
Gio meletakan ponselnya diatas meja lalu menghidupkan tombol lampu tidurnya,ia mulai memejamkan matanya lalu ketukan pintu terdengar dari luar.
"Siapa" teriaknya
"Saya tuan pak yan" menyahut sopan
"Masuklah" suara tegas langsung mengambil posisi duduk
"Mohon maaf tuan muda, nyonya sepuh memanggil tuan beliau menunggu di kamar" menunduk sopan
"Ya aku segera kesana" berdiri lalu berjalan cepat menuju kamar oma
Terlihat oma yang sedang mengelus lembut kepala sely dipangkuannya.
"Kenapa lagi anak ini" guman gio sambil mendekat tempat tidur
"Husstt jangan begitu adikmu ini lagi bimbang mau memilih salah satu pria untuk jadi kekasihnya" masih sibuk mengelus kepala sely
"Ada ada saja kau ini, kan sudah ku bilang dari awal jangan menjalin hubungan dengan tiga pria sekaligus" menggeleng
"Kakak aku ini lagi mencari pasangan yang cocok makanya aku begitu" bangun dan duduk disebelah oma
"Terserah kau saja, asal kau tahu batasan ya,kau tau kan aku mengawasimu lebih dari papa mengawasimu" menatap tajam
"Omaaa kenapa kaka ku ini begitu kejam" menyembunyikan wajahnya di pundak oma
"Sudah sudah,kalian ini adik kakak jadi jangan ribut, gio oma mau tanya bagaimana hasil kepergianmu mencari calon cucu menantuku" menatap gio serius
"Oma tenang saja mana ada wanita yang menolak cucu oma yang tampan ini" menunjukan pesonanya
__ADS_1
"Kau memang tampan ka tapi kau juga menyeramkan seperti singa haha" sely cekikan tertawa dibelakang oma
"Kau ya awas kau,jangan bersembunyi disana" menatap tajam
"Sudah sudah gio,lanjutkan ceritamu lalu apa gadis itu mau menjadi istrimu" mengelus pundak gio
"Ya oma besok sam akan mengurus pendaftaran pernikahan kami, dan secepatnya kami akan menikah" menggenggam tangan oma
"Wow kau mau menikah dimana kak, bagaimana kalau dihotel papa yang baru dibuka itu" guman sely
"Entahlah aku menyerahkan semuanya pada skyla" mengangkat bahu
"Kau sebelum melanjutkan rencana mu lebih baik kau datang dulu menemui kakeknya,bagaimana pun gadis itu masih milik kakeknya nanti oma dan papamu temani kalau mamamu tidak mau" menatap gio
"Yah itu yang gio pikirkan oma, besok gio akan bicara masalah itu padanya" mengangguk
"Kak bisakah nanti aku yang jadi penggiring pengantin" antusias
"Omaaa dia menyebalkan" wajah kesal
"Kembalilah kekamarmu gio kau pasti lelah" menepuk pundak gio
"Selamat malam oma" mencium kening
"Bye kak gio" melambai
"Kau jangan terlalu malam kalau disini kasian oma mau istirahat" berjalan keluar
"Oke kak singa" tertawa
__ADS_1
Gio melanjutkan langkahnya ke dapur ia membuka kulkas lalu mengambil air jeruk disana.
"Ya mama harap kau tidak salah pilih" berdiri dibelakang gio
"Apalagi ma,ayolah ma gio mencintainya" meminum air jeruknya
"Terserah kau saja, tapi mama tidak yakin bisa memperlakukannya sebagai menantu" mentap tajam
"Ya lakukanlah ma agar mama puas, agar mama bisa melampiaskan luka masa lalu mama kan, tapi aku yakin calon istriku kuat pikirannya bukan seperti anak gadis baru besar"
"Apa maksudmu, viona itu sudah dewasa dan dia wanita berkelas" mulai emosi
"Ma dia seperti sely dimataku, dan satu lagi jaga emosi mama jangan sampai darah tinggi mama kumat hanya untuk membela vio" menggeleng lalu pergi menuju kamarnya.
Gio mendesah kesal dikamarnya,ia bingung dengan pemikiran mamanya yang begitu gigih menjodohkannya dan menyulitkan skyla.
"Kau pasti bisa meluluhkan hati mama skyla,aku tau kau wanita yang kuat" berguman pelan lalu memejamkan matanya.
Tak berapa lama pintu kamar gio terbuka lagi, sosok pria yang ia kagumi berdiri disana lalu berjalan mendekatinya.
"Nak papa tau masalah ini membuatmu terbebani" duduk disebelah gio
"Tenang pa aku bisa mengatasi" tersenyum hambar
"Nak kau putraku, aku mencintaimu saat pertama kali aku melihatmu hadir didunia ini,jadi kau tidak perlu menyembunyikan apapun dariku, aku selalu mendukung keputusanmu" memeluk gio
"Pa aku harap mama tidak menyulitkan dia,dia sangat berharga bagiku pa sama seperti mama" membalas pelukan pak pratama
"Tenanglah papa akan bicara pelan pelan pada mamamu,intinya kau harus sabar sebuah pernikahan pasti akan melewati krikil kecil tidak ada pernikahan yang berjalan mulus dan sempurna,anggap saja mamamu salah satu dari krikil kecil itu untuk menguji cinta kalian haha dan urus lah secepatnya pernikahan kalian, satu lagi kabari papa saat kakek gadis itu sudah tidak sibuk" menepuk pundak gio lalu berdiri
__ADS_1
Gio hanya mengangguk kecil lalu mengusap wajahnya dan melihat kearah punggung papanya yang menghilang dibalik pintu kamar.
Bersambung....