
Beberapa minggu berlalu,minggu ini akhir persiapan acara pertunangan mereka,skyla yang sibuk dengan butiknya dan juga persiapan pertuanangnnya ia merasa lelah Tenaganya begitu banyak terkuras seluruh tubuhnya terasa sakit, pulang dari butik ia langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur,belum sempat memejamkan mata ponselnya sudah bergetar terlihat Gio🌞 manggil, dengan semangat skyla mengangkat telpon itu.
"Hallo gio,i miss you" tertawa kecil
"Aku di bawah,aku tunggu di mobil" mematikan ponselnya
"Hallo gio" kenapa suaranya aneh sekali hari ini gumannya
Skyla membuka pintu mobil gio,terlihat wajah muram gio disana
"Kau kenapa,are you okay" mengelus rambut gio
"Singkirkan tanganmu" menatap tajam lalu melajukan mobilnya dengan cepat.
Skyla mulai panik karna gio seperti kehilang kendali
"Gioo stopp" mengguncang lengan gio
"Diam" membentak
"Apa yang kau lakukan,stop atau aku lompat" membuka sedikit pintu mobil "ku mohon gio" tatapan sedih
"Hah hah,maafkan aku skyla" menghentikan mobilnya dan menarik rambutnya frustasi
"Heii heii lihat aku,kau kenapa gio" memegang wajah gio
"Lepaskan tanganmu" menyingkirkan tangan skyla
"Okay okay,sekarang bisakah kita bicara kau kenapa" menyilangkan tangan didadanya
"Aku tidak bisa skyla,aku takut" menutup wajahnya
"Tidak bisa apa,apa ini ada hubungannya dengan masalalu mu lagi" menundukan kepala
Masalalu dan masalalu lagi kenapa kau tidak bisa melupakan itu gio.
"Ya kau benar,hatiku ini cacat aku tidak bisa menerima cinta cinta yang tidak lepas dari rasa sakit itu,aku ingin mengakhiri semua ini" mengusap wajahnya dengan kasar
"Okee tenanglah dulu,tarik nafasmu dan hembuskan" mengusap punggung pria itu
"Berhenti pura pura peduli denganku,kau pasti akan meninggalkanku kan,kau pasti seperti rara juga" berteriak
__ADS_1
Plakkk tamparan keras mengenai pipi gio, "ah aw sakit" ucap skyla menggoyang tangannya
"Skyla apa kau tak apa,mana tanganmu biarkan aku melihatnya" meraih tangan skyla dengan wajah cemas
"Berhenti gio,jangan coba coba menyentuhku lagi" menjauhkan tangannya
"Kemarikan aku mau periksa skyla" menarik tangan skyla
"Diam apa pedulimu hah" nada keras "Kau datang kemari,setelah berminggu minggu tidak muncul kau biarkan aku mengurus pertunangan ini sendirian lalu seenaknya kau membatalkannya dengan alasan tidak jelas" menggelengkan kepala
"Skyla aku hanya ha hanya" terbata bata
"Hanya apa hah, hanya takut akan masalalumu terulang lagi, kau berpikir aku sama seperti raramu itu sudah ku bilang kan padamu berdamailah dengan masalalumu gio,jangan menyalahkan keadaan dimasalalu, jangan pernah membiarkan hatimu menyimpan dendam untuk kejadian masalalu, cukup ingat itu sebagai serpihan kenangan pahit dan mulailah hidup baru tanpa ketakutan dari masalalalumu" menatap gio
Kau bahkan masih menyebut haura dengan panggilan sayangmu dulu
"Kau tidak megerti skyla, masalahnya kita" terhenti
"Kita apa masalahnya hah, masalahnya ada dirimu gio, kau dan masalalumu itu yang menjadi masalahnya, tidak ada hubungannya dengaku,bahkan aku tidak ada niat sedikit pun untuk menyakitimu" menahan air mata
"Skyla sky la" terbata bata
"Gio dengarkan aku untuk terakhir kalinya,Maafkan dirimu berdamailah dengan masalalumu ikhlaskan semua yang sudah terjadi, itu yang akan menuntunmu kecahaya yang terang,seterang matahari" tersenyum
"Hei tak apa gio,mungkin ini sudah rencana tuhan,ini aku kembalikan padamu" melepas cincinnya dan memberikan ketangan gio lalu memeluk pria itu
"Thankyou gio,aku menyayangimu good bye" melepaskan pelukannya dan berlari keluar meninggalkan mobil gio.
