
Tringg,triing...bunyi email masuk ke ponsel gio, dengan setengah sadar gio membuka matanya pelan lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celana, gio menatap layar ponselnya dan mulai memeriksa beberapa email dari kantor sambil berjalan keluar ke arah balkon villa, Matahari senja yang hampir tenggelam membuatnya terhenti menatap ponselnya dan tertegun melihat ke indahan matahari yang seakan tenggelam kedalam lautan yang biru, lalu matanya mulai melihat setiap orang yang berjalan dipesisir pantai dan mata itu pun tertuju pada gadis yang duduk dibawah pohon kelapa dengan dress panjang putihnya. "Skyla" guman gio terkejut.
Gio melempar ponselnya ke tempat tidur lalu berlari cepat kearah lift, dan buru buru kepesisir pantai itu, dan sekarang gio sudah berada dibelakang gadis itu dengan pelan ia memeluknya dari belakang.
"Aku sangat merindukanmu" memeluk dan menciumi kepala gadis itu
"Astaga apa aku sudah gila" gumannya sambil mencoba menutup matanya lalu membukanya lagi
"Hey kau tidak gila berbalik lah" memutar tubuh skyla
"Gi gio apa yang kau lakukan disini" gelagapan
Skyla kendalikan dirimu jangan menangis kau kuat kau pasti bisa.
"Menjemputmu,dan membawamu pulang lalu menjadikanmu istriku" tegas menatap skyla
"Gio jangan membuat ini semakin sulit,kita sudah berakhir" mandang arah lain
"Skyla maafkan aku aku janji tidak akan menyakitimu lagi" memegang wajah skyla
"Kau tau gio,mamamu tidak menyukaiku dan aku tidak ingin melihatmu jadi anak pembangkang karna memilih bersamaku" menunduk sedih
"Skyla percayalah padaku aku sudah mengatasi mama, mama tidak akan berbuat keluar batas lagi aku janji" meyakinkan
"Gio apa kau ingat terakhir kali kau memintaku percaya padamu, kau meninggalkanku dengan alasanmu itu, lalu bagaimana aku bisa percaya lagi dan ku pikir keputusanmu untuk mengakhiri hubungan kita sudah benar, ini yang terbaik untukmu dan untuk mamamu" tersenyum berdiri lalu mulai berjalan pergi
Walau keputusan ini tidak baik untukku aku akan berusaha menunjukan kalau aku baik baik saja gio. Menahan air mata
"Hey skyla berhenti, Kalau aku masih punya kesempatan untuk memilih aku akan tetap berada disini, kau perjalanan terbaikku selama 28 tahun aku hidup, kalau kau perlu lebih banyak waktu untuk punya keberanian dan bisa kembali percaya padaku, silahkan ambil sebanyak yang kamu mau aku akan menunggu" menghela nafas "Dan satu hal lagi jangan pernah menyuruhku pergi darimu" menarik tangan skyla
"Gio kau tau aku,aku wanita yang keras kepala dan bahkan aku tidak akan berlutut dihadapanmu seperti wanita lain lakukan dan ku harap kau bisa menerima keputusanku untuk tidak bermasamu lagi" berbalik menatap gio
"Skyla selama aku masih bisa bernafas aku tidak akan pernah menyuruhmu berlutut dihadapanku dan biarlah aku yang berlutut dihadapanmu maafkan aku skyla" berlutut dihadapan gadis itu
"Gio apa yang kau lakukan bangunlah aku sudah memaafkan mu" menarik tangan gio untuk bangun tapi tidak berhasil
"Biarkan aku berlutut skyla sampai kau menerimaku kembali" menatap skyla dengan mata merahnya
"Hei hei gio jangan seperti ini aku tidak sanggup melihatmu begini" ikut berlutut lalu memeluk pria itu
Kau tau gio hatiku rasanya sakit sekali melihatmu begini. Meneteskan air mata yang ditahannya sejak tadi.
"Skyla maafkan aku aku mencintaimu sangat mencintaimu" memeluk erat
"I love you more gio" mengelus lembut punggung gio
"Skyla apa artinya kau mau menjadikanku suamimu" menatap serius
"Apa aku harus aku jawab lagi gio" menatap gio lalu mengangguk
Gio melepaskan satu tangannya lalu meraba saku celannya,namun tidak menemukan cincin disana.
"Ah sial cincinnya tertinggal di jakarta skyla" menunduk sedih
"Heii tuan gio aku akan tetap menjadi pengantin wanitamu walau tanpa cincin" mencubit pipi gio
"Skyla kau tunggu disini,aku akan segera kembali" berlari kearah garis pantai dan memungut kerang kecil disana
"Gioo apa yang kau lakukan" berlari kecil menghampiri gio
__ADS_1
"Skyla berikan tanganmu cepat" menarik tangan skyla
"Ini aku melamarmu pakai kerang ini dulu sebagai pengganti cincin" dengan malu malu gio meletakan kerang kecil itu ketelapak tangan skyla
"So cute gio" tertawa kecil
Buahahaa fiko dan yang cekikikan tertawa melihat tingkah konyol gio melamar seorang gadis dengan kerang.
