
Seorang gadis cantik terbujur kaku dengan gaun pengantin ditubuhnya dan borgol melingkar di kedua lengannya ia terbaring tenang diatas kasur yang dipenuhi dengan mawar merah, sekarang gadis itu mulai perlahan membuka matanya efek obat bius yang diberikan penculik sudah mulai berakhir sekarang.
Spontan gadis yang masih merasa pusing dikepalamya itu, langsung mendudukan tubuhnya lalu melihat sekeliling inci demi inci sudut ruangan kumuh yang dipenuhi lilin dan mawar merah lengkap terpajang puluhan fotonya disana, gadis itu mulai mengarahkan matanya ke lengannya yang terborgol dan pakaiannya ia mulai histeris melihat kemeja yang ia gunakan berubah menjadi gaun pengantin putih.
''Ya tuhan, tolong lepaskan aku'' teriak yolanda histeris berlari kearah pintu
''Ku mohon, maafkan aku jika kau fansku dan aku menyinggungmu, keluarkan aku ku mohon'' teriak gadis itu tanpa henti didalam ruangan tanpa jendela yang menggema seakan menusuk gendang telinganya.
Tlek tlek.....kreeittt dengan pelan pintu terbuka, seorang pria dengan tubuh tinggi memakai setelan serba hitam dengan umur kisaran 36 tahun, tersenyum manis membawakan semangkuk sup dan nasi ditangannya.
''Husstt husstt, makan dulu nathali'' meletakan nampam diatas meja
''Menjauhkau, sii siiapa kau'' ucap yolanda dengan nada gemetar sambil perlahan mundur ketakutan.
''Nathali atau yolanda saja nama aslimu buahaha tengalah baby husst aku tak'an menyakitimu'' menarik lengan gadis itu
''Lepaskan ku mohon,lepas'' memberontak
Plakk satu tamparan mendarat dipipi halus gadis itu, darah segar mulai menetes dari bibirnya.
''Kauu,diamlah dan duduk, apa kau terluka husstt nathali siapa yang menyakitimu siapa yang membuatmu berdarah akan ku hajar'' menarik yolanda ke meja yang sudah berisi makanan diatasnya, lalu mengelus darah dibibir gadis itu dan menjilatnya.
''Kau gila,akan ku tuntut kau'' teriak yolanda
ya tuhan apa salahku, ku mohon fiko selamatkan aku. Batin yolan
"Hustt tenanglah, buka mulutmu sayang ku'' memberikan sendok berisi nasi dan sup kepada gadis itu.
''Pergi kau aku tidak mau'' plang menyingkirakan makanan diatas meja hingga semua jatuh dan pecah kelantai.
''Kau, kau membuatku marah sekarang pakai cincinmu kita akan menikah'' menjambak rambut gadis itu lalu memaksa memasangkan cincin yang kekecilan dijari manis yolanda.
"Ahgg lepaskan sakittt, fiko kumohon selamatkan aku hiks hiks'' mencoba melawan
Plak plak tamparan demi tamparan mengenai pipi gadis itu yang masih berusaha melawan, cincin yang tidak muat dipaksa masuk hinga melukai jari gadis.
"Cincinnya sudah muat sekarang kita akan menikah,tunggu disini aku akan memanggil penghulu'' ucap pria itu dengan senyuman menenteng ponselnya keluar.
Dengan cepat yolanda berlari dibelakangnya, berlari sekuat tenaga diantara koridor rumah susun yang terbengkalai itu, ya rumah susun yang dipenuhi sampah dan bau busuk dimana mana.
Gadis itu berlari hingga sampai dipagar balkon.
''Sialan harusnya aku turun tangga'' ucap yolan kesal
Grap satu pelukan dari belakang menghantam gadis itu.
__ADS_1
''Mau kemana kau nathali'' mengelus rambut yolan lalu mencium paksa gadis itu.
Yolanda yang berusaha melawan namun kekuatan pria itu melebihi kekuatannya,pria itu mulai membuka resleting gaun penganting gadis itu namun yolan mendorong tubuh pria itu, yang membuatnya menjukan wajah murka.
''Brengsek kau, kau selalu menghinaku dengan kau membuang semua mawar yang aku kirimkan, kau tau betapa sulit nya aku mencari uang untuk memebelinya bahkan aku di pukuli karna mencuri mawar mawar itu untukmu nathali'' menjambak rambut gadis itu dengan tatapan marah lalu mencekik leher yolanda
''Ma maafkan aku, lepaskan a aku aku ti tida bemaksud'' terbata bata hampir kehilangan nafas
Brummm, brak seorang pria lengkap dengan jas nya menutup pintu mobilnya keras, lalu berlari sambil berteriak.
