Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.2


__ADS_3

Merasa lelah karena harus menunggu lama dimobil,karena jalanan pulang yang macet skyla yang turun dari mobil fani buru-buru pergi ke lift karna sangat ingin membersihkan diri dan tidur pikirnya.


"Fan thankyou ya,aku cape mau langsung tidur" melambaikan tangan


"Okay sampai besok bos" tawa fani sambil menjalankan mobilnya keluar parkiran


Skyla yang sedikit berlari kecil memasuki lift tiba-tiba bertemu pria asing yang menyapanya


"Nona siang tadi ya" ucap fiko


"Maaf tuan siapa" menaikan alis karna bingung


"Oh hallo saya Fiko,pemilik Coffe shop yang tadi siang" menjulurkan tangan sambil tersenyum


"Oh hai Adara Skyla" menerima tangan fiko sambil menyembunyikan muka merahnya karna malu dengan kejadian tadi siang


"Maaf ya nona kalau sahabat saya iseng,tapi dia baik sebenarnya" fiko yang mulai membuka pembicaraan


"Gak papa tuan,saya yang aneh sebenarnya bicara sama kucing hehe" tawa skyla menunduk


"Oh ya lantai berapa kamu" melihat tombol lift yang belum skyla pencet


" lantai 7 tuan,tuan tinggal disini?"


"Ya dilantai 11" tunjuk fiko ke atas


"Oh ya sepertinya saya sudah sampai tuan,permisi ya duluan" senyum sambil keluar lift


Fiko hanya diam melihat skyla keluar dan melanjutkan naik kelantai atas.


Hemm benar kata gio manis, semoga bisa menjadi awal yang bagus,kalau benar gio yang berubah menjadi batu itu tertarik dengan gadis ini


Gio yang pulang kerumah menuruni mobilnya dan mulai memasuki pintu utama,diikuti oleh sam


"Selamat malam tuan muda" sambut Pak yan


"Pak Mama, Papa kemana?" Tanya gio yang melepaskan jas nya menyerahkan ke pak yan


"Nyonya tadi sore arisan tuan belum pulang, kalau Tuan besar ada di ruang keluarga bersama nona sely " sahut pak yan


"Sam langsung saja" Sambil berjalan dan memberikan isyarat agar sam menunggu diruang kerja


Tanpa bicara sam menaiki tangga dan sedikit menunduk melewati tuan besar dan sely yang sedang mengobrol.


"Omaa sudah makan" berbalik menatap pak yan


"Nyonya sepuh tidak mau makan tuan muda,tadi siang hanya makan buah tuan besar sudah membujuk tapi tidak dibukan pintu kamar" menundukan kepala


Shhh omaa gio berlari ke kamar oma


"Omaa buka ini gio" ketuk gio dengan keras


"Kenapa kamu kesini yo,masih ingat punya oma" sambil membuka pintu

__ADS_1


Gio berjalan dan berhenti didepan kursi goyang oma dan pelan-pelan mendudukan oma disana


"Oma kenapa tidak mau makan,aku khawatir sama oma" memegang tangan oma


"Sudahlah yo oma hidup juga sebentar lagi makan ataupun tidak oma tetap akan meninggal" ucap oma pelan sambil mengelus wajah gio


"Oma jangan gini aku janji akan selalu luangin waktu buat oma asal oma makan nanti gio ajak oma jalan-jalan" bujuk gio


"Kamu yakin tidak sibuk nanti iyo dan mau ajak omamu yang kesepian ini jalan" tersenyum senang


"Iya nanti gio antar oma dan bertemu teman-teman oma kita jalan,tapi oma makan dulu ya nanti pak yan antar makanan"


"Tapi yo bukan cuman jalan-jalan yang oma mau,sakit oma sepertinya tidak bisa sembuh dengan obat saja" menunjukan muka sedih


"Ayolah oma jangan bicara macam-macam lagi oma mau apa atau oma mau kita ke singapur buat berobat lagi asal oma sembuh gio pasti lakukan apapun" sambil memeluk oma


"Tidak iyo oma ingin obat yang bisa dipeluk,hangat dan mungkin beratnya sekitar 3 kg sampai 4 kg" senyum oma penuh harap


