Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.51


__ADS_3

Hari ini skyla sangat sibuk mengurus konsep pernikahannya bersama samin, gadis itu turun langsung mempersiapkan semuanya dari memilih dekorasi hingga merancang gaunnya sendiri.


"Apa kita lanjut ke tempat acaranya skyla" samin meminum kopi yang disuguhkan diatas meja butik


"Ya ini masih sore ku rasa masih sempat" melirik jam tangannya


"Okay, aku habiskan dulu kopinya" berdiri sambil menyerup kopinya


"Kalian mau kemana" fani mendekat


"Mau ketempat acara, kau mau ikut" menggandeng fani


"Ya tentu aku penasran" bersemangat


"Beri tahu jeje untuk menutup butik lebih awal" menuruni tangga menuju parkiran mobil


"Okay" mengangguk langsung mendatangi karyawan lain


Sementara itu samin yang tertinggal diatas buru buru menuruni tangga lalu berlari kearah mobil skyla.


Mereka sudah masuk mobil dan siap jalan, namun sebuah mobil mewah yang baru saja tiba memotong jalan mereka, skyla hanya menggelang kecil melihat kelakuan pemilik mobil itu. "Giooo" gumannya tersenyum


"Heyy kau menghalangi jalannku" menarik pintu mobil gio


"Kau mau kemana" menuruni mobilnya


"Mau ketempat rahasia mau menunjukan samin tempat acara kita" melihat mobilnya


"Hey kau berdua saja, suruh dia keluar biar aku yang menyetir mobilmu" berjalan lalu membuka pintu depan tempat samin duduk


"Hai" melambai tersenyum paksa


"Samin kau boleh turun dan ikut sam,biar aku yang menyetir mobil ini" menatap tajam


"Ehemmm ehemm" suara fani dari kursi belakang berusaha agar gio mendengar


"Kau ikut juga,apa kau mau pergi bersama kami atau kemobil sebelah" melirik fani yang membenarkan lipstiknya


"Ah gio tentu saja fani mau ikut bersama samin disana" memberi kode untuk fani


"Yaaa sureee aku akan pindah hehe" bersemangat keluar lalu membuka kursi belakang mobil gio


"Kalian kenapa semua dibelakang" ucap sam datar


"Ah baiklah aku akan pindah" bersemangat


"Biar aku saja fan" mau berdiri


"Ah aku saja kau istirahat atau tidur disini kau kan belum pernah naik mobil semewah ini hehe" menginjak kaki samin


"Aaawww" meringiss


"Bye samin" fani langsung keluar dan masuk kekursi depan.


Mereka melanjutkan perjalanan, dengan mobil skyla yang mendahului mereka, sam fokus menyetir tidak bicara sedikitpun sedangkan fani tidak berhenti menatap sam dengan tangan yang dipangku didagunya.


Mereka sudah sampai dilokasi hutan rindang yang ingin skyla buat untuk pesta pernikahannya.


"Waaw waaw amazing skyla aku tidak menyangka ada hutan begini didaerah kota besar ini" berputar melihat sekeliling


"Lihat samin danau dan perahu yang indah" fani berlari kearah danau


"Heii fanisa hati hati nanti kau jatuh" skyla menggelang


"Aman skyla" merentangkan tangannya dipinggir danau


"Yah kurasa ini akan menjadi pesta pernikahan peri yang luar biasa" ucap samin sambil menatap danau


"Yaa kau benar, sebelah situ akan jadi tempat akad nikahnya" menunjuk pohon besar

__ADS_1


"Kau mau apa disana" melirik pohon yang sangat besar


"Tidak ada aku mau sehelai kain putih dan sedikit bunga samin, lalu bagian sini atasnya origami burung, bawahnya kursi untuk tamu dan bagian sana lagi tempat makan" menjelaskan dengan rinci


"Ya ya ide mu menarik sekali skyla, akan ku sulap tempat ini, apa kau jadi memakai gerbang untuk depan danau" menunjuk danau


"Tentu kau pasang disana ya" menjelaskan bagian danau yang akan didekor


"Okay aku akan melihat lihat dulu" berjalan berkeliling


"Ya sure" berjalan mendekati gio yang berdiri disana.


"Hey mau duduk ditepi danau lagi" menatap gio


"No,kita duduk di batang pohon itu saja" berjalan kearah sana


"Gio apa kau marah aku memilih tempat ini" menatap gio


"Tidak, aku mendukungmu" mengusap lembut rambut skyla


"Sini biar ku peluk" memeluk gio


"Sky apa aku harus membeli tempat ini agar acara kita tidak ada gangguan" bertanya serius


"No no,gio tempat ini milik pak kasim pekerja waktu itu dirumah kakek, aku sudah meminta ijinnya dan aku melarangmu membeli tanah warisan pak kasim" mengelus lengan gio


Gio hanya mengangguk pelan lalu mengecup kepala gadis itu.


