
Mobil gio sudah mulai memasuki area pepohonan yang rindang bahkan bisa dibilang melewati sebuah jalan ditengah hutan lebat,setelah tidak berapa lama mobil memasuki gerbang utama yang sudah ada empat penjaga disana, mereka sudah tahu siapa tamu yang datang hingga disambut dengan ramah lalu dipersilahkan memasuki gerbang itu.
Setelah memasuki gerbang pemandangan pun tetap sama masih area hutan, satu keluarga dimobil itu hampir bingung konsep apa yang di pakai pria tua itu untuk membangun rumah ditengah hutan yang sangat jauh dari keramaian.
Beberapa saat kemudian sudah terlihat sebuah rumah besar berkonsep Eropa klasik dengan dilatari hutan yang lebat dibelakang rumah itu.
Mobil berhenti tepat dibagian parkir rumah itu,dengan pelan sam mebukaan pintu tuannya dan yang lain, oma terdiam sesaat memandang rumah ditengah hutan itu, mereka disambut oleh seorang wanita paruh baya yang merupakan kepala pelayan disana dengan beberapa orang pelayan dibelakangnya yang sudah mengenakan pakiaan hitam rapi.
"Ini benar rumah nya yo" oma menggeleng heran
Ini indah sekali menyatu dengan alam
Tapi agak menyeramkan juga kalau malam.
"Ya oma ini alamatnya" merangkul lengan oma
"Ini bukan rumah lagi gio tapi kastil" pak pratama tertawa
"Selamat datang tuan muda,tuan besar dan nyonya, saya dona kepala pelayan disini mari silahkan masuk tuan sepuh dan nona muda sudah menunggu didalam" mengarahkan jalan
Mereka mulai memasuki ruang tamu benar saja interior didalam rumah ini pun mengasung tema eropa klasik dengan warna gold dan putih yang membuat kesan mewah disana, lengkap dengan api pemanas ruangan yang menyala dan yang mencuri perhatian adalah sebuah bingkai foto seorang wanita cantik dengan gaun putihnya disudut ruangan itu.
Pak gatot dan kedua gadis yang duduk disana langsung berdiri melihat kedatangan keluarga besar gio.
"Selamat datang Tuan pratama,nyonya dan nak gio" menyalami satu satu
"Akhirnya saya bisa bertemu dengan anda tuan gatot" tersenyum
"Yah mari mari silahkan duduk" mempersilahkan
Namun oma memilih berjalan mendekati bingkai foto yang terpajang besar di sudut ruangan, skyla berjalan mendekati oma
"Oma mari duduk,oma pasti lelah" merangkul oma lembut
"Arra" ucap oma memegang foto wanita itu
"Oma ini nenekku apa oma mengenalnya"
Oma hanya terdiam memandangi foto itu,tidak menjawab pertanyaan skyla.
Pak gatot yang mendengar nama istri tercintanya disebut sontak langsung mendekati oma yang berdiri disana.
"Arrabela Dendrik wanita keturunan belanda yang membuatku jatuh hati,kami saling mencintai dan ia memlih hidup bersama pribumi sepertiku di indonesia" menatap hangat foto istrinya
"Jadii kau ini gatot kekasihnya arra,aku hanya sering mendengar kisahmu darinya semasa kuliah tapi tidak tahu rupamu seperti apa" tersenyum menepuk punggung pak gatot
__ADS_1
"Kau kawannya istriku semasa kuliah" menatap oma
"Ya kami sempat satu kampus dan berteman baik tapi sejak ku tau dia berkencan dan menikah dengan seorang pribumi, dia jadi jarang kuliah bahkan menghilang" mengingat ngingat
"Kau benar, saat kami resmi menikah dan ia memutuskan ikut agamaku aku fokus memintanya belajar agama dan kebetulan saat itu ia sedang mengandung ibunya skyla putri kami makanya aku tidak mengijinkannya beraktivitas normal lagi" mengangguk tersenyum
"Lalu dimana dia sekarang gatot" menatap gatot
"Istriku tercinta meninggalkan ku ke sisi sang pencipta saat selesai melahirkan putri kami" menunduk sedih
"Gatot maafkan aku,aku turut berduka"menepuk pundak pria itu
"Kakek,oma mari kita duduk dulu yaa" ucap skyla pelan
aduh kenapa jadi begini, kakek selalu sedih saat membahas nenek.
Setelah kedua orang tua itu duduk, skyla dan fani mulai memberikan teh hangat yang dibawakan pelayan untuk mereka.