Gio mengerutkan dahi bingung apa yang dimaksud oma nya


"Apa maksudnya oma gio tidak paham"


"Semenjak kalian sudah besar,sely mulai sibuk dengan kegiatannya dan kamu mulai sibuk bekerja tidak bisa menemani oma lagi, oma mengharapkan cicit dari kamu yo" menatap gio dengan harap


"Hemm inti pembicaraan ini menikah" gio berdiri melihat omanya


Oma diam dan menganguk


"Begini omaa,oma kan tau semenjak kejadian itu hati gio belum siap memulai hubungan lagi" ingin berjalan pergi


"Omaa jangan menangis aku tidak suka melihatnya,baiklah aku akan berusaha gio janji oma" memeluk oma nya lagi


"Hmm apa janjiku ini bisa ku tepati,yasudah lah berjanji saja dulu biar oma mau makan"


"Sekarang oma makan,gio mau ke atas dulu" melangkah keluar


"Terimakasih gio,omaa menyayangimu" teriak oma


Di ruang tengah pak pratama melihat gio keluar dari kamar ibunya dan memannggil anaknya.


"Gio" mengisyaratkan duduk di sofa


"Ya pa ada apa" meletakan kepala disandaran sofa


"Apa oma mu bisa di rayu buat makan"


"Saat ini bisa pa tapi oma meminta hal aneh lagi" memejamkan mata


"Apa kak meminta kaka mengajaknya ke ancol ya" celtuk sely


"Kamu juga sely bukannya nemani oma tapi sibuk dengan urusan sendiri dan pacar-pacarmu itu" berbicara dengan geram


"Pacar apa kak" jawab sely gugup

__ADS_1


"Jangan kira kaka gak tau ya, pilih satu jangan pacaran dengan tiga pria sekaligus" memarahi adiknya


"Sely masuk kamar,tinggal hp mu di meja dan nanti papa bicara denganmu" dengan nada suara tinggi


"Baik pa,kaka gak asik" berlari pergi


Menatap wajah gio pak pratama melanjutkan pertanyaannya lagi


"Apa yang diminta oma nak"


"Cicit pa" menjawab dengan santai


"Buhahaha" tertawa keras


"Baiklah gio sepertinya permintaan oma mun kali ini benar,semenjak 2 tahun lalu kamu"


"Iya pa gio tau jangan dilanjutkan,gio keatas dulu" berdiri dan berjalan


"Papa tau kamu bisa mengambil keputusan yang benar nak" sedikit berteriak


"Akan gio pikirkan pa" menghilang dibalik pintu kamar


Sam yang sedang sibuk menyusun berkas bos nya kaget meliat gio


"Tuan pergi sekarang" tanya nya


"Ya,kamu antar saya ke apartement fiko dan setelah itu istrahat lah pulang" berjalan keluar


"Siap tuan" mengikuti tuan muda nya


Sampai di apartement fiko,gio yang turun dari mobil mengenakan kaos putih polos dan celana jeans sobeknya berjalan ke lift sambil memainkan hp nya


"Bro" tepuk pandu dari belakang


"Pandu,sejak kapan dokter pandu mau ikut nongkrong minum?"tanya gio heran


"Hem harus aku jelaskan ya,biasalah manda lagi marah yo" sambil melepas jas putihnya


"Ayolah bro kita lupakan mereka malam ini, let's goo" ucap gio


Sampai di tempat fiko mereka mulai minum,


"Bro aku bertemu gadis tadi siang yang kau gangu" ucap fiko


"Lalu" gio dengan heran


"Namanya rahasia" haha fiko tertawa


"Katakan Fiko adijaya kusuma,siapa nama gadis itu" dengan nada menekan


"Baiklah namanya Adara skyla" sambil berjalan ke balkon dengan membawa botol birnya menemui pandu, mendengar namanya gio senyum-senyum sendiri dan bergabung dengan sahabatnya untuk


minum sampai puas dan saling mencurahkan isi hati mereka masing-masing padahal tidak ada yang mendengarkan serius karna mereka di bawah pengaruh alkohol.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2