
Malam itu api unggun sudah menyala besar dipinggir pantai lengkap dengan peralatan untuk memanggang bbq, manda dan pandu sibuk dengan alat panggang mereka dibantu oleh sam yang sibuk menambahkan arang disana. terlihat daging,sosis,salmon dan bahan makanan lainnya sudah terpanggang disana sehingga mengeluarkan aroma yang lezat.
Gio hanya duduk diatas kayu besar mengahadap api unggun dengan tangan yang sibuk memetik tali gitarnya membuat alunan musik yang indah.
"Wow kau bisa bermain gitar gio" berlari kecil dari arah kamarnya
"Kau pikir aku tidak bisa bermain musik hah" menarik hidung skyla
"Aw gioo sakit,ah" memegang hidungnya
"Hidungmu terlalu panjang buahaha" cekikikan tertawa
"Hey bro bisakah kau lanjutkan memberikan musik untuk kami" ucap pandu
"Lagu romantis dong gio" pinta manda sambil menganggakat daging yang matang dari panggangan
"Oh ya dimana ayumi apa sudah datang" skyla celingukan mencari
"Tadi sih ada, lalu pamit mau jalan dipesisir pantai" manda menyahut sambil menaruh daging lagi ke panggangan yang menyala
"Fiko mana,aku baru sadar kemana dia" pandu menatap sekeliling
"Tuan fiko terakhir bertemu saya pamit membeli roko" ucap sam
"Biarkan dia, tidak mungkin tersesat" melanjutkan memainkan gitarnya
"Yah semoga saja dia tidak menganggu ayumi" guman skyla
"Hahaha kau mengkhawatirkan orang lain khawatirkan dirimu aku ingin mengganggumu" mencium pipi gadis yang duduk disebelahnya
"Gioo kau nakal" tertawa mencubiti pinggang gio
***
Ayumi duduk sendiri dipinggir pantai untuk menikmati suara ombak yang tenang menyentuh bibir pantai,ia hanyut dalam lamunannya sendiri.
"Hey apa aku boleh duduk" mendudukan bokongnya disebelah gadis itu
"Ah kau, ya sure" terkejut lalu mengangguk
"Apa yang kau pikirkan jadi melamun disini haha" menatap laut
"Ah tidak ada hanya menikmati alam saja" tersenyum
"Kau tau aku juga sering seperti ini,diam melihat ombak dan melampiaskannya" haha
"Melampiaskannya bagaimana caranya" menatap serius
"Hahaha kau lagi ada masalah ya, baiklah aku biasanya melampiaskannya dengan mengomel sendiri dan memukul benda yang ada disekitarku" menganggkat bahu
"Oh ya kelihatannya menarik" gumannya pelan
__ADS_1
"Hey kau mau coba, berbalik kearahku lalu pejamkan matamu bayangkan aku adalah orang yang membuatmu kesal lalu keluarkanlah apa yang membuat hatimu sesak" menatap serius
"Apa kau bercanda,apa tidak apa" menunduk
"Tidak apa aku ini kuat bahkan untuk pukulan tangan sekecil ini" menganggakat tangan ayumi
"Okee akan ku coba" memejamkan matanya dan membayangkan wajah pria yang telah menduakannya.
"Julian kau pria brengsek kau kurang ajar aku benci padamu, aku membuang waktu sia sia selama 6 tahun pacaran denganmu, kau kau janjikan akan menikahiku setelah kau sudah bekerja lalu kenapa sekarang kau bersama wanita yang sekantor denganmu itu, kau selalu membohongiku saat aku minta berkencan denganmu ternyata kau takut selingkuhanmu itu tahu ya.