"Mmmm gio kenapa sam hanya berdiri disana" menunjuk sam yang berdiri dibawah pohon sibuk dengan ponselnya


"Memangnya kenapa" mengerutkan dahi


"Apa dia tidak tertarik dengan gadis itu" menunjuk fani yang berdiri menatap danau


"Apa kau sedang menjodohkan mereka" menciumi kepala skyla


"Mmm niatnya begitu tapi sam tidak tertarik wanita" memanyunkan bibirnya


"Benarkah, yakin dia tidak gay" manatap serius


"Yang benar saja skyla buhahaaa aku juga tidak akan memilih asisten yang gay" cekikikan tertawa


"Haaah syukurlah gio" mengelus dadanya


"Astaga apa kalian berpikir sam gay buhahaa kalian teralalu banyak menonton film gay" menggeleng


"Haaah hentikan gio dan kecilkan suaramu nanti dia mendengar aku tidak enak" mencubit pinggang gio


"Aaaaww sakit skyla" meringis


Samin berjalan menuju skyla dan gio disana.


"Mmm okee aku sudah mencatat dan memoto semuanya sky" menatap kedua orang itu


"Ya apa kita bisa bahas ini dua hari lagi" nada serius


"Besok malam juga sudah selesai akan ku kirimkan, apa kita bisa pergi dulu aku ingin pulang dan cepat bekerja" menggaruk kepalanya


"Ya kita pulang" gio menjawab lalu merangkul skyla kemobilnya.


"Gio kita naik ini,mereka gimana" menatap bingung


"Kan ada mobilmu, lempar kuncimu pada sam" membukakan pintu mobil


"Aku yang menyetir" melampar kunci dan berlari masuk kekursi kemudi


"Haah terserah kau saja" masuk kemobilnya.


Akhirnya skyla melajukan mobilnya cepat hingga meninggalkan sam dan yang lain.

__ADS_1


"Hey jangan ngebut" memegang lengan skyla


"Wow aku menyukai mobil ini, gas nya ringan sekali" berteriak senang


"Hey sepertinya aku saja yang mengemudi" menatap skyla


"Nooo aku suka aku saja lagian ini area hutan jadi tidak apa ngebut" mengacuhkan gio


Belum sempat gio menjawab ponselnya sudah berbunyi, terlihat panggilan masuk dari sam disana.


"Ada apa" meletakan ponselnya ditelinga


"Maaf tuan muda sepertinya ada dua mobil yang mengikuti kita, saya akan mengambil jalan lain dan lihat lah dispion mereka mengejar mobil tuan juga" menjelaskan cepat


"Aku tau sam, ambil arah berlawanan dan lacak platnya" sambil mantap skyla


"Maaf tuan mobil yang mereka gunakan tanpa plat"


"Lakukan yang awal saja" menutup telponnya


"Baik tuan"


"Hei ada apa" skyla mulai panik


"Gas terus mobilnya,ada yang mengikuti kita" mengarahkan kaca spion agar skyla melihat


"Gio mereka semakin dekat"panik


"Hey tenang aku ada bersamamu, tancap gas nya didepan potong jalan" mengelus rambut skyla


Skyla menuruti apa kata gio ia mengemudi dengan cepat, namun satu tembakan peluru terdengar menghantam kaca mobil gio.


Dooorrr......


"Gioo apa kau dengar" semakin cemas dan takut


"Tenang lah mobil ini anti peluru, kau lebih cepat didepan belok kanan kita masuk pusat perbelanjaan" mengarahkan


Skyla menyetuji lalu melajukan mobilnya masuk pusat perbelanjaan.


"Disitu banting kiri, parkir ditengah dua truk itu" manatap skyla


Akhirnya mobil gio terpakir disana dan mereka lolos dari kejaran orang orang tadi.


Gio mengeluarkan ponselnya dan menanyakan keberadaan sam.


"Sam bagaimana kalian"


"Aman tuan hanya ada sedikit masalah didalam mobil nona" suara datar


"Samin mengompol dicelana skyla mobilmu bau pesing" teriak fani


"Heiii ini gara gara kalian aku baru kali ini dikejar kejar" langsung berteriak juga


"Halo sam aku tau kau bisa mengurus hal kecil itu" mematikan ponselnya.


"Bagaimana" wajah cemas


"Aman hanya saja teman indiamu mengompol buahhaaaaha" tertawa lepas


"Haaah samin memang penakut aku tidak heran" menggeleng kecil


"Kau juga takutkan, kemarilah" menarik dan memeluk gadis itu


"Aku takut gio, aku bukan takut peluru itu mengenaiku tapi aku sangat takut pelurunya mengaenaimu" menitikan air mata


"Hey tenang lah jangan menangis,itu tidak akan terjadi" mengelus pundak skyla


"Berjanjilah gio, kau kau ti tidak akan meninggalkan ku" menangis segukan

__ADS_1


"Aku janji" menenggelamkan wajah gadis itu didadanya dan membiarkan skyla menangis sepuasnya.


Bersambung.....


__ADS_2