuat takjub setelah mendengar penjelasan Kenzo.


"Berarti, keluarga kita di bawah mereka, dong?" Ucapan Kanza, membuat Kenzo tidak senang.


"Sembarangan! Lo lupa, kalo Papih pernah cerita ke kita, kalo dia punya pulau pribadi? Lo pikir beli pulau uangnya berapa? Pokoknya, ya! FJ Corp dari Keluarga Besar Jiran sama Good Food Company dari Keluarga Adithama tuh hampir sama rata. Dua-duanya memiliki anak perusahaan terbanyak yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Weysss... Keren gak, gue jelasinnya? Udah cocok jadi penerus gak, nih?" Penuturan Kenzo, dibalas tawa sinis dari kembarannya.


"Iyain aja, deh." Balas Kanza.

__ADS_1


Beby yang tidak paham kedua kakak sepupunya sedang membicarakan apa, hanya diam dan cemberut. Gadis itu melirik ke sekelilingnya yang semakin dipenuhi para tamu-tamu tidak dikenal.


"Zo! Gue laper, nih! Bawain makanan sama minuman yang ada di sana, ya!" Kanza menepuk bahu Kenzo yang berada di sebelahnya.


Kenzo tampak berdecak sebal, tapi ujung-ujungnya juga pergi mengambil beberapa camilan yang dimaksud Kanza.


"Nih!" Tak butuh waktu lama, cowok itu sudah sampai ke tempat semula dengan membawa tiga buah wafel dengan rasa yang berbeda.


"Uwwuuu! Kembaran gue emang yang paling the best!" Puji Kanza, lalu mengambil wafel dengan es krim favoritnya.


"Tau aja, Beby suka wafel siram saus cokelat." Beby juga ikut mengambil wafel yang dibawa Kenzo.


"Minumnya mana?" Kenzo berdecak seraya menatap nyalang sepasang manik mata kembarannya. "Bawel banget si, lo! Noh, diambilin sama pelayannya. Ya kali gue yang bawa! Lo pikir tangan gue ada sepuluh, hah?"


Kanza menyengir tanpa dosa. Gadis itu tidak membalasnya lagi dan memilih menikmati makanannya. Bisa gawat, kalo si Kenzo udah marah begini!


...****...


"Kenan?" Seorang pria paru baya yang sepertinya seumuran dengan Kenan, menyapa dengan sapaan sopan.


"Hai, Geo! Selamat ulang tahun perusahaan yang ke-25! Semoga bisnisnya semakin lancar dan semoga bisa kembali menambah anak perusahaan yang baru," ujar Kenan.


Pria yang disapa Geo itu hanya tertawa seraya memeluk jantan rekan bisnis, sekaligus teman semasa kuliahnya itu. Geo atau memiliki nama lengkap Geovano Erza Adithama adalah seorang CEO dari Good Food Company.


"Amin. Oh, iya. Kapan kita bisa mempertemukan kedua keluarga kita? Aku ingin segera memiliki menantu dari Keluarga Jiran."


Kenan dibuat geleng-geleng kepala. Pria itu lantas memperkenalkan terlebih dahulu istrinya kepada Geo.


"Jangan terus-terusan menggoda. Anakku masih kecil. Lebih baik aku perkenalkan kembali istri, dan juga ibu mertuaku."


Geo tersenyum manis kepada Chelsea dan juga Amara. "Halo. Terima kasih sudah datang ke perjamuan kami. Saya merasa sangat terhormat karena calon nenek besan dan nyonya besan datang ke sini. Lain kali, anaknya juga dibawa. Sekalian saya perkenalkan juga dengan anak saya. Siapa tahu benar-benar berjodoh?"


"Kamu ini! Kanza masih kecil. Nanti kalau sudah lulus kuliah, bisa dipertimbangkan kembali!?" Ujar Amara. Geo, Kenan dan Chelsea, spontan tertawa. Keempatnya mulai sibuk mengobrol dan bercanda. Tidak ada sedikitpun kecanggungan.


...****...


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Dan malam puncak pesta sekitar beberapa saat lagi. Kini seluruh tamu undangan sudah mulai duduk dan berdiam diri di tempat mereka.


Lampu ruangan juga mulai dimatikan, dan hanya lampu yang tertuju ke panggung yang menyala.


