
Di tempat lain, gio yang dari tadi memainkan pulpen mewah ditangannya, ia memutar mutar pulpen itu seakan pikirannya tidak ada di dalam rapat penting hari itu, ya memang benar saja pikiran pria itu sudah menjelajah jauh memikirkan kemana istrinya.
"Bagaimana Mr. Gio'' ucap salah satu klien dari perusahaan asing itu.
"Hah sam" menatap sam tajam
"Ah ya tuan Yun Hong ki, tuan muda kami menyetujui apa yang tuan tawarkan dan secepatnya kami akan menghubungi tuan dan melakukan kontrak ini" sam mencoba mengambil alih
"Ya benar sekali, terimakasih atas kerjasamanya" gio berdiri lalu menyalami rekan bisnisnya itu.
"Ya ya semoga perusahaan kita berjodoh ya" tersenyum
"Pasti" ucap gio sambil meninggalkan ruang rapat itu.
Di iringi sam yang sedikit berlari dibelakangnya.
"Apa yang anda pikirkan tuan" ucap sam yang membuat gio spontan menghentikan langkahnya.
"Ada apa dengan gadis itu" ucap gio menatap sam
"Nona muda" ucap sam bingung
"Siapa lagi hah" bruk menendang meja kerjanya.
"Tuan muda, saya sudah coba menghubungi pihak butik, nona muda melakukan perjalanan bisnis dengan asistennya dan satu orang pria'' ucap sam menunduk sopan dihadapan gio
"Pria mana lagi yang di bawa, sialan" berdiri lalu menekan ponselnya dan terlihat pria itu sedang menelpon istrinya.
Tuuuttt tuuuttt nada sambung terus berbunyi dan akhirnya suara manis terdengar disana.
"Ya" ucap skyla singkat
"Heh apa yang kau lakukan, pria mana lagi hah yang kau bawa apa kau mau berkencan dengan pria itu" ucap gio mengacak rambutnya.
"Apa apaan kau ini, menyebalkan sekali aku ini sadar dengan statusku sudah punya suami jadi jangan bicara aneh" ucap skyla judes
"Apa kau bisa tidak judes padaku hah, kau itu istriku milikku" ucap gio dengan wajah yang merah
"Ya ya ya aku tau aku istri dari pria yang menyebalkan sepertimu" tuut skyla memencet tombol merah di ponselnya dan langsung mematikan jaringan data di ponsel itu.
"Siaalll berani sekali dia" sambil terus terusan menelpon istrinya namun tidak ada nada tersambung disana.
"Bagaimana tuan, mungkin data ponselnya dimatikan'' ucap sam spontan.
"Lacak dia dimana, dan kabarkan segera" ucap gio melempar asal ponselnya ke atas meja.
''Baik tuan" melayangkan kaki nya untuk meninggalkan ruangan tuan mudanya itu.
Nona kenapa suka sekali membuat masalah. Guman sam pelan.
__ADS_1
***
Skyla mengusap wajahnya terlihat wajah gadis itu gundah, arta melihat itu mulai berani membuka pembicaraan.
"Mmm nona skyla ini daerah Sekolahku dulu, disini ada kedai ice cream yang enak apa kalian mau coba" tersenyum
"Omg kedai ice cream hula hula itu kan, itu sangat enak sky kita mampir ya" rengek fani
"Iya aku ikut saja" ucap gadis itu mengangguk.
Mobil yang dikemudikan arta berhenti didepan kedai ice cream.
"Dua gelas ice cream vanilla dengan toping kacang dan satu mangkuk besar ice cream coklat dengan taburan cerry terlihat menggiurkan disana.
"Waw kesukaanku'' ucap fani sambil menyambar ice cream coklat besar disana
"Mmm aku tidak tau kau mau mesan apa, ku kurasa ini akan enak karna ini kesukaanku" arta tersenyum sembari menaruh gelas ice vanilla didepan gadis itu.
"Ya thankyou" ucap skyla sambil tersenyum
''Bagaimana, apa kalian akan melanjutkan mencari tahu" sambil menyuap ice nya
"Arta mungkin akan lebih mendalami mencari tahu fan" ucap skyla
"Ya tentu saja,aku akan menyelesaikan ini dengan baik dan tidak akan mengecewakanmu'' arta memegang tangan skyla.
"Mmm ku harap bisa cepat selesai'' spontan menarik tangannya lalu merapikan rambutnya.
