Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.70


__ADS_3

Uap kopi yang masih panas melayang diudara keluar dari cangkir kopi setelah fiko selesai menyeduhnya, kopi hitam panas siap ia nikmati sekarang.



Brukkk... sebuah tas putih kecil merek gucci tergeletak disebelah kopi hitam fiko, terlihat tangan mungil disana langsung mengangkat cangkir kopi itu tanpa ragu meniup lalu menyerupnya.


"Mmm tidak buruk" gumannya sambil tersenyum.


"Heh,ayumi sapa bilang kau boleh mencobanya" merebut cangkir dilengan ayumi.


"Fiko aku hanya mencicipi sedikit ahaha" tertawa


"Ini terlalu pahit ayumi, kau tunggulah di sana akan ku buatkan ice kopi susu" menunjuk sofa paling pojok.


Ayumi hanya mengangguk dan berjalan menuju sofa yang ditunjuk fiko, sambil menunggu ice kopi nya mata ayumi tidak berhenti menatap fiko yang sibuk dengan mesin kopinya.


"Hmmm dia lumayan juga" Gumannya dalam hati.


"Ah ayumi sadarlah kau ini" menepuk pipi nya.


"Apa yang kau lakukan" menaruh gelas ice kopi di depan ayumi.


"Tidak ada, kau ini mau tahu saja urusanku" manyun


"Hmmm, baiklah baiklah, oh ya kenapa kau kemari" menatap ayumi


"Kenapa gak boleh,mengunjungimu" sambil menyerup ice kopi nya.


"Tentu boleh" tersenyum


"Mmm fiko, bagaimana keadaan perusahaan gio aku sempat melihat beritanya di tv, tapi aku takut menghubungi skyla" menunduk sedih


"Mereka bukan orang yang harus kau khawatirkan ayumi, tapi aku yang harus kau khawatirkan" menggengam tangan gadis itu


"Kau kenapa, apa kau ada masalah juga" menatap serius


"Masalahku itu kau, kau yang menghindar dan jarang membalas pesanku" menatap serius


"Haaah, aku pikir apa hahaha" menarik lengannya.


"Aku serius" suara berat


"Iyaaa iyaa tuan fiko, terserah lah yang pasti aku mau tau kabar skyla" menunjukan wajah sedih

__ADS_1


"Mereka baik2 saja, kami sudah tau pelakunya tapi kami sepakat tutup mulut dan mencari strategi bagus untuk mengalahkan musuh" tersenyum sinis


"Aku lega mendengarnya" tersenyum


Tringg.... pintu bel coffe shop fiko terbuka seorang gadis cantik dengan dress biru tua tanpa lengan berjalan anggun menenteng tas mahal keluaran terbaru bulan ini.


"Hai," ucap gadis itu sambil mengambil posisi duduk disebelah fiko.


"Kau, untuk apa kau kemari" menatap tajam gadis disebelahnya, sedangkan ayumi hanya diam mematung disana pikirannya melayang layang memikirkan siapa wanita itu.


"Aku hanya ingin membeli kopimu fiko" ucap haura sambil tersenyum


"Beli lah disana dan cepat keluar dari sini" menunjukan ke arah kasir.


"Aku mau ngobrol disini fiko" dengan nada manja


Ayumi yang mendengarnya merasa agak geram.


"Maaf kami sedang Bicara penting" ucap ayumi cepat


"Eh siapa kau, pacar fiko atau apa hahaha aku juga tidak tertarik dengan kekasihmu aku hanya mau mencari info tentang gioku" dengan nada mengejek.


"Oh ya, kau menyebut suami orang dengan sebutan gioku apa itu pantas" tatapan tajam sedangkan fiko hanya terdiam melihat kedua gadis itu berdebat.


"Heh walaupun gio itu sudah menikah tetap saja wanita yang dicintainya itu aku, kau catat itu lagian aku yakin sebentar lagi gioku akan menceraikan istrinya hahhaha" tersenyum lebar


"Pergi yang jauh kau nenek sihir" ucap ayumi geram


"Heh heh, apa yang kau lakukan duduk lah" memberi isyarat barista nya untuk membersihkan tumpahan kopi.


"Maaf aku buat kacau, aku kesal" menunduk


" kenapa minta maaf kau sudah Benar ahaha" tertawa geli.


"Haah kau sempat saja bercanda, aku heran kenapa masih ada wanita seperti itu, haah tidak ada harga dirinya mengejar suami orang" guman ayumi yang masih kesal


"Kau manis juga saat mengomel" mengelus pipi gadis itu.


"Kau ini" menarik lengan fiko dan menyembunyikan wajah malu nya.


***


Ditempat lain, tepatnya di rumah mewah gio, skyla yang terburu buru berjalan masuk kekamar ,berpapasan dengan wanita muda yang familiar baginya.

__ADS_1


"Hmm,seperti kenal tapi lupa, ah mungkin tamu sely" gumannya pelan,sambil menaiki anak tangga dan meninggalkan gio yang masih berdiri didepan pintu utama bersama pak yan.


"Bagaimana oma hari ini" ucap gio


"Nyonya sepuh aman tuan muda" menunduk sopan.


"Baguslah kalau kesehatan oma jauh lebih baik." Menyerahkan jas nya.


Dari jauh kaki kecil viona berlari mendekati gio, dan bruk tubuh gadis kecil itu langsung memeluk tubuh gio.


"Kaak gio, aku merindukanmu" memeluk erat


"Yaa aku juga merindukanmu" mengelus rambut gadis itu sambil melirik skyla yang menengok dari latai dua.


"Apa kakak mau jalan denganku" menatap gio


"Tidak aku lelah" melepas pelukan viona karna melihat skyla sudah tidak lagi memperhatikan mereka.


"Kak tapi aku mau jalan dengan kakak, aku mau kencan aku rinduuu" mencoba meraih tangan gio.


"Bersikaplah seperti adik yang normal, maka aku akan lebih menghargaimu" bisik gio ditelinga gadis itu.


Viona langsung melepaskan lengan gio dan berlari keluar.


"Aku benci wanita sialan itu, gara gara dia kak gio selalu mengangap ku anak kecil, aku tidak mau jadi adik ahggghh" mengusap air matanya kesal, lalu dengan cepat masuk dan melajukan mobilnya.


Gio yang mendorong pintu kamarnya, tidak menemukan istrinya disana, ia langsung berlari ke kamar mandi dan benar saja skyla baru saja selesai menggulung handuk untuk rambutnya.


"Kau ini buat khawatir" guman gio ngos ngosan.


"Apa" kau lebay sekali" dengan nada jutek.


"Aku khawatir kau tidak ada di kasur" melepaskan dasinya.


"Haah, terserah kau saja" meninggalakan gio yang masih mengoceh dikamar mandi.


"Apa kau tidak ingin bertanya" ucap gio menatap skyla yang sibuk mengeringkan rambutnya.


Ayo cepat aku mau lihat, seberapa cemburunya dirimu. Guman gio dalam hati


"Tidak" menggeleng cepat


"Kau ini, jelas jelas tadi ah sudahlah" dengan kesal keluar kamar mereka lalu menuju ruang kerja.

__ADS_1


"Gioooo kau menyebalkan sekali, kau pikir kau saja yang bisa cemburu. Aku juga haah sangat menyebalkan melihat gadis itu memelukmu, tapi ini salahmu, kau sendiri yang mau di peluk, menyebalkannnn" guman skyla sambil menghapus air matanya. Lalu merangkak kedalam selimutnya, untuk melanjutkan tangisnya agar tidak ketahuan.


...bersambung....


__ADS_2