Sedari beberapa saat yang lalu, Kanza terlihat tidak terlalu nyaman duduk di tempatnya. Gadis itu terlihat gelisah, dan Kenzo dapat melihatnya dengan jelas.


"Lo kenapa, Za? Kek cacing kepanasan aja."


Kanza menatap nyalang kembarannya. "Sembarangan! Gue mau ke toilet, nih. Toiletnya di mana ya, kira-kira?"


"Noh, di belakang! Kalo masih gak bisa ketemu, lo tinggal tanya-tanya aja ke pelayan sama staff yang ada di sini." Ujar Kenzo.


Kanza langsung bangkit dari posisinya, dan berjalan dengan tergesa tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada Kenzo.


Sepeninggalan Kanza ke kamar mandi, Kenzo menyibukkan diri dengan menyimak dan mendengarkan pidato di depan panggung sana.


Sementara itu, Kanza yang baru tiba di toilet, langsung buru-buru masuk ke dalam salah satu bilik toilet yang kosong.


Sedari tadi gadis itu terus menahan pipis. Setelah menahan hampir seperempat jam, akhirnya Kanza mulai bisa bernapas lega.


"Emang dasarnya aja harus ada drama pengen pipis." Gumam Kanza. Gadis itu mulai mencuci kedua tangannya dengan air dan sabun yang tersedia di sana.


"Huufft..." Kanza mengembuskan napas lelah. Gadis itu ingin segera pulang dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur kesayangannya.


Kantung matanya juga mulai terlihat sedikit menghitam. Pasti karena kemarin malam dirinya begadang gara-gara baca komik online semalaman.


"Gue gak bawa make-up lagi. Muka gue jadi kayak panda gini, kan?" Gerutunya. Kemudian memutuskan untuk keluar dari bilik toilet setelah dirasa telah menyelesaikan urusannya.


Setelah gadis itu sepenuhnya keluar dari dalam toilet, seseorang yang juga baru saja keluar dari toilet laki-laki melihat punggung gadis itu yang perlahan mulai menjauh.


Berhubung toilet laki-laki dan perempuan saling berhadapan, otomatis mereka bisa saling bertemu atau bahkan saling berpapasan.


Merasa bahwa gadis yang baru saja keluar dari bilik toilet itu terlihat familiar, laki-laki itu seberusaha mungkin menyamakan langkah kakinya dengan gadis itu.


"Kanza?" Laki-laki itu memanggil namanya.


Ketika gadis itu mulai berbalik, seseorang yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan akan berada di tempat mewah ini, kini berdiri tepat di hadapannya.

__ADS_1


Sial! Kok, dia bisa ada di sini? Jangan sampe dia tahu kalau gue—


"Za? Lo juga di sini?" Dan, yah. Laki-laki itu adalah Alex.


Entah disengaja ataupun memang kebetulan, Kanza sepertinya selalu berpapasan dengan Alex di saat yang kurang tepat.


"Eh? Oh! Gu-gue ke sini sama orang tua gue!" Kanza berucap gugup setengah mati.


Sial! Sial! Sial!


Apakah pada akhirnya dirinya akan ketahuan?


"Ekhem. Lo sendiri kenapa bisa di sini?" Kanza balik bertanya, membuat cowok itu tertawa kecil seraya geleng-geleng kepala.


"Ini, kan perjamuan yang dibuat sama Bokap gue. Ya kali gue gak ke sini," jawab Alex. Seketika membuat Kanza membeku seraya menatap cowok itu dengan tatapan tidak percaya.


"Hah? Tunggu-tunggu! I-ini pesta Bokap lo?" Kanza mengulangi perkataan Alex. Takut kalau dirinya hanya salah dengar.


Alex dengan wajah tampan berbalut kemeja putih dengan jas berwarna hitam dan dasi yang senada, mengangguk polos.



"Kaget, ya?"


Bukan kaget lagi! Banget, woi! Alex ternyata adalah anaknya seorang sultan!? Daebak!!!


Kalau dipikir-pikir, papan nama cowok itu di seragam sekolahnya tertulis, Alexi Erza A. 'A' yang Kanza tebak-tebak selama ini ternyata artinya adalah 'Adithama'?


Ha ha ha! Lucu sekali!