Berlari dan terus berlari itulah yang terlintas dipikiran skyla saat ini,gadis itu menangis sepanjang jalan rasa sesak didadanya,emosi yang memuncak ingin rasanya ia meluapakan semua itu,tapi ia hanya memilih diam seribu bahasa membiarkan kakinya terus berjalan entah membawanya kemana yang pasti ia harus menjauh dari gio pikirnya. Tanpa arah dan tujuan lalu skyla berpikir untuk pergi ke rumah fani
Taxi sudah berhenti didepan rumah fani,fani keluar dan melihat sahabatnya yang saat ini sangat membutuhkannya
"Skyla apa kau baik baik saja,mari kita masuk" mendekap tubuh skyla dan membawanya kekamar
Skyla hanya diam mematung berdiri didepan kamar fani
"Heii kemarilah" membuka selimutnya
"Aku dan dia berakhir fan" menangis
"Omg,kemarilah skyla" menepuk tempat tidurnya
__ADS_1
Skyla naik keatas kasur dan diselimuti oleh fani dengan lembut fani memeluk sahabatnya dan mencoba menenangkan,seakan dia merasakan apa yang skyla rasakan
"Skyla tenanglah kau dan dia pasti sedang kacau,pikiran kalian sudah dikendalikan oleh emosi" mengelus rambut skyla
"Tapi dia memintanya fan dia di dia" tersedu sedu
"Heyy jangan menangis lagi,pejamkan matamu tidurlah dulu besok kau coba temui dia lagi, kalian harus bisa bicara dengan suasana yang tenang baby" menghapus air mata gadis itu
"Yah kau ada benarnya fan,besok aku akan menemuinya dikantor" mengangguk dan memejamkan matanya
Fani hanya memandang lirih dan sambil terus mengelus rambut sabahabatnya itu.
Sementara itu sam dan fiko yang memilih mengikuti mobil gio yang melaju kencang setelah skyla keluar dari sana,fiko berusaha memepet mobil gio agar gio mau berhenti akhirnya gio mengalah dan keluar dari mobilnya.
"Apa yang kalian lakukan hah" marah
"Kami menghawatirkanmu bro" tepuk fiko
"Aku bukan anak kecil dan aku baik baik saja,kau lihat ini dia bahkan menyerahkannya duluan sebelum aku memintanya haha berarti benar skyla dan rara tidak ada bedanya mereka akan selalu meninggalkanku" melempar cinci itu
"Kau yang meninggalkannya gio"
memungut cincin dan berjalan pergi
Ku harap kau tidak menyesali keputusan bodohmu bro.
"Buhaahaha cepat atau lambat dia akan meninggalakanku nanti,aku suka begini bebas,tanpa cinta,tanpa takut rasa sakit" tertawa penuh kesedihan
"Sam pastikan dia pulang dengan selamat" menepuk pundak sam
"Ya tuan terimakasih" mengangguk
Tanpa membalas ucapan sam,fiko masuk kemobilnya lalu meninggalkan gio disana.
"Tuan muda" menunduk
"Kita pulang sam aku cukup lelah dengan semua ini,aku ingin tidur" masuk mobil
"Baik tuan" mengangguk
Tuan aku tidak yakin ini benar benar keputusanmu,caramu menadang nona sangat berbeda apa karna traumamu yang berlebihan akan takutnya kehilangan lagi yang menyebabkan mu membuat keputusan bodoh begini. Sam menggelengkan kepalanya seakan sulit sekali baginya memahami pria yang begitu rumit yang menjadi bos nya itu.
__ADS_1
Bersambung........