Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.32


__ADS_3

Fani berdiri dipojok ruangan ia merapikan beberapa gaun yang terpajang disana, "huh kapan pekerjaanku ini selesai,dan kapan skyla kembali" gumannya sambil mengancing gaun yang ada di pajangan.


Ting tong bell butik berbunyi dengan cepat fani berbalik melihat siapa pengunjung yang datang, dan ia merasa terkejut karna ada tiga pria tampan yang berdiri disana lalu berjalan mendekatinya.


"Fani bisakah bicara" pinta gio


"Cukup aku tidak berminat bicara padamu" menghindar


"Hey fan tolong aku,aku hanya ingin tahu gadisku dimana" menatap sedih


"Gadismu, masih bisa kau bilang begitu setelah apa yang kau lakukan dan keluargamu lakukan terhadap skyla" berteriak


"Suuuuttthhh tenang lah kita bisa bicarakan ini baik baik" fiko berusaha menenangkan


"Mending kalian pergi dari sini" membuang muka


"Fan please atau kau mau apa dariku sebagai tukar informasi,kau mau mobilku,atau dua pria ini" memohon memberikan kuncinya


"Cukup tuan gio yang terhormat,simpan kunci mobil mewahmu, dan satu lagi aku tidak akan menukar informasi sahabatku dengan seorang pria" tersenyum sinis


"Fan ku mohon,bisakah kau membantuku aku ingin bertemu dengannya aku ingin minta maaf" mengusap wajahnya kasar


"Ehem maaf nona bukannya ikut campur tapi menurutku kau tidak boleh memisahkan dua orang yang saling mencintai" ucap pandu lembut


"Haaahh sepenting apa informasi skyla untukmu" menhelan nafas menatap gio


"Melebihi nyawaku fan, dia segalanya bagiku, aku pria bodoh yang sudah menyakitinya aku hanya ingin ia memaafkan aku, aku sangat mencintainya" wajah sedih


"Bisakah kau berjanji kalau kau bertemu dengannya kau tidak akan menyakitinya lagi" menatap tajam


"Ya tentu aku janji fan,aku akan menjaganya" tersenyum


"Dan berjanjilah satu hal lagi, berjanjilah ibumu tidak menyakiti perasaan skyla lagi apa lagi mengikut campurkan orang tuanya kedalam masalah kalian, kau tau skyla begitu terpukul kehilangan orang tuanya,tapi ia mencoba tegar menghadapinya" menunduk sedih


"Maksudnya mamaku,apa kau tau mama bicara apa pada skyla" mengguncang bahu fani


"Ya aku tahu,ibumu meminta skyla meninggalkanmu karna beliau tidak menyukai skyla,karna skyla anak yatim piatu yang besar tanpa kasih sayang ibunya, ibumu tidak yakin skyla bisa menyayangimu dengan tulus karna dia tidak merasakan kasih sayang ibunya,konyol kan haha" tertawa sedih


"Aghhh,aku minta maaf soal itu itu lepas dari kendaliku" mengacak rambutnya


"Aku tahu gio,dan kau harus tau skyla seoarang gadis yang tulus,kalau dia menyayangimu maka perasaannya tidak akan berubah" menepuk pundak gio


"Ya aku tau itu fan makanya aku ingin menemuinya,aku ingin bilang aku sangat mencintainya" menunduk


"Dia di lombok, villa amazone pinggir pantai" manatap gio


"Thankyou fan" menggenggam tangan fani


"Kau gadis yang baik nona" fiko menepuk pundak fani

__ADS_1


"Jangan sentuh aku huh" sinis


"Maafkan temanku nona,saya pandu" mengulurkan tangan


"Faniisa" tertegun menerima tangan pandu


Astaga tuhan tampan sekali,pria tampan dengan rambut gondrongnya omg bibirnya semerah cery, pasti manis


"Nona" pandu bingung tangannya masih digenggam fani


"Ehemmmm bisakah kita pergi" ucap fiko keras


Fani kaget melepas tangan pandu "ah ya tentu,aku ke atas ya" buru buru pergi


Pria pria itu pun keluar butik dan masuk kemobil mereka.


"Gila ya kau bro,akan ku adukan manda" fiko tertawa


"Hey kau jangan membangunkan macan betina,aku hanya berkenalan" kesal


"Hahahaha baiklah kita ke coffe shop fiko dlu ya" gio menjalankan mobilnya


"Ah yang benar saja aku belum mandi" fiko mencium badannya


"Makanya ku bilang mandi dulu lepas sholat subuh" tawa pandu


"Haaah tapikan wanita wanita disana tidak melirikku nanti" kesal


Gio dan pandu hanya tertawa mengejek fiko yang terlihat kesal.


***


Tak lama mobil mereka sudah sampai disana,coffe shop yang terlihat ramai weekend itu banyak pengunjung menikmati kopi sambil bersantai disana.


"Wow laku juga kopimu haha" tawa


gio


"Ya ya ya mereka selalu menikmati setiap tegukan kopi yang berkualitas dari coffe shop ku" wajah sombong


"Hentikan kesombonganmu bro atau kau akan ku bius haha" pandu tertawa dan ikut duduk di sofa.


"Ko buatkan kopi dong" celetuk gio


"Kopi hitam pahit,dan kau kopi susu gula aren" fiko menuding sahabatnya lalu berjalan pergi


"Dia selalu tau apa yang kita mau haha" pandu cekikian tertawa bersama gio


Tak lama seorang pelayan mengantarkan minuman dua pria itu, dengan pelan gio menyerup kopi panasnya.

__ADS_1


"Bro apa yang kau lakuakan setelah tau skyla disana" ucap pandu


"Mmm aku mau menemuinya,tapi aku harus bicara dengan mamaku dulu" menganggat bahu


"Nice,otak mu mulai kembali bagus bro" fiko datang dan bergabung disana


"Ya kau benar,aku bisa berpikir jernih sekarang" mentap kedua sahabatnya


"Ya kau harus bicara dengan mamamu dan jangan buat adik kecil manismu khawatir" tertawa


"Du kenapa pria ini membahas sely" menapa pandu


"Hahaha dia ingin merebut adikmu mungkin atau dijadikannya istri" hahaha


"Hey bro jangan macam macam kau" menatap tajam


"Buhahahaha kau gila ya pandu hanya bercanda,sely sudah seperti adikku dan aku juga lebih ingin punya istri yang matang" tawa fiko pecah


"Ya ya baguslah karna adikku baru 21 tahun belum matang" tawa gio


"Ya dan kakanya sudah berumur dan belum menikah" goda pandu


"Ckckck aku akan menemui skyla dan memintanya jadi istriku" tersenyum


"Hey jadi kau ingin ke lombok" antusias


"Yah mungkin kenapa bro" mentap fiko bingung


"Ya sepertinya kami ingin liburan hahaha" merangkul pandu


"What, jadi maksudnya kalian berdua mau ikut denganku" heran


"Hehe bukan berdua tapi bertiga dengan manda" pandu tertawa kecil


"No no" gio menggeleng


"Ayolah bro kami lama tidak merasakan air laut,dan juga kami sudah lama tidak naik pesawat pribadimu" fiko merangkul gio


"Ya kami tidak akan mengganggu kalian nanti" pandu mengoceh


"Okay setelah aku bicara dengan mamaku kita pergi" tersenyum


"Besok kita pergi bro" fiko tertawa senang


"Ya ku usahakan besok,aku akan menghubungi sam dulu" meraih ponselnya dan berjalan keluar.


Sementara itu fiko dan pandu sibuk berbincang dengan tawa yang mengalahkan musik diruangan itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2