Dia datang ke pesta perjamuan papanya Alex dengan membawa satu keluarga, termasuk Kenzo yang adalah kembarannya.


Nanti saat acara ini selesai, mungkinkah...?


Aaaa!!! Enggak!!! Kanza belum siap jikalau orang-orang nanti tahu siapa dirinya. Kanza masih memiliki trauma mendalam semasa kecil.


Cukup semasa sekolah dasar saja dirinya merasakan trauma itu. Tidak dengan sekarang maupun di lain hari.


"Ekhem. Kalo gitu, gue duluan, yah! Mereka pasti udah nungguin gue!" Ucap Kanza.


Tanpa Kanza sadari, dari belakang keduanya sudah berdiri seseorang yang hampir saja masuk ke dalam sana. Sayangnya, Alex melihat dengan jelas siapa orang tersebut.


Kenzo? Ngapain dia malah keluar lagi?


"Ya udah, gue duluan ya, Lex! Bye!" Melihat Alex yang sepertinya tengah teemenung, inilah kesempatan bagus bagi Kanza.


Gadis itu setelah mengatakan ucapannya langsung berlari dan meninggalkan Alex yang tampak tersadar bahwa gadis di hadapannya sudah kabur dari pandangannya.


"Pada kenapa, si? Si Kenzo juga! Tadi sore waktu chattan masih fine-fine aja. Kenapa barusan kek orang abis liat sesuatu? Gue sama Kanza, kan, gak ngapa-ngapain!?" Gumam Alex.


Setelahnya, Alex juga mulai keluar dari toilet dan memilih pergi meninggalkan pesta perjamuan yang baru dimulai setengah jalan.


Bukan apa-apa. Hanya saja, sebenarnya ia tidak berminat sama sekali datang ke pesta perjamuan yang dibuat papanya untuk memperingati ulang tahun perusahaan.


Dirinya lelah dan letih menjalani hidup yang sama sekali bukan keinginannya.


^^^To be continue...^^^


Cuplikan part selanjutnya>>>>


"ASAL KALIAN TAHU AJA! SI MURID BARU INI, PINDAH KE SEKOLAH KITA BIAR BISA PACARAN TERANG-TERANGAN SAMA KENZO! IYA, KAN?" Pekikkan keras seorang gadis di tengah-tengah lapangan, membuat hampir seluruh murid-murid SMA Naruna berkerumun membentuk kerumunan.


Kanza yang dituduh berpacaran dengan Kenzo oleh anak-anak lain tentu saja tidak terima.


Dikira gue apaan pacaran sama saudara kembar gue sendiri?!


.


.


.


Ekhem. Aku update lebih pagi ye gais. Maaf, kemarin tidak update, dikarenakn naskahnya baru beres jam setengah 12 malem. Aku begadang, pdhl besoknya masih harus saur. Tapi, udah biasa sih. Cuman yah, ini juga gak tau udah keberapa puluh kali aku menguap sana sini, rebahan sana sini, dan akhirnya selesai juga.

__ADS_1


Oh, ya. Aku jga mau bilang kalo beberapa hari ke depan aku gk bisa janjiin bkl update, karena berhubung sebentar lagi lebaran, aku bkl sibuk bgt soalnya. Sawal kita ketemu lagi ya:)


Buat kalian para reader-ku yg sedang melaksanakan ibadah puasa yang sebentar lagi mau selesai, minal aidzin wal faidzin, yaaa... mohon maafkan Author yg sering telat update, jrang update, dan update-nya 1 eps doang, kdang 2 eps, kdang enggak😁 atau mungkin ada beberapa perkataan aku yang pernah menyinggung perasaan kalian, sekali lagi maaf, ya🙏 semoga di lebaran kali ini, wabah covid bisa segera dihilangkan dan kita semua bisa kembali menjalankan aktivitas seperti dulu lagi. Dan, semoga kita juga diberi kelancaranan dalam menerima THR nya, ya😃 semoga amplop THR nya banyak, aamiin...😆 cukup buat beli skin care sama baju lebaran, wkwk🤣 oke, deh, mungkin segitu dulu aja. Makasih yang udah kasih vote, like, komen, maupun yang sudah memasukkan cerita ini ke daftar favorit kalian. Sekali lagi terima kasih dan sekian.


__ADS_2