
Fiko berjalan menghampiri gadis yang berdiri dari tadi dengan gelas caramellatte ditangannya.
"Ice caramellatte spesial untuk yang spesial ahahha" menyerahkan gelas
"Hahaha kau bisa saja, uummm thankyou" tersenyum
"Mari kita ngobrol sambil duduk" berjalan menuju sofa
"Ya sure" mengangguk Mengikuti fiko.
Fiko sudah duduk tenang disana sambil menatap gadis dihadapannya yang sibuk meminum caramellattenya.
"Heii kau kenapa menatapku begitu" menaikan alis
"Diam dulu" melap pinggir bibir ayumi dengan tangannya "kau berantakan kalau minum haha"
"Mmm kau ini" menunduk malu
"Hey aku menunggumu lama sekali kau baru kesini dan bahkan aku tidak tahu nomormu, bagaimana caranya aku menghubungimu" menunjukan wajah kesal
"Yah sorry ko, banyak hal yang harus ku urus dulu hehe" tertawa kecil
"Mmm baiklah, apa kau rindu padaku" mengedipkan matanya
"Ahahha kan sudah ku bilang jangan menggodaku karna aku tidak akan tergoda wee" menjulurkan lidahnya
"Aku tidak menggoda aku hanya bertanya buahhaaa" cekikikan tertawa
"Mmm kau ini, hei ko apa benar skyla dan calon suaminya akan melangsungkan acara pernikahan dua minggu lagi" menatap gio
"Yah benar kau tau dari mana" menganguk
"Aku sempat telponan dengan skyla dia memintaku menjadi pengiring pengantin" menyerup minumannya
"Waa sama aku juga pengiring pengantin " tersenyum lebar
"Buahhaa kau jangan mengada ngada kata skyla tidak ada pengiring pengantin untuk pria" tertawa
"Hey bukan untuk skyla, tapi untuk mempelai pria sahabatku" tidak mau kalah
__ADS_1
"Mmm baiklah haha" menatap fiko yang kesal
"Jadi kau kesini untuk menanyakan itu saja ayumi" mengela nafas
"Tidak,tidak juga aku hanya mau ah tidak jadi" menggeleng
"Hey kenapa kau, bicaralah tak apa" meyakinkan
"Mmm benarkah tapi ini konyol aku tidak yakin kau setuju" menunduk malu
"Aku belum mendengarnya,apa katankan saja" menatap ayumi
Menutup wajahnya karna malu
"Fiko kau mau tidak membantuku jadi pacar pura pura, teman priaku hanya kau jadi ku harap kau mau membantuku" wajah merah
"Buahhahaaa apa ini ayumi, sejak kapan aku membuka jasa menjadi pacar sewaan" cekikikan tertawa
"Mmm fiko bantu aku,lusa acara anniversary pernikahan orang tuaku dan kalau aku hadir disana sendirian aku pasti akan di jodohkan lagi" menunduk sedih
"Ya ya baiklah tapi bayaranku mahal buahaha"
"Mmm berapa" menatap fiko
"Hey enak saja aku tidak bisa dibayar dengan uang, kau bisa membayar dengan kencan bersamaku" tersenyum
"Ayolah fiko kau serius hanya kencan" mengangkat alisnya
"Ya sure, kau kan paling sulit diajak kencan" menggeleng kecil
"Mmm baiklah setelah kau membantuku kita akan kencan, deal" mengulurkan tangannya
"Ya deal" tersenyum puas.
Mereka melanjutkan obrolannya dengan santai, tentu saja fiko selalu mengeluarkan rayuan manisnya yang tidak akan membuat ayumi bertekuk lutut padanya.
***
Sementara itu gio sudah sampai didepan pintu utama rumahnya, ia melangkah cepat memasuki rumah itu, pikirnya hanya ingin lekas sampai dikamarnya untuk merendam badannya dengan air hangat untuk menghilangkan rasa lelah seharian.
__ADS_1
"Selamat Malam tuan muda" pak yan menunduk sopan
Belum sempat gio menyahut dan melepas jasnya untuk diberikan kepada pak yan, seseorang berlari kearahnya dan langsung memeluk tubuhnya.
"Kaaakk giioo i miss you" memeluk erat
"Vio, lepaskan aku" menyingkirkan tangan vio
"Kak aku lama sekali menunggu kakak, untuk makan bersama" menatap gio
"Hey aku sudah kenyang kau makan lah, dan kalau sudah kau bisa pulang dengan supir mama jangan pulang sendiri ini sudah malam" mengelus rambut viona lalu melangkah pergi
"Kak tapi aku mau tidur disini,apa bisa aku tidur bersama kakak, seperti dulu kita tidur bertiga sely" menarik lengan gio
"Vio dulu usia kalian saat ku temani tidur itu 8 tahun dan sekarang lihat dirimu, kau sudah menjadi seorang gadis yang bahkan sudah mau dewasa, bersikaplah layaknya umurmu" tersenyum hambar
"Kak aku menyayangimu, tidak bisakah kita hidup bersama" menitikan air mata
"Aku juga menyanyangimu layaknya aku menyayangi sely, kau akan selalu bersamaku karna kau sudah seperti adikku dan satu lagi jangan melewati batasmu" tersenyum lalu mengusap air mata gadis itu dan melangkah pergi
"Tapii kak" berusaha menahan gio
Sely datang dan buru buru menarik lengan viona.
"Hei kau ini haaah,ayo cepat kita ke mall saja" menggandeng viona
"Haah tapi aku mau bersama kak gio dulu" berusaha lepas
"Noooo kita akan ke mall" menyeret viona masuk kedalam mobil
"Hei ini sudah malam sely mall tutup lepaskan" mencoba membuka mobil
"Ini baru jam setengah delapan masih buka tau" langsung menjalankan mobilnnya "Kak vio ku harap kaka menyerah saja jangan ganggu kak gio lagi" menatap viona
"Noooo kau jangan ikut campur calon adik ipar manisku hahahah" mencubit pipi sely
"Hah kau ini terserahlah" melanjutkan fokus menyetir mobilnya dan tidak menghiraukan viona lagi.
Bersambung.......
__ADS_1