
Fiko yang kebetulan ada janji menemui gio untuk mengantar langsung beberapa berkas dari perusahaannya tidak sengaja melihat skyla yang sedang tertidur disofa loby,terlihat ada dua orang karyawan pria disana yang sengaja duduk untuk menatap gadis cantik yang terlelap itu, skyla yang mengenakan dres putih dibawah lutut ditambah blazer merah muda terlihat sangat jelas wajah cantiknya saat tidur hidungnya yang mancung,kulit wajah yang mulus dan putih,bibir pink mungilnya membuat kedua pria itu mulai kehilangan akal ingin menyentuh wajahnya.
"Hei apa kalian mau mati" memegang tangan salah satu pria yang ingin menyentuh wajah skyla
"Tuan fiko" keadaan gugup dan menunduk
"Sebaiknya kalian pergi atau kalian mau mati disini" mengancam dengan nada berbisik
"Permisi tuan,dan maafkan kami" pergi
Fiko hanya menggelengkan kepala melihat gadis didepannya yang tertidur semaunya
Nona ini benar benar aneh haha kenapa dia bisa tidur sembarangan,untung saja aku datang nona kalau tidak ku yakin kau pasti sudah dipegang oleh pria pria tadi.
Gio yang sedikit berlari ke arah resepsionis menanyakan skyla
"Hey kalian apa ada wanita mencariku" tegas
"Ada tuan tapi tuan tenang saja kami mau mengusirnya tadi tapi karna dia bilang teman tuan bukan mengaku kekasih tuan jadi kami tidak mengusirnya" tersenyum percaya diri
"Apa apa kalian hampir mengusir gadisku,sekarang dimana dia" marah
Matilah kalian kalian sudah membuat tuan muda ini benar benar marah batin sam
"Maafkan kami tuan disana,menunjuk sofa" ketakutan
"Astaga kenapa kalian meletakan gadisku disana dan menjadi tontonan orang" meninggalkan resepsionis
Gio yang melihat skyla tertidur dan melihat pria yang membaca koran disampingnya,rasanya ia ingin menghajar pria yang berani duduk disamping gadis itu
"Hey kau,singkirkan koran itu dari wajahmu dan menjauh lah dari gadisku" nada marah
Berani sekali pria ini duduk disampingnya ingin ku hajar saja
"buahahhahaa" tawa fiko terdengar keras "kau kena sekarang bro haha jadi dia gadismu" ahhaha
"Tidak lucu ko,kenapa kau duduk disampingnya" menghembuskan nafas dengan kasar
"Hey harusnya kau meneraktirku makan karna aku sudah membantu menyelamatkan gadismu ini haha" tertawa
"Bicara yang jelas ada apa dengannya" mulai cemas mendekat ke skyla
"Waktu aku kesini aku melihat dua karyawanmu yang menatap gadis ini penuh nafsu dan hampir memegang wajahnya yang mulus itu" menunjuk skyla
"Apa apa kau serius,biar ku hajar mereka" mulai berjalan
"Hey bro apa kau mau meninggalkan gadismu lagi,atau mau aku saja yang menggendongnya ke ruanganmu" menggoda gio
"Tidak usah aku saja,sam kerjakan tugasmu" mengangkat tubuh skyla dan mulai menuju lift
"Aku akan menemuimu nanti bro aku ingin merokok dulu" fiko keluar dari loby
Skyla yang merasa tubuhnya terbang tiba tiba terbangun dan meronta kaget karna digendong gio
__ADS_1
"Astga gio lepaskan ini koridor kantormu" meronta
"Diamlah kita hampir sampai" mengencangkan gendongannya
Skyla hanya menutup wajahnya karna malu dengan karyawan yang melihatnya digendong tuan muda mereka.
"Kau kenapa ceroboh sekali tidur disana" menurunkan skyla
"Kenapa jdi kau yang marah aku yang harusnya marah,ponselmu tidak bisa di telpon,aku lama menunggumu" protes kesal
Kenapa jadi dia yang marah sih kan aku yang lagi kesal
"Kau bisa menungguku diruangan ini gadis kucing" nada tinggi
"Karyawanmu tidak mengijinkan,baiklah itu tidak penting yang mau ku bahas kenapa kau mengirimkan bunga bunga itu kau mau mendoakan ku meninggal gio hah" terlihat marah
"Aku tidak telalu paham dengan bunga jadi ku kirimkan kau yang berhubungan dengan bunga dan coklat,apa kau tidak suka" terlihat menyesal
"Astaga gio bukannya aku tidak suka tapi kau sangat berlebihan,apa ini karna kejadian kemarin" menatap gio
Gio hanya diam dan tidak menjawab
Ya ini karna mereka aku juga bisa memberimu atau membelikan toko bunga sekalian untukmu.
