Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.66


__ADS_3

Gio duduk memangku laptopnya diatas tempat tidur karna ada beberapa pekerjaan yang harus ia periksa, sesekali ia melirik istrinya yang duduk melamun dibalkon dengan tangan yang dipangkukan dipipinya.


Gio menekan tombol telpon yang mengarah langsung ketempat pelayan di villa.


"Bawakan Coklat hangat dan Kopi hitam tanpa gula keatas" menutup ganggang telponnya.


Gio meraih ponselnya diatas meja lalu melayangkan kakinya masuk kedalam kamar mandi.


Tuuttt tuutttt nada sambungan masih berbunyi tidak lama suara pria terdengar disana.


"Selamat sore tuan muda, ada yang anda butuhkan" ucap sam tegas


"Sam aku rasa skyla lagi ada masalah, entahlah atau perasaanku saja tapi tolong priksa keadaan dijakarta" ucap gio tegas


"Siap tuan akan saya laksanakan"


"Kau selalu bisa diandalkan sam" mematikan ponselnya.


Tookkk tokkk suara ketukan pelayan terdengar dari balik pintu, dengan cepat gio keluar kamar mandi lalu membukaan pintunya.


"Tuan permisi, saya mengantar minuman" membawa nampan


"Kemarikan nampannya, kau boleh pergi" mengambil alih nampan lalu mendorong pintu kamar dengan kakinya.


"Skyla" berdiri tegap dengan nampan ditangannya.


"Ah hon, apa yang kau bawa" menatap gio yang mendudukan bokongnya dikursi sebelahnya.


"Coklat panas untuku, minumlah" menyerahkan cangkir coklat panas


"Thankyou hon" tersenyum lalu menyerup cangkir coklatnya.



"Kemari,mendekatlah" merentangkan tangannya


"Hmm kenapa hon" bingung


"Hey apa aku harus ada alasan untuk memeluk istriku" menarik tubuh skyla lalu menyenderkan kepala gadis itu didadanya


"Mmm sepertinya aku menyukai wangimu hon haha" tertawa


"Baiklah maka sukai seumur hidupmu haha, hey apa kau lagi memikirkan sesuatu" mengangkat wajah gadis itu


"Ah tidak hon, aku hanya kepikiran beberapa desain gaun dan baju yang belum sempat ku kerjakan" tersenyum


"Kau yakin tidak ada hal lain lagi" menatap skyla

__ADS_1


Sorot matanya ada yang aneh, apa masalahmu sebenarnya skyla.


"Mmm sure hon" membenamkan wajahnya didada gio


Astaga sepertinya gio mulai mencurigaiku, apa karna aku kebanyakan memikirkan butik ya, tenanglah skyla kau bisa menyelesaikan masalahmu sendiri sebelum gio tahu haah. Batin skyla


"Hey apa kau mau menonton film" mengelus lembut rambut istrinya


"Wah boleh hon, ayo kita nonton aku nyalakan tv nya" berdiri


"Hey siapa yang mau nonton disini, ikut aku dan tutup matamu dulu" meraih tangan skyla dan membawanya keluar kamar.


Setelah menuruni tangga gio berpapasan dengan kepala pelayan wanita, ia memberikan isyarat untuk mengikutinya.


"Hon kenapa berhenti, apa aku boleh buka mata"


"Tidak boleh, tunggu ku suruh ayo jalan lagi" menarik lengan istrinya


Skyla yang hanya menuruti kemauan gio berjalan terus sampai akhirnya kakinya terasa familiar, butiran pasir masuk kesela sela jemari kakinya.


"Hon kenapa ke pantai, katanya mau nonton" menggeleng kecil


"Ini mau nonton , ayo jalan hati hati naiknya" memperhatikan kaki skyla


"Apa ini hon, kayu apa ini pelabuhan" menghentakan kakinya meraba raba dimana ia berada


"Bukan ,tempat kita nonton film" ucap gio melepaskan tangannya


"Bukalah" memberi isyarat tangan agar para pelayan yang sudah menyiapkan lilin pergi.


Skyla membuka matanya dan melihat layar teater besar ditengah laut biru dengan beberapa lilin kecil menyala disana.


"Hon ini indah sekali, kau memikirkan konsep ini untukku" memeluk gio


"Ya aku membuatkan ini untukmu, ayoo kemari kita akan nonton film"


Menuntun istrinya kearah jaring yang dilengkapi sandaran bantal disana.



"Hon makasih ya" menyenderkan kepalanya dibahu gio


"Kau istriku, jadi membuatmu bahagia adalah tugasku" mengacak rambut istrinya


"Hei berhenti mengacak rambutku hon" merapikan rambutnya yang habis diacak gio.


"Ini, pilih film sesukamu" menyerahkan remot kontrol

__ADS_1


"Mmm baiklah" skyla menekan remotnya dan menyalakan film dengan genre romance disana.


Cup gio mencium bibir istrinya, lalu skyla melirik dan langsung menarik hidung gio.


"Nonton fokuslah ahha" menarik hidung


"Mmm" memeluk erat skyla.


Setelah beberapa jam berlalu, skyla menatap gio yang masih fokus menonton filmnya.


"Hon, pulang saja yu ini udah hampir habis filmnya" mengguncang lengan gio


"Mmm apa kau lapar" tersenyum


"Kau tahu dari mana" malu


"Terdengar suara perutmu skyla haha" "ayo kita pulang dan makan malam" membantu istrinya berdiri


"Hon aku malas berjalan haha" menggoda gio yang berjalan duluan di depannya.


"Kemari,biar ku gendong" meraih tangan skyla


"Tidak tidak hon aku bercanda weee" berlari duluan sambil menjulurkan lidahnya mengejek gio.


Sedangkan pria itu hanya tersenyum kecil melihat istrinya.


Skyla sudah duduk dimeja makan dengan cepat ia memotong pelan lalu memakan daging steak yang sudah disediakan pelayan.


"Heh pelan pelan" melap sisa saus dibibir skyla


"Mmm iya hon" mengangguk


"Ini cobalah" menyuapi sepotong daging miliknya.


Skyla tersenyum dan melahap langsung daging dari tangan gio.


***


"Astaga, aku merasa lemas melihatnya tuan muda sangat romantis" ucap salah satu pelayan yang mengintip dari dapur.


"Iyaaa sungguh sempurna" sahut pelayan wanita lain dengan memeluk nampan ditangannya.


"Heh heh mengintip majikan itu tidak sopan, kembali bekerja" kepala pelayan menarik telinga kedua pelayan muda itu.


"Ah maaf bu" menjawab serentak dan berjalan pergi.


Kepala pelayan tua itupun melihat sekilas keromantisan tuannya, dan terdiam disana.

__ADS_1


"Astaga tuan muda bisa tertawa lepas begitu, dan tatapan hangatnya aku jadi tidak yakin tentang rumor berdarah dinginnya". Batin kepala pelayan wanita.


Bersambung.


__ADS_2