"Kakek minum dulu" fani memberikan cangkir teh
"Terimakasih nak" menyambutnya
"Oma ayo diminum juga" skyla merayu oma
Oma hanya mengangguk.
"Ah silahkan tuan pratama,nak gio diminum juga,hahha maaf ya saya jadi membahas istri saya tadi" tersenyum ramah
"Yaa ahahha benar sekali setidaknya masa muda saya juga indah" tertawa
"Yah benar tuan,saya juga penasaran konsep rumah anda begitu menarik ini pasti ada sejarahnya" meletakan cangkir teh nya
"Benar sekali,saya mengambil konsep eropa klasik atas dasar permintaan istri saya dulu saat kami ingin membangun rumah ia yang meminta rumah di tengah hutan agar lebih tenang" tertawa mengingat kenangan manis
"Ini bahkan menakjubkan tuan gatot bahkan seperti kastil ditengah hutan" tertawa
"Ya kastil kadang orang bisa takut melihat rumah saya, mereka pikir ini kastil drakula ahahah" tetawa keras
Skyla dan gio hanya saling mencuri pandang malu malu. Oma yang menyadari itu mulai membuka pembicaraan
"Ehemm, gatot apa boleh kami bicara atas kedatangan kami kesini" menyela pembicaraan
"Baiklah silahkan" mengangguk tenang
"Nak bicaralah" oma mentaap gio
Gio terlihat gugup ia menggenggam jarinya, biasanya gio selalu tenang berhadapan dengan siapapun tapi kali ini rasa gugupnya tidak bisa berdamai dengan dirinya.
"Tuan" ucap gio ragu
__ADS_1
"Nak tarik nafas dulu tenanglah, panggil saja kakek" tersenyum melihat gio gelagapan
"Kakek saya kemari ingin meminta maaf karna pernah menyakiti skyla dan juga meminta restu dari kakek untuk pernikahan kami" menatap pak gatot
"Hemm restu ya, begini nak saya akan memberikanmu beberapa tes jika kau bisa berhasil melewati semua maka saya akan menyerahkan harta saya satu satunya ini untukmu, tapi ini atas persetujuan oma dan ayahmu juga" menatap tajam gio
"Baik kakek saya siap menjawab pertanyaan dari kakek" memasang wajah siap
"Bagaimana baiknya saja gatot saya yakin gioku bisa menjawab pertnayaanmu" oma tersenyum
"Silahkan tuan gatot, saya tau ini tidak mudah untuk anda melepaskan cucu anda jadi jika anda mau menguji putra saya, saya mempersilahkan" mengangguk
Skyla meremas tangan fani,ia sangat bingung dan khawatir apa yang akan dilakukan kakeknya.
Apa yang akan kakekku ini lakukan hah.
"Baiklah kalau begitu kita akan ke bagian belakang rumah ini haha" tertawa menatap gio yang mulai gugup
"Donaa" memanggil pelayannya
"Yes sir" mendekat
"Tunjukan jalannya ke arah rumah belakang untuk tamu kita dan siapkan barang dan peraalatan" suara tegas
"Yes sir,semua sudah siap, mari tuan,nyonya" mempersilahkan
"Skyla temani calon suamimu dan keluarganya kerumah belakang dan fani ikutlah bersama mereka, sebentar lagi kakek menyusul" berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
Sedangkan yang lain termasuk sam berjalan mengikuti dona berjalan menyusuri rumah besar itu mengarah ke belakang rumah.
"Hey skyla mau di apakan kakekmu aku" berbisik
"Aku juga tidak tahu gio, biasanya kakek kesana untuk berkebun dan menikmati alam" bisik skyla
"Dan juga berburu harimau buas atau menemui beberapa drakula teman kakek buahhahahaa" cletuk fani dari belakang cekikan tertawa
"Heh fani menguping saja" menoleh fani yang tertawa
Gio hanya menggeleng, ia bingung apa yang ia pelajari dan ia hafal semalaman dari buku sepertinya tidak akan ada yang keluar, termasuk ocehan pandu bahkan tidak ada sedikitpun disinggung oleh kakek.
***
Sedangkan itu pak gatot duduk disisi tempat tidurnya ia menarik selembar foto dari bawah bantalnya.
"Sayang restui perajalannanku untuk menguji calon cucu menantu kita, entahlah aku masih ragu apa dia akan berhasil seperti Angkasa (ayah skyla) dulu saat ingin menikahi putri kita" guman pak pratama sambil mencium lembut selembar foto itu.
Arrabela Dendrik, Semasa muda...🌷
__ADS_1
Bersambung........