
Skyla yang tadinya tertidur pulas matanya mulai berkedip dan terbuka ia mengucek mata mengembalikan kesadarannya lalu meraih ponselnya yang diletakan gio diatas meja samping.
"Haah jam empat subuh" gumannya sambil membelalakan matanya dan meraih kemeja putih gio yang ada diujung tempat tidur untuk menutupi gaun malam sexynya lalu berjalan menuju pintu sisi kapal pesiar itu.
Kapal pesiar yang masih berjalan pelan dengan hembusah angin malam hampir subuh yang meniup Lembut rambut gadis itu, skyla melipat tangannya kedada dan menatap nanar hamparan lautan lepas gelap yang kapal itu lewati.
"Skyla kau bodoh sekali bagaimana bisa kau merusak malam pengantinmu" gumannya pelan
"Haah lalu kau harus bagaimana skyla apa harus membangunnya,ah tida tida bagaimana setelah bangun ia akan semakin marah" menggeleng kecil
Gio yang merasa kehilangan seseorang dipelukannya, membuka matanya pelan ia mulai mencari setiap sudut ruangan dan menemukan gadis itu berdiri diluar sana dengan kemeja putihnya, gio menuruni tempat tidur dan berjalan pelan kebelakang gadis itu.
"Hey apa yang kau lakukan disini, disini dingin" memeluk gadis itu dari belakang dan membenamkan wajahnya dirambut skyla
"Ah maaf aku membangunkanmu,dan maafkan aku mengacaukan malam kita" guman skyla pelan
"Noo kau tidak salah, akulah yang emosian" mencium rambut gadis itu
"Apa kau ma mau me memulai lagi" terbata bata
"Ya" menciumi batang leher gadis itu dan mulai membuka lalu melempar kemeja dan gaun malam skyla sembarangan.
"Gio kita tidak harus melakukannya diluar" mendorong pelan gio
"Hmmm"menciumi bibir skyla ia menarik lalu membuang bra skyla dan mulai menjelajahi pelan bagian dada istrinya dan menjelajahi setiap sudut tubuh skyla.
Tangan gio mulai mengangkat dan menggedong gadis itu kekamar mereka.
"Gioo sedang apa kau,aku bisa jalan" meronta
"Diamlah kau bisa jatuh kalau meronta" membenarkan posisi gadis yang digendongnya
Dengan pelan gio meletakan istrinya ditempat tidur dan mulai memepetkan tubuhnya.
"Uuum sa sakit gio" guman skyla sedikit mendesah
"Tahanlah" guman gio sambil memperdalam ciumannya desahan kepuasan keluar dari bibir kedua pengantin baru itu, gio mulai mengatur ritme mereka, skyla hanya menuruti kemauan suaminya yang lumayan ganas malam itu dengan posisi tangannya mencengkram dipunggung gio.
Cukup lama mereka merajut kasih,akhirnya skyla terbaring lemah diatas tempat tidur sana, gio yang sudah merasa puas menciumi kepala istrinya.
"Terimakasih sayang" gumannya
"Hmm ya tapi dari pada hanya ucapan bisakah kau menggendongku kekamar mandi aku mau membersihkan diri" guman skyla yang terlihat lemas
"Biar aku saja yang memebersihkanmu" langsung menggendong istrinya kekamar mandi lalu membersihkan tubuh istrinya.
Tidak berapa lama gio mengendong istrinya yang berbalut jubah mandi keatas tempat tidur, dan menciumi kening skyla.