***
Sam yang sudah menemukan keberadaan nona mudanya setelah mencoba melacak handphone milik fani, bergegas menuju ruangan tuan mudanya.
"Tuan muda" ucap sam sambil menutup kembali pintu ruangan lalu mendekat kearah gio.
"Apa kau dapat" menutup laptopnya.
"Ya tuan, mereka ada di kedai ice cream, daerah cempaka raya" ucap sam cepat
"Siapkan mobil" berjalan mendahuli sam sambil menahan amarahnya.
Sam yang hanya diam sepanjang perjalanan, sesekali melirik tuan mudanya yang sedang menahan amarah di belakang, akhirnya mereka memepetkan mobil disebuah kedai ice cream ya benar saja gadis yang tuannya cari berada disana.
"Skyla mepet sedikit kita harus selfie bersama" ucap fani sambil memegangi ponsel skyla yang dipinjamnya untuk foto
"Cepatlah fan" batin ku merasa tidak enak, guman skyla pelan.
Tangan besar menarik ponsel yang ada digenggaman fani.
Brukkk ponsel Iphone keluaran terbaru itu sudah melayang dan jatuh kelantai.
Arta yang melihat itu langsung berdiri dan marah.
__ADS_1
"Apa apaan kau hah" ucap arta spontan dan sedikit terkejut bahwa didepannya adalah pemilik perusahaan terbesar di jakarta.
"Gio ucap fani" kaget sambil mengambil ponsel skyla yang dilempar oleh pria itu
"Pulang" ucap gio kasar menyeret tangan skyla
"Lepas gio, urusanku belum selesai aku bisa pulang sendiri dan berhenti membuat keributan" ucap skyla yang membut pria itu berhenti.
"Urusan apa, urusan kau berkencan hah lalu berfoto mesra'' ucap gio menatap tajam kearah arta
"Bukan begitu, aw sakit hon" ucap skyla pelan
"Lepaskan, lepaskan dia ku bilang" arta menarik lengan skyla yang satunya.
"Apa mau mu hah,"brukkk tinjuan keras mengenai pipi pria itu.
"Giooo berhenti" ucap skyla frustasi melihat suaminya masih saja menghajar arta.
"Tuan muda" ucap sam mencoba melerai namun tidak dihiraukan pria itu.
"Gioooo berhenti, baiklah kalau kau tidak mau berhenti aku yang pergi dari sini" teriak skyla yang merasa malu karna ditonton orang sekitar, lalu beranjak pergi dari sana.
Gio yang melihat istrinya berlari pergi meninggalkannya, buru buru mengakhiri perkelahiannya dan mengejar istrinya.
"Skyla hey, apa mau mu hah kenapa meninggalkan suamimu" ucap gio sedikit berlari mengejar gadis itu.
"Kau membuatku gila skyla" mencengkram lengan gadis itu.
"Kenapa gio, kenapa kau begitu apa kau tidak bisa mendengar penjelasan dulu sebelum memukul orang lain" ucap skyla marah
"Kau masih membela pria sialan itu, kau itu milikku dan tetap akan begitu, jadi ku harap kau tahu batasanmu" mengangkat dagu gadis itu
"Aku tahu batasanku, tapi apa kau tau batasanmu, apa kau pernah melihatku berpelukan dengan orang lain hah, haha coba lihat dirimu kau" ucap skyla menahan air matanya
"Hentikan omong kosongmu, dan masuk mobil" memasukan paksa gadis itu kedalam mobil.
Skyla hanya diam dan mencoba menghapus air matanya yang jatuh, ia merasa masih takut dengan perkelahian suaminya tadi dan bahkan ia merasa tidak nyaman dengan arta.
"Ma maafkan aku" ucap gio menunduk
"Kau diamlah" ucap skyla mengacuhkan gio
"Maafkan aku skyla, aku tidak suka kau begini padaku" memeluk istrinya.
"Lepas gio, hiks hiks kau membuatku terguncang hari ini, kau kasar sekali kau pria kasar" ucap skyla memekul dada bidang suaminya.
"Husttt tenanglah skyla, maafkan aku karna mu aku hilang kendali aku sangat mencintamu" ucap gio pelan mencium dan menghirup aroma vanilla dari rambut gadis itu.
Sam yang hanya mendengar drama suami istri itu hanya menggelang pelan lalu melanjutkan fokus untuk menyetir.
Bersambung ......
__ADS_1