Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.45


__ADS_3

Mereka mulai keluar dari area rumah besar itu,langkah kaki mereka disambut dengan hamparan perkebunan yang besar,berbagai jenis sayur mayur dan buah buahan ditanam pekerja pak gatot disana.



"Waah ini benar benar suasana yang sangat ku rindukan" guman oma menggeleng menatap sekeliling


"Ya nyonya, tuan kami sengaja membuat perkebunan ini karna beliau ingin mengenang alm nyonya besar yang suka sekali berkebun" menjelaskan pelan


"Begitu besar cinta tuan gatot" guman pak pratama pelan


Apa aku akan membuatkan seperti ini untuk isabel,haaah lupakan mamakan sukanya belanja,koleksi barang mewah mana mungkin ia suka dengan perkebunan begini. Batin pak pratama.


"Wah wah apa itu labu,kalian menatanya dengan rapi" tersenyum kagum.



"Iya nyonya para pekerja disini selain bekerja mereka juga dituntut untuk lebih kreatif menata kebun,mari kita lanjutkan lagi" mempersilahkan lalu berjalan


Oma dan yang lain sibuk memperhatikan dan mengagumi sekelilingnya berbeda dengan gio yang tidak henti hentinya berguman tidak jelas sambil menatap lurus dan mencoba berpikir apa yang akan pak tua itu lakukan padanya karna jujur saja kata kata fani masih terngiang dikepalanya.


"Sky lama sekali ya kita tidak kesini" guman fani


"Kau benar aku kalau pulang ya pulang saja kekamar ku,tidak pernah melihat lihat belakang rumah kakek lagi" tertawa


Mereka mulai melewati jembatan yang menuju kearah hamparan ladang jagung, namun langkah mereka harus terhenti dulu karna perjalanan mereka terganggu oleh segerombolan bebek yang diajak berkeliling oleh seorang pekerja tua.



"Pak Kasim bisakah pinggirkan bebek bebek ini,tamu tuan mau melanjutkan perjalanan" ucap dona berhenti lalu menatap pria tua itu


"Baik bu, husst huss" meminggirkan bebek bebek yang berjalan santai ditengah jalan


"Hahaha kau lihat tama bebek bebek itu seakan tidak mau didahului" oma tertawa geli menepuk pundak pak pratama


"Benar ma aku juga merasa ini menakjubkan seperti negri dongeng" tertawa.


"Skylaa fotokan aku bersama bebek" berdiri diantara bebek bebek itu


"Ahahaha kau ada ada saja ya kelamaan jomblo sih,fotonya sama sam saja" menyerahkan ponsel fani ke tangan sam lalu meninggalkan mereka berdua

__ADS_1


"Saya fotokan nona" mengarahkan kamera ponsel


cekrekkk...


"Ma makasih" mengambil ponselnya menunduk malu lalu berlari kecil.


Sam menggeleng kecil dan tertawa ia geli melihat wajah merah fani,lalu ia melanjutkan perjalannya sebenarnya merasa sangat kagum dengan tempat ini ditengah kota yang sangat ramai masih ada tempat seindah ini pikirnya.


Setelah berapa lama berjalan akhirnya mereka sampai disebuah rumah lumayan besar tepat didalam hutan, tidak seperti rumah yang biasanya menyeramkan ditemukan dihutan, rumah ini sangat terurus rumah yang terbuat dari perpaduan kayu jati dan kaca disekelilingnya dengan lampu kuning agak redup yang dihidupkan disana menambah kesan klasik model tua disana,tepat disebelah rumah itu sudah terdengar suara air sungai yang mengalir tenang menghempas bebatuan menjadikan suasana semakin tenang.



"Ini luar biasa" oma tertegun melihat keindahan suasana disana


"Mari silahkan masuk, ini merupakan salah satu tempat kesukaan tuan dan juga tempat persembunyian nona saat masih kecil" dona tersenyum mengingat kejadian dulu saat skyla kecil yang sering bersembunyi disana.


"Hahaha tapi aku baru tau tempat ini dirubah kakek jadi sebagus ini" tersenyum


"Itu karna nona jarang pulang" mengangguk


"Mungkin kau benar bu dona" tertawa


"Benar tuan, rumah ini juga dijadikan tuan kami sebagai perpustakaan pribadi beliau" mengangguk


"Ini menarik, ide beliau sangat luar biasa" menggeleng kagum


Gio hanya diam memilih duduk dikursi ruang depan,ditemani sam disana namun mereka tidak bicara apapun tatapan gio kosong dan lurus seakan banyak yang ia pertanyakan dan pikirkannya.


"Gio tenanglah" mengelus pundak gio lembut


"Skyla" menatap nanar seakan ada yang mau ia bicarakan


"Mmm fan bisakah ajak sam berkeliling" menatap fani yang berdiri diujung


Fani hanya mengangguk lalu menarik sam keluar, seakan ia tau kalau kedua kekasih itu ingin bicara berdua.


"Heii heii kita hanya berdua sekarang biasakah kau beritahu aku, apa yang mengganggu pikiran pria tampan ini" menarik hidung gio


"Entahlah skyla aku hanya bingung,aku sudah mempelajari beberapa buku semalaman namun kali ini perhitunganku salah, bahkan apa yang ada dibuku tidak ada satupun yang ditanyakan kakekmu" menarik lengan skyla lalu menciumnya.

__ADS_1


"Seriusly gio, jadi membaca buku buku itu yang membuatmu begadang" mengelus lembut pipi gio


Gio hanya mengangguk kecil


"Kau tau aku juga tidak tau apa yang akan dilakukan kakek padamu,tapi aku percaya kakek pasti melakukan yang terbaik menurutnya, dan saat kau menjalani tes dari kakek nanti jalani karna kau mau dari hatimu maka hasilnya pun pasti sangat memuaskan, bukan karna kau terpaksa melakukkannya untuk mendapatkanku" mengecup lembut kening gio


"Kau selalu punya cara membuatku tenang peri" tersenyum lalu memeluk gadis itu


"Ya aku harus menemukan jutaan bahkan ribuan cara agar bisa membuatmu tenang dan tersenyum" menarik hidung gio lalu tertawa


"Ehemm ehemm" berdiri didepan pintu lengkap dengan peralatan tempurnya.


"Kakek" langsung melepas kaget pelukan gio lalu terdiam menatap kakeknya yang siap dengan peralatan lengkap.


"Apa kau sudah selesai memeluk cucuku anak muda,bersiaplah" melempar sesuatu ketangan gio


"Siap kek" berdiri tegap lalu menangkap cepat


"Kakek aku akan mencoba memperhatikan kalian dan ku mohon jangan terlalu keras padanya" berbisik lalu mencium pipi kakeknya


"Aku tidak akan keras padanya tapi bisakah kau suruh dia melepaskan jas mahalnya hahaha untuk apa dia mengenakan itu dihutan,untuk memikat monyet betina disini buahahhaa" cekikan tertawa setelah berbisik panjang lebar pada cucunya


"Kaaaakekek" mencubik lengan kakeknya lalu berlari kearah gio


Gio yang bingung melihat dua orang itu berbisik hanya diam.


"Gio apa kau siap" menatap pria itu


"Ya sure" tatapan serius


"Sini berikan jas mu,akan ku pegang" melepaskan jas gio


"Okay,doakan aku" mencium kening skyla lalu berlari kecil mengikuti pak gatot yang sudah berjalan duluan.


Skyla hanya diam melihat kepergian kedua pria yang dicintainya itu.


Ku harap kau bisa melewati ini gio,aku mencintaimu.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2