Menangis terisak
"Aku aa aku benci padamu tapi aku bersyukur aku tidak jadi menikah dengan pria jahat sepertimu,aku membencimu ju julian" tersedu sedu memukuli dada fiko
"Hey hey tenanglah, shuuuutsss shuuuutsss" memegang tangan gadis itu dan memeluknya
"Kenapa dia jahat padaku,kenapa dia tidak memikirkan ku yang sudah menemaninya dari dulu fiko" membuka matanya sambil terisak menangis
"Hey tenanglah dulu, kau tau itu karna sang pencipta tidak ingin melihatmu bersama pria brengsek sepertinya" mengelus lembut kepala gadis itu
"Maafkan aku fiko, aku kelepasan tadi apa ini sakit" memegang dada fiko
"Sakit dong dan aku akan minta ganti rugi darimu" ahhaha
"Kau mau aku melakukan apa sebagai ganti rugi" menunduk
"Aku minta senyummu,tersenyumlah" mengangkat dagu gadis itu lalu menghapus sisa air matanya
"Thankyou fiko" tersenyum
"Yah tentu berkatmu" mengangguk
"Kau bisa menghubungiku saat kau butuh teman" memeberikan kartu nama
"Thankyou,akan ku simpan" tersenyum
"Apa kau mau bergabung dengan yang lain,perutku sudah tidak tahan mencium aroma lezat" bangun lalu mengulurkan tangan
"Yah mari kita bantu mereka" menerima tangan fiko dan melanjutkan berjalan kearah party bbq.
Fiko berjalan dari pasisir pantai diikuti ayumi berjalan dengan menggenggam tangannya.
"Hei hei hei siapa yang datang ini romantisnya haha tapi gantian woy" manda meletakan tangannya dipinggang
"Buhahaha kau pemarah sekali manda, berikan biar aku lagi" berjalan kerah panggangan
"Ku bantu fiko" menarik baju fiko
"Hey kau duduk disana biar aku yang masak" menunjuk kearah skyla dan gio
Ayumi hanya mengangguk menurut
__ADS_1
"Hei apa kau tidak diganggu dia" skyla menunjuk fiko saat ayumi duduk disebelahnya
"Tidak dia membuatku lebih lega" tersenyum lebar
"Hati hati naksir" ucap gio sambil meletakan gitarnya
"Hahaha kami hanya teman" tersenyum menatap fiko
Entahlah luka ini saja belum sembuh bagaimana bisa memikirkan kesana.
"Kami dulu juga teman, ya kan" menatap gio
"Ya" guman gio disela sela bibirnya yang terus menciumi kepala gadis itu
"Mmm aku tidak mau berpikir jauh hehe" menunduk
"Tidak usah dipikirkan yumi haha,kami hanya menggodamu aku bantu mereka dulu" beranjak pergi
"Hey kau jangan meninggalakan ku" ucap gio mengikuti gadis itu.
"Kau ini aku kan tidak pergi jauh heran" membalik balik sosis "manda piring tolong" meraih piring lalu meletakan sosis disana "aww"
"Kenapa kau apa kau baik baik saja apa perlu pandu yang cek atau kerumah sakit" Cemas
"Tidak papa gio cuman kena sosis tadi" melihat tangganya
"Biar ku tiup,kau yakin tidak perlu kerumah sakit" meniup lembut
"Gak papa gio nanti ku obati sendiri" menenangkan pria itu
"Buhahaha woy kalian mending kita makan dari pada melihat abg pacaran" fiko cekikan tertawa
Manda dan yang lain membawa berbagai macam makanan yang sudah matang dipanggang kedepan ayumi.
"Yuhuu makan" oceh manda sambil menyantap dagingnya
"Sayang pelan pelan" melap bibir manda
"Ehem kalian romantis" guman ayumi
"Kau mau aku juga bisa buhahaha" menyodorkan sosis ke mulut ayumi
"Tidak fiko makasih" menggeleng
"Ayolah dikit" memaksa
"Fikooo jangan memaksannya" skyla sudah duduk disana diikuti gio
"Yasudah makan sendiri saja ya" menaruh kepiring ayumi
Ayumi tertawa kecil sambil melanjutkan makanannyan dan yang lain pun ikut menikmati sambil mengobrol.
__ADS_1
Sedangkan sam sibuk sendiri mengunyah makanannya sambil memangku laptopnya ada beberapa pekerjaan yang belum sempat ia kerjakan karna sibuk mengurusi asmara tuannya.
Bersambung................