__ADS_1
Aku sampai tidak habis pikir bisa menemukan gadis sepertimu skyla, sangat jarang ada gadis di ibu kota yang masih perawan. Batin gio
"Mmm gio apa kau mau mengambilkan aku kemejamu atau baju kaos mu" menatap gio
"Lah kau tidak suka gaun gaun malam itu, itu pilihan sam ditoko langganan manda haha" cekikan tertawa
"Haah kalian gila ya bagaimana kalau siang masa aku memakai gaun malam itu untuk keluar" melotot
"Hey aku tidak mengijikanmu keluar mengenakan gaun sexy begitu" manyun
"Yasudah ambilkan bajumu saja" ucap skyla
"Tidak usah pakai bajuku, diatas lemari itu koper kita pasti ada baju bajumu juga" berjalan dan menarik koper itu
"Haah kau ini kenapa baru bilang, aww" berjalan cepat kearah gio
"Hey kau kesakitan,apa itu sakit" langsung memeluk skyla
"Tidak apa ini biasa kalau baru melakukan aku sudah membaca beberapa artikel" mengelus pundak gio
"Kau duduk lah aku akan membawakan koper itu" mendudukan skyla di tempat tidur dan menarik kopernya ke depan gadis itu
"Haah ini baru baju normal" menarik gaun berwarna putih panjang dengan lengan pendeknya dengan cepat memakainya.
"Apa kau mau melihat matahari terbit Ny.gio" menatap skyla yang keluar dari kamar mandi
Gio langsung menggandeng skyla keluar kamar dan naik keatas kapal pesiar.
beberapa hidangan untuk sarapan sudah ada disana, dua pelayan wanita berdiri tegap disana gio menarik kursi untuk skyla dengan senang hati skyla menerimanya.
"Mmm bisakah tinggalkan kami" ucap skyla dingin
"Baik nyonya" ucap salah satu pelayan dan langsung menjauh pergi
"Aku kesini untuk melihat matahari terbit bukan untuk melihatmu marah,makanlah" gio menyodorkan roti yang sudah ia potong ke mulut skyla
"Umm aku tidak marah" memakan roti
Haah aku hanya kesal melihat pelayan itu melirik mu.
"Lihat mataharinya sudah terbit" berpindah posisi kebelakang skyla
"Hey bisakah kita kesaana" menunjuk ujung kapal pesiar lalu menarik gio.
"Lalu apa yang kita lakukan disini" guman gio bingung
"Titanic, rentangkan tanganmu"
__ADS_1
"Haah maksudmu kau mau adegan titanic" menggeleng kecil tapi menuruti
Adegan Titanic🎬
"Ya, ini sangat menyenangkan, mmm gio bisakah kita terus bersama" menengok wajah gio
"Tentu saja, aku pastikan akan melihatmu menua dengan rambut putihmu kau pasti masih cantik" sambil memeluk skyla
"Aku juga akan pastikan aku akan lama menua agar bisa lama bersamamu" guman skyla membalas pelukan gio
"Ya mau kau sekarang atau tua nanti kau tetap wanita yang ku cintai" guman gio
"Kau bilang apa hayoo" menggoda gio
"Tidak ada kau ini" wajah merah
"Wajahmu merah seperti kepiting rebus hahaa" cekikikan tertawa
"Hey tidak ada kau salah lihat" memalingkan wajahnya
"Hayooo ngaku" tertawa
Seorang pria paruh baya mendekati mereka berdua disana.
"Permisi maaf mengganggu tuan, 30 menit lagi kita akan sampai" menunduk sopan
"Baik pak soen,lakukan dengan baik" ucap gio tegas
"Baik tuan" menunduk dan berjalan pergi
Sementara itu disisi kapal lainnya kedua pelayan tadi sedang bergosip ria.
"Haah ternyata tuan muda sudah menikah" guman salah satu pelayan
"Kau sebaiknya jaga sikap mu kau kan sudah diperingatkan tuan tadi malam" menggeleng
"Tetap saja lihat dadanya tuan muda yang bidang itu biarpun beristri aku tetap mau tidur dengannya" menggigit jari
"Aaahhhh popy hentikan pikiran jorokmu kau tau kan gajih kita sangat mahal jadi jangan membuat kita terusir" mengacak rambut popy dan berjalan pergi
"Haah kak minah tidak memahamiku" kesal
Apa salahnya memjadi simpanan tuan muda lagian aku juga tidak kalah cantik,sayang aku terjebak dengan baju sial ini. Batin popy
Bersambung......
__ADS_1