
Dua minggu berlalu dan malam ini Puncak resepsi pernikah Mrs.Sinta dan Mr.Jhon, acara dilangsungkan di salah satu Ballroom Hotel Joy Group, ballroom hotel yang memang sudah mewah di tambah dengan dekorasi yang berkonsep klasik terlihat seperti pesta kerajaan,lampu kuning yang redup dipadukan dengan bunga mawar putih di setiap pinggir red carpet yang terdampar hingga keluar hotel, sudah ada puluhan wartawan dan fotografer yang menunggu di luar pembatas bersiap memegang mic dan kameranya untuk memoto dan mewawancarai setiap undangan yang hadir.
Mobil ferrari hitam berhenti di depan red carpet dengan sigap sam keluar membukan pintu mobil untuk tuannya, Gio yang terlihat turun dari mobil tampak menawan dengan memakai setelan jas hitam yang terbuka dengan kemeja putih didalamnya, badannya yang tinggi besar berjalan tegap dengan tatapan dingin tapi tidak sedikitpun mengurangi ketampanan pria itu para wanita yang ada saat itu tertegun melihat pria tampan yang terlihat seperti pangeran dari negri dongeng,wartawan dan fotografer yang sudah lama menunggu dengan cepat mengambil foto pria itu.
Supir taxi yang berhenti di depan red carpet membukakan pintu untuk penumpang nya, Skyla yang keluar dari taxi sedikit merapikan rambut coklat panjangnya yang tertiup angin malam,ia mulai berjalan dengan gaun pesta berwarna hitam panjang bertali kecil dengan desain huruf V dibagian dada ditambah dengan pita besar merah muda yang terikat dipinggangnya dan menjulur kebawah membuat kesan elegan dan misterius, langkahnya diikuti fani berjalan dibelakang ia terlihat cantik mengenakan gaun grey pendek diatas lutut dengan lengan panjang dan beberapa manik-manik menghiasi gaunnya.
Gio yang terhenti sesaat melihat gadis itu yang mulai berjalan dan dipotret oleh para fotografer dan ada beberapa wartawan yang menerobos masuk pembatas untuk menarik tangan gadis itu dan berusaha mewawancarainya namun gadis itu berusaha menolak.
"Nona minta waktu sebentar" sambil menerobos masuk red carpet
"Apa alasan nona menolak Direktur Moms Group" sambil berusaha meraih tangan skyla
"Maaf saya tidak menjawab masalah pribadi" berusaha melepaskan tangan yang digengam
"Berikan kami alasan nona jangan terlalu pelit untuk media" tetap memaksa.
Skyla yang kebingungan tiba-tiba merasa ada yang merangkul pinggang nya, ia membalikan wajahnya ia pikir itu fani dan betapa kagetnya saat mengetahui gio yang merangkulnya.
"Nona ini sepertinya tidak perlu memberikan alasan untuk kalian terhadap masalah pribadinya" menyingkirkan tangan wartawan dengan kasar
"Apa hubungan tuan muda" wartawan itu kaget dan terdiam setelah bertanya
"Silahkan berasumsi sendiri dan satu hal lagi jangan pernah memaksa seorang wanita dengan kasar untuk berbicara,atau kau tau akibatnya" melangkah pergi dengan tangan yang masih merangkul skyla.
Skyla yang masih shock dan kebingungan tapi bersyukur karna bebas dari pertanyaan aneh wartawan tadi melirik gio saat sudah memasuki ballroom
"Tu tuan terimakasih" menatap gio disampingnya
"Are you okay nona" menatap skyla
"Ya i'fine thankyou tuan" tersenyum
"Baiklah kalau begitu" berjalan pergi meninggalkan skyla
Skyla masih kebingung dengan sikap pria tadi dan belum sempat bertanya siapa namanya
Siapa pria tadi beberapa kali aku bertemu tapi belum sempat bertanya siapa namanya,tapi dia pria yang aneh kadang dingin dan menyebalkan tapi tadi terlihat care dan hangat
"Hey bro kenapa kau meninggalkan gadis manis itu sendiri" celetuk pandu
"Buhahaha aku yakin jantung gio lagi disko sekarang makanya dia kabur biar gak ketahuan" tawa fiko
__ADS_1
"Jangan sembarang ko" menatap sahabatnya
"Ayolah ini kesempatanmu mendekatinya dengan alasan kau sudah membantunya dan kau perlu kompensasi darinya" sambil masih tertawa
"Pikirkan lah kata fiko bro dia ada benarnya,aku menemui manda dlu" sambil menepuk bahu gio
Para tamu undangan sudah mulai duduk dikursi bundar yang disiapkan ,permainan biola yang indah menjadikan alunan musik klasik yang romatis menyambut kedatangan Sinta dan Jhon dengan iringan gadis kecil manis yang menaburkan bunga untuk membuka jalan pengantin menuju pelaminan, Sinta terlihat seperti princess dengan gaun putih yang indah seperti kristal membawa buket bunga ditangannya ia digandeng oleh Jhon yang mengenakan setelan hitam yang lengkap dengan atribut pangeran,pedang yang ada di samping sebelah kanannya membuatnya terlihat benar-benar mirip seorang pangeran muda dari negri dongeng.
