Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.30


__ADS_3

Setiap detik dengan cepat berganti menit,tiap jam berlalu,hari berganti hari dan minggu berganti minggu sudah hampir dua bulan gio hidup dalam dunia malamnya, ia tidak memikirkan perusahaannya lagi, setiap hari hanya ia habiskan dengan mabuk mabukan,ia menghabiskan waktunya tiap di club.


Sore itu fiko ditemani pandu duduk santai dimuka coffe shopnya,sambil menunggu seseorang mereka menyerup kopi panas yang diantarkan pelayan.


"Ko apa sam benar kesini" meletakan cangkir kopi


"Ya bro kita tunggu dulu,mungkin sam banyak pekerjaan karna ulah gio sialan itu yang biarkan perusahaannya" menghelan nafas


"Huuuh aku tidak menyangka gio kembali lagi seperti dulu bro" menggeleng pelan


"Kita harus mencari cara agar dia sadar apa yang dia mau" menepuk bahu pandu


Pandu hanya menggangguk dan menyerup kopinya.


Tak lama sam sudah berada disana menarik kursi didepannya lalu duduk disana.


"Maaf saya telat" menunduk sopan


"Hey santai saja bro" fiko menepuk bahu sam


"Bagaimana gio"ucap pandu


"Seperti yang tuan tuan tau,bahwa tuan muda sepertinya kembali seperti awal,awal saat hubungannya berakhir dengan nona haura" menunduk


"Sam apa kau sudah menegurnya,apa oma tau atau keluarganya tau" suara lirih

__ADS_1


"Mereka sepertinya tahu tuan pandu, karna tuan muda menjaga jarak dan sering menghabiskan harinya didalam kamar, tuan besar sudah mencoba bicara pada tuan muda namun hasilnya nihil,begitu juga dengan omaa tuan muda hanya mengganguk saja tapi tidak benar benar melaksanakan apa yang oma minta" menghelan nafas


"Ini benar benar gio yang dulu,aagh kenapa dia tidak bisa berubah ia tidak bisa mengendalikan dirinya kalau urusan begini" fiko mengusap wajahnya kesal


"Benar tuan, bahakan beberapa patner bisnis kami mengajukan berhenti bekerjasama karna tuan muda tidak pernah menghadiri meeting lagi dan mereka merasa tidak dihargai" menutup wajahnya terlihat lelah


"Sam aku tau kau sudah bekerja keras,aku ambilkan kopi dulu" pandu menepuk bahu sam lalu berjalan masuk


"Begini sam,kita harus mencari cara agar gio mau mencari skyla atau menemuinya entah apalah itu,yang pasti mereka berdua saling mencintai karna kekonyolan gio yang takut akan masalalunya lalu membuat gadis yang ia cintai pergi" nada serius


"Ya kau benar bro,kita harus bicara dengan gio" pandu datang dan menyerahkan cangkir kopi untuk sam


"Baik tuan apa saya aturkan jadwalnya" menyambut lalu menyerup kopi itu


"Mmm menurutku tidak perlu" celetuk pandu


"Sam kau tau dimana gio jam segini"


"Tuan muda pasti berada di bar pinggir kota,untuk minum tuan setelah itu tuan langsung melanjutkan ke club malam" mengelan nafas


"Kita kesana sekarang kita bicara padanya disana" fiko berdiri


"Hey bro tenang dulu,kita tidak bisa bicara dengan orang yang dalam pengaruh alkohol" pandu menarik lengan fiko


"Ya tuan itu benar" sam ikut berdiri

__ADS_1


"Baiklah baiklah besok pagi kita akan kerumah gio sebelum ia bangun" duduk kembali


"Ya benar kita harus bicara padanya dari hati ke hati" pandu meletakan tangannya di dagunya


"Buahahaa kau kebanyakan bersama manda ya bro, kau terlihat lembut seperti wanita" fiko cekikikan tertawa


"Yang benar saja hahaa aku pria,apa kau mau bukti hah" berdiri megang resleting celananya


"Oooo stop ahhaa aku bercanda" cekikikan tertawa


Sam hanya menatap dua orang itu dan tertawa kecil, lalu mereka melanjutkab obrolan sore menuju senja mereka.


***


Ditempat lain,Skyla berdiri mematung dipinggir pantai ia membiarkan air laut yang dibawa ombak menyentuh lembut kakinya, matanya menatap nanar matahari yang hampir tenggelam seakan tenggelam kedalam lautan yang biru, "Matahari selalu kembali setiap pagi untuk membuat langit menjadi cerah, tapi kenapa kau tidak kembali gio,bahkan ini sudah lumayan lama" guman skyla sambil menitikan air matanya hatinya terasa sesak saat mengingat kenangan manis bersama gio"


***


Gio duduk menyendiri diujung meja bar itu sambil meneguk setiap tetes minumannya,ini sudah gelas yang ke sembilan ia minum pelayan pria disana kebingungan melihat tuan muda ini meminta ditambahkan minumannya lagi.


"Tuan ini gelas ke sembilan" gumannya pelan


"Hey jangan banyak bicara kau berikan cepat" menganggat kepalanya marah


pelayan itu hanya mengguk dan menuangkan minuman itu kegelas gio.

__ADS_1


Seperti biasa gio menghabiskan sore menuju senjanya di bar pinggir kota lalu berlanjut ke club malam untuk minum dan minum lagi,tanpa memeperdulikan wanita yang ada disekitarnya.


Bersambung....


__ADS_2