"Kalau memang benar begitu kau harus tau satu hal gio, aku minta kau jangan menyamakan dirimu dengan pria pria itu karna kau berbeda,kau jauh lebih baik dari mereka" memegang wajah gio lembut
"Benarkah yang kau katakan ini skyla" menatap hangat
"Baiklah kau mau apa dariku kalau tidak mau bunga dan coklat,apa mau tas terbaru atau sepatu atau apa aku ingin memberimu hadiah" mengacak rambutnya bingung
"Aku mau dirimu" tersenyum malu
Skylaaa oon sekali kamu mengatakannya,apa dia marah
"Kau sudah memilikku nona kemarilah" merentangkan tangan
"Gioo maafkan aku memarahimu" memeluk gio
Ah pria ini manis sekali ternyata ada sisi manisnya juga.
Pintu ruangan gio terbuka terlihat fiko yang diikuti sam mulai masuk kedalam
"Ehem apa kami mengaggangu" fiko menggoda
"Ah tuan fiko" melepaskan pelukan
"Hey kau panggil dia fiko saja jangan pakai tuan" ucap gio
"Haha atau mau panggil kakak gak papa" tertawa
"Fikoooo" kesal
"Maaf bro bercanda,oh ya nona skyla tadi priamu ini berjanji meneraktirku makan masakanmu malam ini" tertawa duduk di sofa
__ADS_1
Maaf gio aku senang menggodamu saat marah hahaha
"Benarkah itu gio,kenapa jadi masakanku"menyelidiki
"Untuk pengenalan saja nona sekalian kitakan tetangga apartement,ya kan gio" tertawa lagi
"Ya benar aku juga mau makan masakanmu" memegang hidung skyla dan melotot ke arah fiko
Maafkan aku, aku tidak mungkin menceritakan masalah diloby tadi,nanti kau akan ketakutan lagi seperti kemarin.
"Baiklah karna sudah beres urusanku tadi berkasnya sudah disimpan sam aku pergi dulu,nona skyla aku tunggu malam ya dan buatklah porsi besar karna aku mengajak temanku nanti" tertawa sambil berjalan keluar
"Sam apakah sudah" menatap tajam
"Sudah tuan" mengangguk
"Kalau kau tidak mau tidak usah dengarkan kata fiko tadi" mengelus rambut skyla
"Tidak gio aku tidak keberatan, tapi sepertinya aku akan belanja dulu kesupermarket" tersenyum
"Ya aku akan menemanimu,tapi bisakah kau menungguku dulu aku lagi memeriksa beberapa berkas" tersenyum
"Mmm gio apa kau punya makanan" sedikit malu
"Yang benar saja apa kau belum makan" nada terkejut
"Iya aku belum makan siang gio,aku kesal denganmu jadi lupa" menunduk
"Sam tolong belikan beberapa makan"
"Baik tuan" mengangguk pergi
Tidak lama sam membawakan makanan untuk skyla dengan cepat skyla menghabiskan makanan itu, sambil menunggu gio skyla hanya memainkan ponselnya
"Gio apa kau sudah selesai ini sudah pukul 5 sore" Mengetuk jam tangannya
"Ya mari kita pergi" merangkul skyla
Mobil gio pun meluncur dengan cepat ke supermarket yang tidak jauh dari kantornya,disepanjang perjalanan ponsel gio berdering terus dan tidak pernah diangkatnya
"Kenapa tidak diangkat gio" menoleh kearah gio
"Tidak penting" tersenyum
Aku tidak akan merusak acara kita dengan mengangkat telpon wanita ini
"Sam"
"Baik tuan" menatap spion belakang mengangguk
Ah apasih asisten dan tuannya ini aneh,dipanggil nama saja si sam ini langsung paham apa mereka ngomong lewat perasaan ya, guman skyla dalam hati
Bersambung...
__ADS_1