Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.13


__ADS_3

Siang itu sam berdiri dijendela kaca ruangannya terlihat sedang berbincang dengan seseorang diponselnya,nada bicaranya yang terdengar marah dan menyeramkan sekali.


"Nona haura,saya sam"


"Kau,untuk apa kau menelponku apakah gio mau bertemu denganku setelah aku pulang ke indo" antusias


"Sayang sekali nona tuan muda tidak ingin bicara atau bertemu dengan anda dan jangan mengganggu beliau lagi" nada penuh penekanan


"Kau tidak berubah sam kau tetap sinis terhadapku,apa masalahmu hah aku hanya ingin bertemu gio karna aku masih sangat mencintainya"


"Jangan menyebut cinta terhadap tuan muda kalau kau mencintainya tidak mungkin kau mengkhianatinya dan jangan kira aku tidak tau nona kau hanya memanfaatkan uang dan fasilitas yang diberikan tuan muda


untuk membiayai lelaki pecundangmu itu" nada penuh amarah


"Hei tutup mulutmu aku tidak seperti itu lagi dan berhenti mempengaruhi hal negatif pada gio asisten sialan,gio mau atau tidak aku tetap menemuinya setelah kembali dan kau jangan pikir bisa menghalangiku" nada tinggi


"Terserah anda nona,ternyata kau bukan hanya pengkhianat tapi juga tidak tau malu haha"tertawa seram


Dan ku pastikan tidak ada tempat lagi untukmu dihati tuan muda nona,tuan mudaku tidak mencintai anda seperti dulu lagi haha


"Aku tidak ada urusan denganmu dan berhenti menghalangiku menemui gioku" mematikan telpon


Terdengar suara ketukan dari pintu ruangan,gio yang sempat memejamkan matanya kini membuka mata kembali


"Masuk" tegas


"Maaf mengganggu tuan,saya sudah menghubungi nona haura" berdiri tegap


"Ya apa katanya"


"Dia tetap ngotot menemui tuan setelah kepulangannya dari luar negri, apa saya harus bertindak kasar"


"Tidak usah sam biarkan dulu dia,aku mau lihat sejauh mana rara bertidak" tersenyum tajam


Aku mau lihat seberapa tidak tahu malunya kamu menemuiku rara haha


"Baik tuan" mengangguk


Ternyata tuan muda tetap memenggilnya rara ya,aku harap tuan tidak terpercaya lagi dengan tipu daya wanita licik itu


"Oh ya sam bagaimana dengan skyla"


"Sudah saya dapatkan infonya tuan mereka penggemar atau lebih tepatnya niat mereka mengirimi bunga karena ingin mendekatkan diri dengan nona skyla, namun tidak pernah nona ladeni dan saya sudah mehubungi pihak pengantar paket agar tidak menerima pengiriman ke butik nona"


"Maksudnya mereka ingin menjadikan skyla kekasih mereka" nada kesal


Mereka pikir siapa mereka kurang ajar


"Ya tuan lebih tepatnya mereka bersaing berusaha memenangkan hati nona"

__ADS_1


"Lalu yang dua itu" mulai berdiri


"Etan prabu salah satu penggemar berat nona tuan atau bisa dibilang sangat terobsesi dengan nona,dan menurut beberapa informasi yang saya dapat beberapa tahun lalu etan pernah dirawat di Rs jiwa suka mara karna ganguan pada kejiwaannya,sebelum dinyatakan sembuh" menjelaskan


"Kejiwaan? apa dia pernah stress atau ganguan mental biasa dan kenapa tidak ada beritanya" mencoba memahami lebih jelas


"Lebih dari itu tuan,Etan prabu di katakan ganguan kepribadian atau bisa dibilang pisikopat,untuk berita dan artikel semua dibereskan oleh ayahnya, beredar informasi Ceo mioms Group telah membayar cukup besar untuk membereskan dan menutup mulut semua media tentang masalah etan agar putranya bisa hidup normal"


"Ya tuhan berarti pria ini berbahaya sam,siapkan dua pengawal bayangan untuk skyla pantau dan ikuti semua yang dilakukan gadis itu tapi dengan jarak agak jauh" nada khawatir


Kau baik baik saja bersamaku gadis kucing,aku akan menjauhkan mu dari pria gila itu


"Baik tuan laksanakan" mengangguk


"Oh ya sam pemain golf itu" menaikan alis


"Zuhe hanya penggemar biasa dan menyukai nona skyla seperti pria normal lainya tuan,dan saya sudah bicara dengan manegernya agar zuhe tidak mencoba menggangu nona lagi karna nona milik tuan"


