Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.18


__ADS_3

Sore itu gio terlihat berjalan cepat ke arah mobilnya diikuti sam dibelakangnya,mobil gio meluncur ke coffe shop fiko,fiko yang sudah bersama pandu dan manda terlihat asik mengobrol disana.


"Hey bro" sapa gio menyalami sahabatnya


"Kau disini juga manda" guman gio


"Ya gio aku sudah lama tidak menikmati cappucino kedai fiko" tertawa


"Kau dari kantor yo" tanya pandu


"Ya dari mana lagi" mengangkat bahunya


"Hey kau tidak pesan,aku tidak mau menerima pelanggan yang tidak menesan" goda fiko sambil tertawa


"Sam pesan untuk kita"


"Baik tuan" pergi


"Hey kenapa tanganmu bro" fiko mengangkat tangan gio


"Tidak apa hanya luka kecil" tersenyum hambar


"Apa ini ada hubungannya dengan dia" tanya pandu


"Pastilah wanita itu lagi" celetuk fiko


"Heiii apa kalian membicarakan haura,bukankah dia diluar negri" bingung


"Dimanapun dia sekarang dia selalu mengganggu gio manda" ucap fiko


"Apa benar gio,dia masih mengganggumu" tatap pandu


"Yah begitulah, dan hebatnya lagi beberapa hari lalu dia menemuiku dan mengatakan mencintaiku dan ingin kembali haha"tertawa seram


"Hey yang benar saja kami tidak setuju" ucap fiko kesal


"Benar aku tidak setuju juga aku tidak suka kau bersamanya bro,bukankah kau sudah punya gadis lain" pandu menatap gio


"Maaf kalau ikut campur,tapi menurutku lebih baik kau memulai hubungan yang baru yang lebih sehat dari pada kembali ke hubungan yang pahit gio" manda menatap gio


"Ya aku tau terimaksih manda" tersenyum


Pelayan datang menyuguhkan minuman untuk gio,gio mulai menyerup pelan kopi hitam kesukaannya.


"Jadi aku mau mencari cincin pertunangan menurutmu apa yang bagus manda"


Fiko yang sedang minum pun tersedak,pandu memberikan tisu untuknya


"Hey kenapa kau tersedak begitu" guman gio


"Kau mengagetkan ku tau buahahaha" tertawa


"Memangnya kenapa kau kalau aku mau beli cincin hah" kesal


Fiko hanya tertawa melihat gio yang kesal


"Baiklah baiklah kita fokus ke cincin gio dulu" ucap manda

__ADS_1


"Ya apa kau mau yang seperti punya manda" mengangkat tangan manda


"Ini berlian merah muda atau pink tourmaline yang melambangkan cinta,keanggunan dan kasih sayang gio" menunjukan cincin di jarinya


"Hmm aku kurang setuju sih karna skyla kurang cocok memakai pink" ucap fiko


Pandu dan manda hanya mengngkat bahu dan mengobrol ringan entah apa yang dibicarakan pasangan ini hanya mereka yang tau, beberapa lama diam gio dan fiko saling berpandangan dan berteriak seakan pikiran mereka sama


"Sky" ucap fiko


"Sky langit" sambung gio dan mereka tertawa seakan menemukan sebuah hal yang menakjubkan


"Sky,langit maksudnya" manda kebingungan


"Nama nya skyla kalau ambil kata depan nya saja sky berarti langit,langit yang cerah berwana biru jadi sepertinya berlian biru cocok untuknya" gio tersenyum


"Ya benar bro aku sependapat" ucap fiko


"Sebentar kami mencari arti berlian biru dulu" ucap manda yang meraih ponselnya


Kedua pasangan itu sibuk mencari


"Apa sudah dapat" fiko sambil menyerup es kopinya


"Ya ada aku yang bacakan" ucap pandu "blue sapphire merupakan batu permata yang menakjubkan warna biru terasa segar layaknya air laut dan langit biru yang cerah, blue sapphire juga melambangkan keneranian,kebenaran dan" terhenti


"Dan kedamaian" tersenyum "warna biru juga memberikan kedamaian dan menenangkan sama seperti saat dia berada disampingku" ucap gio dengan senyum mengambang


"Wow bro kau lebih tau banyak,untuk apa kami mencarikan di google" tawa pandu


"Aku terharu huhu" goda fiko dengan wajah sok mau mengangis


"Kau jangan meledekku fiko" memukul lengan fiko


"Baiklah baiklah kapan kau akan membelinya" tanya manda


"Mungkin nanti malam karna besok malam aku mau dinner dengannya" tersenyum


Manda pun mengangguk dan mereka melanjutkan obrolan dan tertawa bersama.