"Hey bro, sejak kapan woy Ceo Joy Group melamar calon istrinya dengan kerang kecil" cekikikan tertawa sambil berjalan menuju gio
"Hey kau mengganggu saja" menyikut perut fiko
"Aw hahaha kau ini jangan begitu" mengelus perutnya "Aku hanya ingin menyerahkan ini, kembalikan kepada pemiliknya bro" menyerahkan cincin pertunangan gio dan skyla
"Kau terbaik bro" memeluk fiko
"Aku tau aku ini tampan dan pengertian" tertawa
Manda berlari kerah skyla dan memeluknya diikuti yang lain dan memberikan selamat untuk pasangan itu.
"Hei gio bisakah kau lamar skyla dengan cincin asli,biar ku rekam" mengarahkan kamera
"Baiklah ehem,ehem Adara Skyla Putri seorang gadis manis yang tegar berhati peri dan hampir membuatku gila karna kehilangannya, pria dihadapanmu ini meminta kau mengahabiskan sisa hidupmu bersamanya lalu menua bersama, Will You Marry Me" berlutut dan menganggakat cincinnya
"Aku tidak punya alasan untuk menolak seorang pria yang sangat mencintaiku, Yes yes yes gio" mengangguk dan memeluk gio dengan air mata yang memabasahi pipinya.
"Yuhuuu saatnya kita foto,fiko ini kameramu" melempar kamera fiko
"Hey jangan dilempar kalau rusak ganti 5 kali lipat" tertawa dan menangkap kamera itu
"Ayooo berposee" ucap manda
"Hey gantian dong, sam foto kami" ucap fiko
"Baik tuan" menerima kamera
Cekrekk cekrekkk
"Tidak bisakah kita semua masuk untuk berfoto" oceh manda
"Bagaimana kalau timer" ucap skyla
"Akan ku coba" berlari menaruh kamera di atas sabut kelapa
Satu dua tiga cekrekkk, manda berlari melihat hasilnya.
"Hey fiko liat nih cuman kaki kita yang ke foto" manyun
"Mana, ah sial akan ku cari kayu tinggi dulu" memegangi kameranya
"Biar saya yang fotokan tuan" Mendekat dan tersenyum
Fiko hanya tertegun melihat gadis cantik yang memakai dress biru pendeknya dengan rambut coklat panjangnya yang terurai ditiup angin laut.
"Ayumiii hay" berlari kecil lalu memeluk
"Ah skyla maafkan aku, aku merasa bosan di villa lalu mencarimu kemari, maaf ya kalau aku mengaggu" membalas pelukan
"Tak apa ayumi, oh ya kenalkan ini gio calon suamiku" menarik tangan gio
__ADS_1
Gio hanya mengangguk kecil lalu memeluk tubuh skyla
"Hay amanda dan ini tunanganku pandu" bersalaman
"Ayumi" tersenyum
"Pandu" bersalaman tanpa melihat ayumi karna fokus ke kaki nya yang diinjak manda.
Yang yang kau cemburu boleh tapi jangan injak injak kaki sakit tau. Batin pandu
"Oh yumi ini sam dan yang itu fiko"
Sam hanya menagngguk kecil,sedangkan fiko berjalan mendekat.
"Hai fiko" menjulurkan tangan
"Ayumi" tersenyum ramah menerima tangan fiko
Sungguh indah ciptaanmu ya Allah, jadi begini wajah bidadari yang digilai jaka tarub pantas ia nekat mencuri selendang, aku pun juga akan nekat kalau begini, lihat senyumnya yang manis itu dan matanya yang cantik dan. Batin fiko
"Ehemm fikooo bisakah kau lepaskan tangan temanku dulu" skyla melotot
"Ah ya maaf , oh ya nona ayumi ya yumi besok malam kami ada acara party bbq apakah kau mau gabung" gelagapan melepaskan tangan gadis itu lalu menggaruk kepalanya.
Yang lain hanya saling berpandangan bingung karna mereka tidak ada rencana party bbq.
"Kenapa temanmu itu aneh" bisik skyla ditelinga gio
"Biarkan dia mungkin kumat" tertawa
"Wah benarkah" ayumi tersenyum
"Ya jadi bagaimana nona ayumi bisakan" menatap ayumi
"Yah tentu, thankyou sudah diundang ya" tersenyum menatap fiko dan yang lainnya.
Yang lain hanya mengangguk, karna bingung mau bicara apa.
"Okay saatnya foto,berikan kameranya fiko" oceh manda
"Sini, berposelah" ayumi mulai memoto
Cekrek cekrek
"Biar ku lihat, waw keren thankyou yumi" ucap manda menarik kameranya
"Ya tentu" tersenyum
"Gio skyla berposelah" mengarahkan kameranya
Cekrek cekrek
Dan dilanjutkan dengan manda dan pandu yang berpose didepan kamera.
"Hey manda gantian, fotoin kami" menarik lengan ayumi
"Oke,maaf ya ayumi dia pemaksa haha" mulai memoto Cekrekkkk
Ayumi hanya tertawa kecil dan berlalu berjalan kearah ombak, sedangkan fiko sibuk mengabadikan momen apa yang gadis itu lakukan fiko langsung memotretnya dan yang lain sibuk bermain air dengan canda tawa sampai matahari benar benar tenggelam dan berubah menjadi malam yang dingin.
__ADS_1
Bersambung...,,