"Lepaskan gadisku sialan'' menodongkan pistol kearah pria itu
''Kau tidak lihat ahahahha dia pengantinku bahkan lihat ini kami sudah menikah'' menunjukan jari manis yolanda yang mengalir darah segar disana karna cincin yang dipaksa masuk.
''Fiko ku mohon sayang to tolong aku hiks'' teriak gadis itu terbata bata
"Lepaskan dia atau peluru ini menghancurkan kepalamu'' menarik pelatuk pistolnya
"Kau mencintai nathaliku, buahahaha kau mencintai istriku liatlah'' cupp pria itu langsung ******* ganas bibir yolanda lalu tangannya bereaksi ingin membuka gaun gadis itu.
Fiko yang hilang kesadaran dan hilang akal melepaskan tembakan yang mengenai pundak pria brengsek itu.
''Bajingann, menjauh dari tubuh kekasihku'' dorrr
Pria itu terkejut dan merasakan peluru yang menusuk pundaknya .
''Lihat ini, ini gadismu buahahha dia bahkan tidak menarik lagi, aiss'' menahan rasa sakit lalu melanjutkan teriaknya.
"Kalau kau mau gadis ini, ambillah apa kau bisa menangkapnya'' mengakat tubuh yolanda kepinggir balkon lantai 5
"Kau, kalau berani macam macam akan ku bunuh kau'' teriak fiko panik lalu berlari ketangga.
Brukkkk........darah segar dari kepala gadis itu mengalir membasahi gaun pengantin yang kini menjadi merah.
''Yolandaaaaa'' teriak fiko berlari langsung mengangakat dan memeluk wanita yang ia cintai.
''Kalian pantas mendapatkannya kalau aku tidak bisa memiliki nathali kau juga tidak akan bisa,Buahahahhaa'' tawa pria itu yang samar samar menghilang dari atas balkon.
''Yolanda,sayang ku mohon tetap tergaja lihat aku, aku akan panggil ambulan'' menitikan air mata lalu meraih ponselnya namun lengannya dihentikan oleh gadis yang sekarat dihadapannya.
''Sa sayang, sakit peluk aku'' ucap yolan pelan
''Aku akan selalu memelukmu, kau pasti sembuh aku akan menelpon ambulan '' menjawab dengan isak tangis
Gio diiringi sam beserta anak buahnya dan pandu berlari kearah sahabatnya yang memeluk erat gadis yang berlumuran darah.
__ADS_1
Bruk...tas dokter yang dibawa pandu terlepas dari tanggannya pandu langsung terlutut disana melihat kondisi yolanda yang sangat sekarat.
''Sammm tangkap pelakunya'' teriak gio marah
Sam mengagguk lalu berlari dengan anak buahnya.
Sedangakan yolan tersenyum kearah fiko '' sa sayang, ma maafkan aku, hi hiduplah ba hagia'' uhuk uhuk gadis itu batuk mengeluarkan darah.
Spontan pandu mendekat ingin memeriksa yolan namun dihentikan oleh isayat tangan fiko.
''Kau kuat sayang, kita akan menikah aku sudah memesan cincin sesuai model yang kau minta'' teriak fiko
''Fi fiko, a aku mencintaimu'' ucap gadis itu lalu menutup matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya.
''Yolannn ku mohon buka matamu, pandu tolong aku ku mohon'' teriak fiko histeris
''Bro'' nada bergetar lalu pandu menggeleng pelan
Tangis fiko pecah, mengacak rambutnya prustasi '' yolan ku mohon sayang buka matamu, ini salahku aku akan bersamamu'' meraih pistolnya.
''Tenangkan dirimu bro'' ucap gio menarik dan melempar pistol ditangan sahabatnya.
''Biarkan aku mati gio, yolan nyawaku'' teriak fiko histeris
Namun gio berusaha memeluk sahabatnya itu, untuk menenangkannya.
***
Tring tring... ponsel pria itu berbunyi ia terkejut dari puing lamunan masalalunya, terlihat nama gio memanggil disana.
''Ada apa'' ucap fiko datar sambil mengusap wajahnya pelan.
''Kau dimana aku didepan apartementmu'' balas gio cepat
''Dirumah, aku tidak ada disana dan aku aman kalau kau tidak percaya tanyakan dokter gadungan itu, ia baru saja pulang '' ucap fiko
''Ya baiklah, aku percaya istrahatlah bro'' ucap gio yang mengakhiri panggilannya.
''Haah ku harap dia benar aman sam'' menepuk pundak sam
''Tuan fiko aman tuan, saya sudah menelpon tuan pandu, dan memastikannya'' mengangguk pelan
''Ya baiklah, kita pulanh saja sam'' berjalan mendahului sam.
__ADS_1
Bersambung...