Skyla yang melongo melihat keromantisan pasangan itu saat sedang berdansa dan berciuman diatas pelaminan,membuatnya menghayal akan pernikahannya nanti
"Sky" tepuk fani
"Skyla hallo" mencoba mendekatkan mulutnya ke telinga sahabatnya
"Fan dari mana saja,kau tau aku tadi hampir dimakan oleh wartawan" kesal
"Iya maafkan aku aku tadi terlalu bersemangat berkenalan dengan seorang pria" merasa bersalah
"It's okay baby" tersenyum
"Ada dua kabar baik skyla" bersemangat
"Yang pertama aku lusa diajak kencan oleh pria tadi, dan yang kedua sebentar lagi pelemparan bunga, dan kau harus ikut" celetuk fani
"Ayolah anggap saja permintaan sahabatmu di detik detik mengakhiri masa jomblonya" memohon
"Ya ya ya baiklah faniisa yang suka memaksa"
Fani tersenyum puas dan mengajak skyla mencicipi berbagai macam makanan di pesta itu
Di sisi lain nyonya isabel sudah duduk di kursi khusus keluarga dan membawa gadis cantik disamping nya,melihat gio datang mendekat ia menunjukan senyum manis untuk putranya
"Hallo sayang" tersenyum
"Ya ma,mana papa" mencoba mencari sekeliling
"Papa ada disana bersama sely lagi bertemu om dan tantemu" menunjuk
"Oma" mencari lagi
"Tidak ikut pas kamu berangkat duluan tadi oma tiba-tiba malas dan memlih tidur"
__ADS_1
"Baiklah ma" memainkan hp
"Gio kau lupa ini siapa" menunjuk gadis di samping gio
"Viona kah ini" sambil mengingat ngingat
"Hallo kak gio sambil memeluk gio"
"Ya hallo" tidak menghalangi gadis itu memeluknya
"Kak gio gak berubah masih tampan seperti dulu" ceketuk viona
"Ya menurutmu,kapan kau kembali"
"Viona sudah menyelesaikan S1 nya di belanda gio dan dia menetap di jakarta sekarang mama harap kalian biasa akrab lagi seperti dulu" mengharap
"Ma viona tetap adik kecil gio mma tenang saja" tersenyum kaku
"Tapi ka aku sudah besar sekarang aku juga siap kalau harus mendampingi kka" sambil bersandar di lengan gio
"Apa ini ma,bisakah kita bicara berdua" menatap tajam
"Viona bisakah ambilkan minuman untuk tante" mengisyaratkan untuk pergi
"Baik tante,tinggal dulu ya kak" pergi
"Ma apa maksudnya ini viona itu adik gio juga" heran
"Viona sudah besar gio dan dia anak sahabat mama bukan adikmu jadi tidak ada masalah kalau kau menikah dengannya" tersenyum
"Begini ma gio sudah tau viona sejak kecil karna dia senang bermain dengan sely dirumah dan bagi gio sely maupun viona tetap adik kecil gio,dan gio tidak ada perasaan apapun" tegas
"Mama tau gio,tapi mama menyukainya menjadi menantu mama" berharap
"Tidak ma gio tidak tertarik menjadikannya istri" meminum yang disiapkan di meja
"Kamu benar-benar belum melupakan wanita itu ya gi"
"Cukup ma,aku tau apa yang bagus untukku"memotong pembicaraan dan berdiri pergi
"Pikirkan oma mu pikirkan janjimu" sedikit berteriak
__ADS_1
Gio berjalan tanpa menyahut apa yang mama nya bilang dan mencoba berjalan menemui sahabatnya dan sam yang lagi mengobrol.
Bersambung...