
Fani menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur diikuti skyla disebelahnya.
"Bagaimana" menatap fani menyelidiki
"Kalau kau bertanya soal pria kaku itu sudahlah lupakan aku tidak berminat membahasnya" menutup wajahnya dengan bantal
"Ayolah fan kau harus menceritakan kencan kilat kalian hahaa" tertawa menggoda fani
"Haaah dia pria aneh, kau tau dia tidak berminat dengan wanita bahkan saking tidak sukanya dengan wanita dia mau mengadopsi anak dipanti asuhan" memejamkan matanya
"Waw,aku tidak menyangka sam seperti itu apa kau sudah mencari tahu kenapa dia begitu" menatap serius
"Kurasa dia gay whahahhaa" tertawa geli
"Yang benar saja faniisaaaa" menggelitiki fani
"Aaaww skyla hentikan, haah ku rasa begitu apa kau tidak mau membantuku menanyakan soal itu dengan bos nya" menatap serius
"Seriusly fanii aku harus menanyakan kepada gio kalau sam gay atau bukan" mengangkat alisnya
"Yah pleasee" menelungkupkan kedua tangannya
"Okay akan ku coba, dan kalau memang benar sam bukan gay berarti kau harus lebih berusaha lagi menaklukan hatinya" memeluk sahabatnya
"Yah aku akan berusaha skyla" mengangguk pelan
Drreeettt dreeerttt ponsel skyla bergetar,terlihat nama Gio 🌞memanggil disana dengan cepat skyla mengangkat telpon itu.
"Hay" senyuman muncul dibibirnya
"Aku sudah dirumah, mmm skyla apa kau bisa ikut denganku besok"
"Mau kemana apa mau bertemu wo tapi aku bahkan belum menghubungi temanku" bertanya serius
"Tidak bukan itu, bisakah kita ke makam orang tuamu besok siang biar ku jemput" suara tegas
"Yah kau benar gio,kita akan kesana aku akan mengenalkanmu lalu mendokan mereka dan setelah dari sana aku akan mengatur jadwal agar kita bisa bertemu samin" mengangguk
"Samin siapa itu" suara agak keras
"Dia temanku yang akan mengurus wedding kita gio"
"Ku harap dia bisa bekerja dengan benar" nada serius
"Yah ku rasa bisa, apa kau mau melanjutkan telponnya nanti aku harus mandi dulu"
__ADS_1
"Tidak aku mau istrahat,besok ku jemput, night skyla" menutup telponnya
"Hallo gio" menatap ponselnya
"Ah menyebalkan dia kebiasaan mematikan telpon duluan" melempar ponselnya ke atas kasur
"Haaah kau ini kau sebentar lagi akan menjadi nyonya gio,kau akan bertemu tiap hari jadi santai saja masalah kecil kok,sekarang kau mandi sana" mendorong tubuh skyla kekamar mandi
"Okay fanisa cerewet,oh ya apa kau mau membantu menghubungi samin aturkan jadwalku besok bertemu dengannya sore" berjalan dan masuk kekamar mandi
"Okay bos" meraih ponselnya lalu mengetik pesan untuk samin.
Skyla keluar dari kamar mandi dengan baju piayamanya, lalu berjalan kearah meja rias untuk memakai skincare rutinnya.
"Bagaimana fan" menatap fani yang sibuk dengan laptopnya
"Sudah sky, pukul 4 sore katanya di coffe shop dekat butik" melihat skyla sebentar lalu melanjutkan menatap laptopnya.
"Kau membuat janji disana dengannya" mendekati fani lalu berbaring disebelahnya
"Ya sky aku bingung dimana lagi jadi ku pilih disana" mengangkat bahunya
"Yah terserah kau saja fan,apa yang kau tonton apa itu episode terbaru drama koreamu" melirik laptop fani
"No fanisa aku mau tidur aku merasa lelah, bye fani" memasukan kepalanya kedalam selimut
"Dasar calon pemgantin ahhaa ini seru tahu drama soal perselingkuhan" mengoceh pada skyla yang sudah menutup matanya dibawah selimut.
***
Siang itu mobil gio sudah berhenti didepan butik skyla, dengan cepat skyla masuk kedalam mobil gio lalu mobil itu melaju meninggalkan butik .
"Beri tahu sam skyla lokasinya" menutup laptopnya lalu memasukannya ke kantung belakang kursi mobil
"Taman makam kamboja sam" menepuk bahu sam
"Hey cukup beritahu saja jangan menyentuhnya" menarik tangan skyla lalu membersihkannya dengan tisu
"Memangnya kenapa gio, apa tubuh sam ada virusnya" membolak balikan tangannya
"Tidak aku hanya tidak ingin tangan ini menyentuh atau disentuh pria lain" menatap tajam
"Haaah kau ini mulai berlebihan tuan gio" menggeleng kecil
"Ayolah skyla aku ha" terhenti
__ADS_1
"Shuuttt apa kau bisa diam aku tidak ingin berdebat dulu" menutup mulut gio dengan tunjuknya
Gio hanya mengangguk lalu menciumi tangan gadis itu.
Haahaha kenapa kau begitu prosesif tuan muda, bahkan dia hanya menyentuh bahuku dan apa itu lagi kau membuat dirimu seperti abg yang baru bermain cinta haha. Batin sam
Tak lama akhirnya mereka sudah sampai dipemakanam itu,pemakaman yang tenang namun selalu membuka orang luka dan air mata saat orang berkunjung kesana,skyla yang digandeng oleh gio sudah sampai dikedua batu nisan yang bertuliskan. Angkasa Triadmaja dan Rosse Adara.
Setelah berdoa untuk kedua orang tuanya,skyla menatap dan menyentuh kedua batu nisan itu secara bersamaan.
"Papa,mama ini Gio calon suamiku aku meminta restu dari kalian agar pernikahan kami berjalan dengan lancar" menitikan air matanya
"Pa,ma saya berjanji akan menjaga putri kalian selama saya masih bisa bernafas" membungkuk lalu meraih tubuh skyla kepelukannya
"Bangunlah sky, orangtuamu pasti tidak ingin melihat air mata ini" mengahapus air mata lalu menarik tubuh skyla kepalukannya
"Ya gio kau benar mereka selalu berpesan padaku agar aku hidup bahagia" memeluk gio
"Akan ku wujudkan itu skyla, kita pulang ya" merangkul lalu berjalan kearah mobil.
Sedangkan sam sudah duluan mengambil posisi siap didalam mobil itu.
"Apa kita pulang tuan" bertanya
"Bagaimana skyla apa kau mau kemana dulu" mengulus lembut rambut skyla
"Kita ke coffe shop fiko,aku sudah ada janji sore ini bertemu wo disana" menatap gio
"Baik nona" mengangguk
"Kau mengajakku bertemu saman saman itu" menaikan alis
"Hey dia tidak seperti yang kau pikirkan dan namanya samin gio" mengelus pipi gio
"Yah baiklah,asal dia tidak bersikaf berlebihan padamu" menatap serius
"Kau cemburan sekali ahhaha" meledek gio
"Aku tidak begitu" menatap jendela mobil
"Mmm baiklah hahaha" tertawa geli
Mobil melaju cepat mengarah kecoffe shop fiko.
Bersambung....
__ADS_1