Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.71


__ADS_3

"Haah,sial berani sekali gadis itu tidak menghiraukan ku, apa dia pikir dia saja yang bisa membuatku cemburu, agggh" membanting pintu ruang kerjanya.


"Tenang gio, dia pasti merengek memintamu tidur dengan nya ayo hitung mundur, 50,49,48,47,46,45...." sambil memejamkan matanya lalu merebahkan tubuhnya disofa, dan akhirnya pria yang masih lengkap menggunakan jas kerjanya itu tertidur pulas disana.



***


Sinar matahari pagi masuk kecelah kamar gio, skyla yang masih meringkuk dibawah selimut dengan malas membuka matanya, namun tidak ada siapa siapa dikamar itu.


"Haah, apa yang dia pikirkan sampai tidak tidur denganku" guman skyla kesal sambil bangkit dari kasurnya lalu berjalan pelan menuju kamar mandi.


Beberapa menit setelah mandi dan siap dengan baju kerjanya,skyla yang duduk depan meja riasnya mulai sibuk mempoles wajahnya dengan make up tipis.


"Gara gara gio, mataku masih sebab" guman nya mengoceh didepan cermin sambil berdiri lalu meraih tas nya dan berjalan keluar pintu kamar.


Dengan pelan skyla menuruni tangga berniat mencari gio dibawah tapi sudah terlihat gadis yang semalam membuatnya kesal ada di meja makan, membuat mood gadis itu semakin buruk dan ingin segera pergi dari rumah itu.


"Kak, sini "ucap sely menepuk tempat duduk skyla biasanya.


"Selamat pagi, tidak sely thankyou kakak langsung saja ya ada orang yang menunggu" meraih lengan oma untuk bersalaman


"Hei nak bawalah roti ini" memberikan rotinya ke tangan skyla


"Oma terimakasih" memeluk oma


Oma hatiku sakit sekarang...apa lagi melihat wanita ini duduk disini. Guman skyla dalam hati dengan tatapan menusuk melihat gadis yang sibuk mengoles selai kacang ke rotinya.


"Aku berangkat dulu ya" tersenyum lalu pergi meninggalakan meja makan.


"Bye ka, love you" celetuk sely sambil melambai.


Skyla hanya tersenyum dan melanjutkan keluar rumah mewah itu.


"Huh coba saja kalau tante tidak ikut om ke jepang, pasti wanita itu sudah kena omel" ucap viona kesal.


"Huss kau makan saja nih" sely memasukan roti kemulut sahabatnya itu.


"Jangan berbuat aneh ya vio" oma buka suara dengan suara memperingati


"Iya omaa ku paling cantik hihi" tersenyum manis.

__ADS_1


Sialan bahkan oma yang dulu membelaku, kini membela wanita sialan itu. Aku akan membuatmu menderita huh.


***


Setelah memarkir mobil tuannya di halaman depan, sam berlari kecil memasuki ruang utama.


"Tuan muda" ucapnya sambil menatap pak yan


"Tuan muda masih di ruang kerja, baru saya cek" ucap pak yan.


Hanya mengangguk tanpa menyahut sam langsung berlari kecil lagi menaiki tangga dan masuk keruang kerja.


Ada apa ini,kenpa tuan masih tidur bahkan tidak melepas jas nya, batin sam.


"Tuan muda, tuan" berdiri di hadapan gio


"Hmmm, haah" ada apa sam kau masuk sembarangn sialan mau melihat istriku ya" mencoba meraih raih selimut namun tidak ada selimut disana.


"Tuan ada pertemuan penting pagi ini, 1 jam lagi pesawat mereka mendarat dari cina" ucap sam tegas.


Gio yang masih menyadarkan diri, duduk terdiam dengan sejuta pikirannya.


"Kenapa skyla tidak membangunkanku, apa yang dia pikirkan hah aku benar benar tidak habis pikir dia mengabaikan suaminya" dengan tangan menggepal menampar bibir sofa yang ia duduki.


"Aku harap kau bisa fokus saat pertemuan nanti tuan, hah tapi bisa ku tebak aku lagi yang akan ambi alih rapat kali ini" guman sam pelan sambil menuruni anak tangga.


Sedangkan gio yang keluar dari kamar mandi, dengan cepat masuk keruang pakaiannya, untuk mencari kemeja dan jas nya disana.


"Ini yang membuatku kesal kalau saja skyla tidak melarang ,pelayan dirumah ini pasti sudah mempersiapkan pakaianku" oceh gio sambil meraih lalu memakai kemeja putih disana.



***


Skyla yang melamun selama perjalanan menuju pabrik akhirnya buyar dari lamunannya karna suara arta memanggilnya.


"Nona,nona skyla" sambil melirik skyla dikursi belakang.


"Ah ya, ada apa" jawab skyla spontan


"Kau melamun sky" fani membalikan tubuhnya ke arah kursi belakang.

__ADS_1


"Tidak ko hehe, hanya melihat pemandangan" mengalihkan pandangannya ke arah fani


"Tenang lah sky kita pasti akan dapat bukti yang jelas" tersenyum.


Sesampainya di pabrik kain dengan pelan skyla melangkahkan kakinya mendatangi seorang pria paruh baya yang menyambutnya disana.


"Nona skyla" menyalami


"Bagaimana pak, apa sudah disiapkan" sambil melepaskan salamannya.


"Sebelah sini nona, diatas meja sana sudah saya siapkan semua sisa kain yang diminta" mengarahkan


"Mmm, aman saja tapi kurasa warnanya agak pekatya" guman skyla


"Ini sepertinya masih ada beberapa yang basah, bukannya barang masuk pabrik harusnya kering semua" ucap fani melepas kain yang ada ditangannya.


"Bagaimana ada petunjuk" ucap arta yang membenarkan jas nya setelah dari kamar mandi.


"Mmm entahlah, warna nya terlalu pekat apa mungkin bahan pewarnanya di tambah porsi dari biasa hingga menyebabkan alergi" guman skyla ngasal.


"Aku lihat sebentar" meraba kain yang ada ditangan skyla


"tebakan anda benar nona, ini bukan kelebihan tidak sengaja, ini disemprot cairan pewarna dengan jumlah banyak saat posisi kain didalam plastik kemas" mengangguk


"Aku mulai paham, jamur yang timbul dari air pewarna berlebihan di kain dan kelembapan didalam pelastik" haah" menghela nafas


"Siapa yang bertugas mengemas barang untuk kami pa" ucap fanny dengan spontan


"Ada beberapa orang yang mengemas nya dan apa saya harus, panggil semua" menunduk sopan


"Tidak usah, terimakasih pak kami sdah cukup disini" berjalan menuju mobil.


Fani yang kebingungan mulai membuka suaranya saat mobil sudah mulai melaju.


"Kenapa" melongo menatap skyla


"Fan eh arta saja tolong selidiki tentang bapa penanggung jawab gudang tadi" ucap skyla sambil membenarkan blazer biru nya.


"Ya aku sepemikiran nona sky" mengangguk


Fani yang hanya melongo bingung lalu beralih sibuk memainkan handphonenya untuk membalas chat pelanggan.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2