
Riuh kota, polusi udara dan jalanan yang macet begitu terasa siang hari ini, sebuah mobil ferrari hitam berhenti didepan Perusahan Joy Group yang saat ini situasinya lumayan kacau.
"Silahkan tuan" Dengan sigap sam membukakan pintu mobil untuk gio.
"Haah,baru beberapa hari aku pergi kau mengacaukannya sam" menggeleng kecil
"Maafkan saya tuan" menunduk
"Husst sudahlah, ayo kita lihat siapa dalangnya" mengayunkan tangannya kedepan.
Fiko yang sudah dari tadi menunggu diruangan gio bolak balik memeriksa laptopnya, wajahnya terlihat kesal sekali disana.
Tidak lama akhirnya pintu ruangan utama itu terbuka,dengan cepat mata fiko berpindah kearah pintu.
"Bro" menyalami gio lalu menepuk pundak pria itu
"Bagaimana ko,apa ada titik terang" mengambil posisi duduk
"Hahaha sam langsung menghubungiku saat malam kejadian itu,dan kami langsung mencari bukti buktinya" menggeser laptopnya kearah gio
"Apa ini" memperhatikan rekaman cctv
"Lihatlah saat pria itu keluar mobil dia menjatuhkan apa" menujukan benda kecil disana
"Apa ini,ini seperti pulpen ah bukan lebih ke pensil" memperbesar rekaman cctv itu
"Ya,kau benar sekali ini barangnya" mengeluarkan pensil yang berbalut saputangan dari saku jas nya.
"Kau memungut ini haha untuk apa,kau bermain main ya ko bukannya mencari bukti" menggeleng tertawa
"Hey,buka dulu aku tidak yakin apa kau bisa tertawa setelah melihatnya" tersenyum .
Gio langsung menyambut lalu membuka pensil yang terbalut sapu tangan disana, seketika raut wajahnya berubah saat melihat tulisan Moms Group terukir dipensil itu.
"Moms Group" ucapnya dengan nada marah menatap pensil itu.
"Tuan tahan, pensil ini bukti kita jangan sampai tuan patahkan" ucap sam dengan sigap meraih pensil ditangan gio.
"Tenanglah bro, kalau kau emosi malah semakin runyam, kita tarik kejalur hukum bagaimana" menepuk pundak gio yang masih terlihat marah.
"Hahaaha tidak, biarkan saja aku mau lihat sejauh mana Etan sialan itu mencoba mengahancurkanku, lagi pula kasus ini sulit jika masuk jalur hukum, ayah etan pasti menggunakan penyakit gila anaknya untuk membebaskan putra semata wayangnya itu" menghela nafas lalu memejamkan matanya.
"Haah, kalau itu pilihanmu aku akan ikuti cara mainmu bro tapi aku tidak puas sebelum menghajar anak buah suruhan etan, apa masalah ini ada hubungannya dengan skyla?" Menatap gio
"Ya benar kita akan cari anak buahnya dulu, bisa dibilang begitu karna etan terobesesi ingin memiliki istriku tapi sayangnya aku yang memilikinya" tersenyum sinis.
"Ya bro ku beruntung" menepuk pundak gio
"Buhahaaa aku memang selalu beruntung" tertawa geli.
***
Di tempat lain skyla yang sibuk mondar mandir untuk mengecek beberapa kain dan pakaian yang tersisa digudang, ia terus saja ingin memastikan bahwa pakaian yang akan ia jual itu layak dan bagus di gunakan.
"Berhentilah mondar mandir skyla, aku ikut pusing melihatmu" sambil bangkit dari kursi
"Aku hanya memastikan fan aku gugup sekali aku takut terjadi hal hal yang merugikan orang" menggantung kembali blazer hitam yang sudah ia cek.
__ADS_1
"Tenanglah sky, sebagian uang dari mereka sudah aku kembalikan dan sebentar lagi temanku akan kemari" mengelus pundak skyla
"Haah fanisaa thnkyou, aku pasti kacau sekali tanpamu" memeluk fani
"Kau tetap saja tidak berubah haha"
Tring tring... ponsel fani berdering terlihat pesan masuk disana, dengan cepat fani membalas pesan dari pria itu.
"Skyla apa kita bisa berangkat sekarang, Arta sudah menunggu di kedai donat depan butik ini" menunjuk pria berjas hitam yang duduk sendiri dan sibuk memainkan ponselnya.
"Ya ayo kita kesana" mengangkat tasnya lalu berjalan keluar butik.
Cukup 3 menit menyebrang skyla dan fani sudah berada di hadapan pria itu.
"Artaaa lama sekali tidak berjumpa" ucap fani sambil menggoyang tubuh pria itu
"Fanisaa, kau tidak berubah masih bersemangat seperti dulu haha" menatap fani lalu melihat sosok lain disana.
"Tentu aku tetap fani yang seperti dulu haha, oh iya arta ini skyla sahabatku yang perlu bantuanmu" mengenalkan
" oh hay skyla" mengulurkan tangannya
"Arta nona skyla " menyambut sambil tersenyum.