"Kerja bagus sam" menepuk bahu sam


"Saya permisi tuan" menganguk dan pergi


Viona yang sudah sampai di perusahaan gio mulai memasuki lift dan menuju ruangan Ceo,dengan percaya diri ia menenteng kotak makan siang dan membuka gangang pintu gio


Kreeet terdengar pintu terbuka


"Kaa giooo" sedikit berlari kearah kursi gio


"Ka giooo,baiklah" sedih


Tok tokk permisi


"Ya sekarang masuklah"


"Mau apa kemari" fokus membolak balik berkasnya


"Aku membuatkan makan siang untuk kita" suara manja


"Aku bisa makan siang nanti vio"


"Kak gio aku sudah cape membuatnya" nada lirih dan mulai berkaca kaca


"Baiklah duduklah di sofa itu dan kita makan" berjalan ke sofa


"Ini kak aku masakkan kakak kari ayam dan acar,cobalah" mengangkat sendok


"Aku bisa sendiri vio" mengambil sendoknya


"Kak kenapa kakak begitu dingin terhadapku,tidak seperti dulu saat aku kecil"menunduk

__ADS_1


"Aku biasa saja vio,kau yang berpikir begitu" tersenyum kecil


"Kak kau kan tidak bersama kak haura lagi dan vio kan sudah besar kenapa kita bersama saja,aku pasti akan membuat kkak bahagia" menyenderkan kepalanya di bahu gio


"Vio kau harus tau kalau kau tidak ada bedanya dengan sely dimataku,kalian adik adikku dan aku menyayangi kalian,tidak bisa lebih dari itu" mengusap lembut kepala vio


"Bohong apa karna wanita di pesta kemarin, kak coba lihat aku aku kurang menarik dimana" viona mulai mendekatkan bibirnya ke bibir gio


"Viona kau harus tau ada beberapa hal yang belum bisa kau mengerti" langsung berdiri menghindar


"Kak usia kakak sudah 28 tahun dan aku tau oma mau kakak cepat menikah,oma juga suka denganku kenapa kakak tidak menikahi ku saja" kesal


"Aku akan menikah vio tapi tidak dengan seseorang yang sudah kusayangi layaknya adik sediri,dan kau harus mengerti dulu arti cinta,rasa sakit dan ketulusan baru kau bisa berbicara tentang pernikahan" tersenyum


"Aku tidak akan menyerah mendapatkanmu kak" pergi menahan air mata


Gio mendesahh mendudukan bokong nya dengan kasar disofa,ia memijat mijat kepalanya yang sakit terasa ingin pecah memikirkan beberapa masalah ditambah harus menghadapi bocah yang baru besar itu.


Viona melaju dengan mobilnya dan terlihat ia sedang menghubungi seseorang


"Halo tanteeee" teriak vio sambil tersedu sedu


"Vio syang kenapa"nada lembut


"Kak gio menolakku lagi" menangis


"Tenang sayang nanti kita pikirkan cara lain biar kau bisa bersama gio"


"Aku menyayangimu tante"


"Iya syang" mematikan ponselnya


Apa yang dipikirkan gio menolak gadis secantik vio,aku jadi bingung memikirkan cara mereka bersama


Oma yang dari tadi sudah dibelakang nyonya isabel mendengar semua pembicaraan mereka.


"Isabel kau jangan memaksa apa yang putramu tidak suka" terdengar lirih


"Ibu,sejak kapan disini" kaget


"Sejak lama dan aku mendengar semuanya,kau tau viona masih kecil dia seumuran sely dia tidak cocok dengan gio"


"Vio satu tahun lebih tua dari sely bu,dan dia gadis yang cukup dewasa aku hanya ingin gio bahagia bu"


"Gio pasti punya pilihan lain isabel" lirih


"Aku pernah membiarkan putraku memilih sendiri tapi apa bu wanita gila itu menyakiti gio dan kali ini aku yang mengaturnya" tegas


"Kau tau aku dulu tidak menerimamu sebagai menantuku,tapi karna putraku mencintaimu aku juga belajar menerima dan menyayangimu,ku harap kau bisa begitu juga dengan pilihan gio nantinya" terdengar lirih dan pergi

__ADS_1


Hah wanita tua itu selalu menganggapku salah dan mengungkit mas lalu seperti itu terus,terserah dia saja,aku tetap melanjutkan rencanaku.


Bersambung....


__ADS_2