
Dua minggu berlalu semenjak kejadian dimobil itu, skyla yang masih malu dan agak canggung tapi Ia tetap merespon gio saat mehubunginya,gio memang terlihat sibuk dua minggu terakhir ini ia sering bolak balik ke beberapa negara untuk urusan bisnisnya, namun hari ini gio merasa sangat senang karna ia bisa masuk kantor kembali dan bisa mengajak gadisnya untuk keluar bersama,gio sudah mengeluarkan ponselnya dan mencoba menelpon skyla.
"Selamat siang matahari gio" tertawa
"Hey jangan memanggilku begitu" ucap gio
Kenapa dia manis sekali ah bahkan aku tidak melihat wajahnya haha apa aku sudah gila
"Heii kau sendiri yang menulis namamu seperti itu di ponselku" haha
"Hemm baiklah terserah kau saja,apa kau merindukanku" guman gio
"Sedikit haha" tertawa kecil
Ya aku sangat merindukan mu huhu kenapa kau bertanya lagi
"Kau yaaa" kesal
"Apa kau hanya menanyakan ini,atau jangan jangan kau yang merindukanku" goda skyla
"Kau tak perlu tau itu,aku akan menjemputmu nanti sore"
"Mau kemana gio"
"Minum kopi bersama" tegas
"Okay sampai jumpa,bye" menutup ponselnya
Kau sudah berani mematikan ponselmu duluan ya nona haha
Seorang wanita cantik dengan dress pendeknya tanpa lengan menenteng tas mahalnya berjalan dengan anggun di koridor kantor,ia menuju ruangan gio, tapi langkahnya dihentikan oleh bu hany
"No nona haura" terbata bata
"Yah ini aku apa kau sudah lupa karna kau terlihat tua sekarang haha" melepas kaca mata hitamnya
"Maaf tuan muda berpesan agar nona tidak menemuinya"
Dasar wanita tidak punya malu,kalau dia kesini mood tuan pasti jelek lagi huh
"Hallooooo memangnya siapa kau jadi melarangku menemui gioku hah, minggir" menerobos masuk ke ruangan gio
__ADS_1
Gio yang senyum senyum sendiri memegang ponselnya terkejut seketika wajahnya berubah marah
"Kau apa yang kau lakukan disini" berdiri
Bu hany berlari dan meminta maaf kepada gio
"Tuan maafkan saya nona ini memaksa masuk" menelungkapkan kedua tangannya
"Tidak apa bu keluarlah kau tidak salah" ucap gio
" Terimakasih tuan" pergi
"Dan kau cepat keluar dari sini" tanpa melihat ke arah haura
"Apa kau tidak rindu aku gio" berlari memeluk gio dengan kuat
"Lepaskan kita sudah berakhir rara" menyingkirkan tangan haura
"Hei jangan bilang begitu kita bisa memulai dari awal lagi,aku sangat mencintaimu gio" menangis
"Untuk apa kau menangis hapus air matamu, oh ya bukan kah kau sendiri yang menghancurkan kita" merasakan sesak di hatinya
"Aku minta maaf gio aku khilaf" tersedu sedu
"Aku sudah melupakanmu dan bagiku kau bukan siapa siapa lagi" tersenyum hambar
"Aku benar benar khilaf gio,aku mau kita bersama lagi" melingkarkan lengangnya di leher gio hingga mata mereka saling berpandangan
"Khilaf kau bilang,kau melakukannya dengan sadar rara,bahkan kau menjalin hubungan dengan pria itu cukup lama dibelakang ku,sebaiknya kau pergi sebelum kesabaranku habis" melepaskan tangan haura dengan kasar
"Gio aku tau kau masih mencintaiku,dan aku tidak akan menyerah memperjuangkan cinta kita lagi" mengusap air matanya lalu keluar ruangan
Haura yang keluar ruangan berpapasan dengan sam,sam yang melihatnya dengan tatapan tajam
"Kau lagi,menjauhlah aku muak melihatmu dan kalau aku sudah kembali kesisi gio,kau akan ku tendang dari sini" marah
"Semoga beruntung nona" tertawa menyindir
"Kau asisten tidak tahu malu" pergi
Sam hanya mengelengkan kepala melihat wanita itu pergi dan dengan cepat masuk kerungan gio karna sudah terdengar keributan disana, benar saja saat sam membuka pintu, rungan sudah berantakan terlihat pecahan kaca dari meja tamu diruangan itu gio yang terduduk disofa mengacak rambutnya sangat terlihat frustasi,kemarahan dan kesedihan bercampur diwajahnya.
__ADS_1
"Tuan biar saya ambilkan kotak obat" mendekati gio
"Tidak usah sam, aku titip perusahaan kau gantikan aku dulu" berdiri pergi
"Tapi tangan anda berdarah tuan muda" khawatir
Gio tidak menghiraukan sam berjalan cepat dan masuk kemobilnya, mobil melaju dengan cepat,ia berteriak frustasi dan memukul stir mobil rasa sakit,kekecewaan dan amarah menjadi satu dihatinya saat ini, ia bingung kemana ia pergi tanpa sadar ia sudah berhenti didepan butik skyla ia menuruni mobilnya dan berdiri mematung didepan butik.
Skyla yang sibuk memajang beberapa gaun terkejut melihat gio yang ada disana dengan wajah frustasi dan darah menetes dari tangannya, dengan cepat skyla menghampiri pria itu
"Gioo kau kenapa" terlihat cemas menatap gio
Tanpa bicara gio memeluk gadis itu dan memejamkan matanya,skyla mengelus punggung gio dengan lembut
"Are you okay,kita kemobilmu saja bicara ya tapi kau masuk duluan aku ambilkan kotak obat dulu"dengan wajah masih cemas menatap tangan gio
Gio hanya mengangguk dan kembali kemobilnya,dengan buru buru skyla mengambil kotak obat dan masuk mobil gio, gio hanya diam melihat skyla dengan sigap memerban tangannya.
"Okay sudah selesai" tersenyum
Gio masih menunduk dan terlihat tatapan kosong dimatanya
"Kemarilah" menepuk pahanya
Gio pun meletakan kepalanya dipangkuan skyla dan memejamkan matanya berusaha menghilangkan rasa sakit hati yang ia alami dimasa lalu.
"Kalau kau belum bisa cerita tidak apa berceritalah saat kau sudah mau nanti" mengelus kepala gio dengan lembut
Apa yang pria ini alami kenapa gio yang terlihat kuat menjadi kacau begini
Skyla hanya diam dan berperang dengan pikirannya sendiri,ia bertanya tanya kenapa pria ini dan terlintas dipikirannya membawa gio ke tempat kesukaannya.
"Gioo" dengan lembut
"Hmmm" masih memejamkan mata
"Apa kau mau ikut, akan ku tunjukan tempat rahasiaku" tersenyum
Ah bagaimana jika ia menolak huh
Gio bangun dan mengangguk dan mulai menjalannkan mobilnya dengan cepat meninggalkan butik.
__ADS_1
bersambung....