"Silahkan duduk" arta mempersilahkan skyla
Skyla langsung menduduki kursi didepan arta, setelah menaruh tas nya di atas meja skyla mulai membuka pembicaraan.
"Mmm tuan arta, apa bisa membantuku" ucapnya menatap arta
"Arta saja, nona skyla tentu apa kalian bisa ceritakan dulu" tersenyum
"Aku yang cerita ya sky" menepuk pundak skyla
Skyla hanya mengangguk memeberikan persetujuan.
"Jadi begini ta, satu bulan yang lalu kami berhasil memproduksi dan bahkan menjual 500 potong lebih baju dan gaun dari butik skyla, tapi beberapa minggu ini banyak keluhan alergi setelah mengenakan pakaian yang dibeli dari butik kami, dan aku sudah mencoba cek dari pihak produksi kami dan benar kain yang digunakan berjamur dan lembab ,padahal setiap perjalanan biasanya kain tersimpan rapi tanpa lembab dan berjamur ta" menghela nafas.
"Apa kau membawakan semple kainnya fan" menghentikan catatannya.
"Tidak ada, bagaimana kalau kita berangkat besok ke gudang produksi" mengangkat bahu
"Mmmm ya menurutku itu bagus, aku juga harus mengecek sendiri sisa kain yang ada disana" ucap skyla tegas.
"Baiklah, kau kapan bisanya ta" menatap arta
"Ah aku bisa saja meluangkan waktu, bagaimana kalau siang sekalian makan siang" melirik skyla
"Ya terserah saja, fan tolong aturkan jadwalnya ya" menengok ke arah fani yang sibuk dengan ponselnya.
"Oke sky siap" tersenyum.
"Oh ya silahkan nona skyla, donat greentea aku sengaja memesannya untukmu" menyodorkan sepiring donat disana.
Skyla hanya mengangguk dan mencoba memakan donat yng ada dipiring itu.
***
__ADS_1
Gio yang dari sibuk dengan ponselnya, mencoba menghubungi skyla namun tidak ada balasan dari gadis itu.
"Sam putar balik kita jemput skyla" ucapnya tegas sambil melempar ponselnya ke kursi sebelahnya.
"Siap tuan" memutar balik mobil yang ditumpangi gio dan dengan cepat melaju kearah butik skyla.
Tidak berapa lama mobil gio sudah tersandar di pinggir butik skyla, sam yang awalnya ingin keluar mobil matanya tertuju pada dua gadis yang sedang tertawa asik mengobrol dengan satu pria disana.
"Tuan muda" menunjukan keberadaan istri tuannya.
"Skyla" guman gio dengan nada berat dan kesal
"Apa yang mereka lakukan sam, senang sekali kelihatannnya" mengamati skyla yang tertawa lepas disana.
"Apa tuan mau turun" ucap sam tegas
"Tidak kau saja, takutnya kalau aku yang turun aku akan membunuh dan menguliti pria itu" guman gio dengan nada seolah tidak perduli.
"Siap tuan" menuruni mobil lalu menyebrang jalan raya.
"Ehemm, maaf menganggu nona muda" ucap sam yang berdiri tegap dibelakang skyla dan fani
"Sammmm" ucap skyla terkejut sambil melirik mobil ferrari yang berada di sebrang jalan.
"Ah sam, kau mau menemuiku ya" ucap fani sambil membenarkan rambutnya.
"Tidak, saya menjemput nona muda" ucap sam sambil mempersilahkan skyla.
"Faannn" ucap skyla menatap fani
Matilah aku, ayo skyla apa alasanmu berpikirlah agar tidak ketahuan.
"Ohh sam kenalakan dulu ya, ini arta temanku tidak sengaja bertemu kami" fani mencoba mencairakan suasana.
"Arta" mengulurkan tangan
Namun sam hanya mengangguk dan berjalan pergi mengikuti skyla dan meninggalakan fani yang masih disana.
"Siapa dia fan, sombong juga" ucap arta sinis
"Heehh itu calon ku, wajar cemburu haha" sambil menggigit donat.
"Ahahaha kau laku juga ternyata" menyerup kopinya.
Sementara itu skyla yang berjalan pelan berusaha memutar otaknya untuk menyembunyikan hal yang terjadi.
"Lama sekali, happy sekali ya, sampai ponsel tidak di angkat" ucap gio nada keras saat skyla memasuki mobil
"Ah hon maaf tadi teman lama fani, dan"
Terhenti.
"Dan apa ,berhenti membicarakan pria lain,kau itu milikku" mencengkram dagu istrinya.
"Lepaskan gio, apa kau harus sekasar ini" menepis tangan besar gio lalu mengelus dagu mungilnya yang terasa sakit.
"Jalan" ucap gio tanpa melihat skyla yang masih mengelus dagu mungilnya.
__ADS_1
Sam yang melirik dari kaca hanya menggeleng kecil dan berguman dalam hati. "Tuan muda ku mohon kontrol emosimu, jagan menyakiti istrimu karna cemburu" guman sam dalam hati.
Bersambung....