Gio pamit duluan dan menuju ke sebuah mall besar ia mulai berjalan bersama sam menuju toko perhiasan.


"Sam nanti kau bantu aku memilih modelnya ya" sabil berjalan


"Siap tuan"


Astaga tuan turun langsung membelinya dulu saat membelikan cincin nona haura tuan hanya menyuruh orang lain membelinya


Mereka sampai ditoko perhiasan dan tentu saja pegawai wanita di toko itu menatap gio tanpa berkedip


"Mau cari apa tuan" tanyanya


"Bisakah kalian keluarkan beberapa cincin berlian biru untuk calon tunanganku" dengan nada tegas


"Baik tuan,ini cincinnya" mengeluarkan 4 cincin berlian biru dengan model berbeda


"Sam apa ini bagus" menujukan cincin dengan model hati

__ADS_1


"Ya tuan, jari nona pasti cantik memakai ini" spontan


"Hey jangan menyebutnya cantik hanya aku yang boleh" kesal


"Astaga maafkan saya tuan" menunduk


Sam kau bodoh sekali sampai keceplosan begitu,tuan mudamu ini lagi jatuh cinta dia pasti akan menggila kalau calon istrinya di puji pria lain


"Bungkus ini" menunjuk cincin yang di pegangnya tadi


"Baik tuan" dengan cepat pegawai toko mebungkus cincinnya karna mereka merasa takut


Saat gio mengeluarkan kartu atmnya untuk membayar tiba tiba saja ada tangan yang memeluknya dari belakang, sam langsung menarik gadis itu


"Nona tolong jaga sikap" tegas


"Apa sih" langsung menggandeng gio


"Viona sedang apa kau" gio terkejut


"Aku lagi jalan bersama sely tapi aku melihatmu dan mendatangimu ka, wah apakah ini cincin untuk melamarku" mencoba membuka kotak perhiasan ditangan gio


"Hey hentikan ini bukan untukmu" menarik kotak cincin itu


"Ka gio kakak gak perlu sok suprise gitu aku mau memilih cincinku sendiri" dengan manja memegang tangan gio


"Aku harus pergi" menyingkirkan tangan viona


Sely yang ngos ngosan datang dan terkejut melihat vio yang menggandeng kakanya


"Hey kak vio ayo kita pergi" gugup


Matilah aku kak gio pasti marah kalau sahabatku ini memegang megang tubuhnya


"Aku masih mau disini" sedikit memohon


"Tidak kita harus pergi,maaf ya kak gio" menarik tangan viona lalu berlari


"Hey sely nasehati viona" ucap gio


Sely yang tidak menjawab hanya terus berlari menarik viona hingga cukup jauh.


"Huh kau mau membunuhku ya kak vio" berhenti dan mengomel


"Apanya sely aku hanya bercengkaraman dengan calon suamiku saja" manja


"Hey kak,kau tau kau itu sudah sepertiku kita adik ka gio jadi jangan mau menuruti apa kata mamaku untuk mendekati kak gio" kesal


"Ah aku lebih tua darimu dan mungkin kau akan jadi adik iparku yang manis" mencubit pipi sely


"Terserah kau saja kak aku tidak ikut campur yang pasti aku sudah mengingatkanmu,aku tidak mau kalau sampai uang jajanku dari kak gio di potong bisa mati berdiri aku" meniggalkan viona


"Baiklah kita pulang saja ya" menggandeng sely


Akhirnya mereka menuju parkiran mobil dan dengan cepat mobil sely meninggalkan parkiran mall itu.


Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2