Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.73


__ADS_3

Seorang gadis cantik dengan celan jeans dan kaos putihnya berjalan mendekat ke arah seseorang yang dari tadi melamun mengusap ngusap cangkir kopi nya.


"Fan, sudah lama maaf ya macet" menarik kursi didepan gadis itu.


"Tidak yum, santai saja" tersenyum tipis


"Ada apa, kenapa fanisa yang ceria jadi begini haha" tawa ayumi dengan niat hati menghibur fani


"Aku bingung, apa kau tau gio tipe pria pemarah ya kau tau bahkan ia melempar ponsel skyla saat kami mengambil gambar bersama arta" menggelang kesal


"Arta, siapa itu" menaikan alisnya


"Arta itu detektif yang menyelidiki kasus butik kami, oke aku akan cerita sedikit padamu, butik kami mengalami masalah 500 lebih baju dan gaun harus kami tarik kembali dan kami ganti uang mereka" menghela nafas


"Why? " menatap serius


"Karna ada masalah dengan bahan yang membuat konsumen alergi gatal gatal" menyerup kopi hangatnya.


"Waw,ini gila fan kau tau butik skyla itu butik yang menjual bahan yang berkualitas bagus mana mungkin begitu" menggeleng


"Tapi nyatanya begitu, makanya arta membantu kami, tapi aku tidak tahu kalau sampai begini kejadiannya" mengusap wajahnya cemas


Fiko yang mendekat pelan lalu meletakan ice kopi susu didepan ayumi dan memilih bergabung disana.


"Kejadian apa" ucap fiko ingin tahu


''Kejadian temanmu cemburu buta pada istrinya" sahut fani kesal


"Eh eh aku tidak tahu apa apa ya, buahahaha kalian harus terbiasa akan hal itu karna gio ataupun aku akan sulit mengotrol diri kalau lagi cemburu" melirik ayumi yang menyerup kopinya.


"Acuhkan dia fan" ayumi mencoba untuk tidak menghiraukan tatapan dari pria itu


"Mmm, apa hubungan kalian lancar haha" fani tertawa geli.


"Eh sembarangn hubungan apa, kami hanya teman" ayumi memenyunkan bibirnya


"Mmm begitukan nona ayumi" mengelus rambut gadis itu.


''Wuuw kalian uwuuu sekali hahaha aku geli lama lama disini, aku pamit duluan ya yum ada beberapa pita untuk gaun yang harus ku beli" berdiri lalu menenteng tasnya pergi.


"Bye fanisaa hati" ya" melambaikan tangannya.


Sedangkan fiko tidak menghiraukan fani yang pergi ia sibuk menatap layar ponselnya dari tadi.


''Sibuk sekali, lagi mencari mangsa untuk kau kencani malam ini" ucap ayumi yang mebuat pria itu menengok kearahnya.


"Heh aku melihat perkembangan coffe shop ku yang ada di bandung, tapi kalau kau ku ajak kencan bagaimana" tersenyum kecil


"Mmm boleh juga mumpung aku gabut, tapi ingat ini hanya jalan sama teman bukan kencan oke" ucap ayumi sedikit nada penekanan


berhentilah berdetak jantung bodoh, tapi ia tampan sekali dengan kaos hitam ini. Batin ayumi

__ADS_1


Ayumi yang hanya diam disepanjang perjalanan, ia bingung harus membuka pembicaraan apa.


"Kau gugup sekali ya ahahha" tawa fiko yang membuat gadis itu menatap nya marah


"Pede sekali, aku hanya bingung kau ajak kemana" ucap ayumi menatap nanar jendela mobil


"Kerumahku" ucap fiko santai


"Untuk apa hah, apa kau gila aku belum siap bertemu orang tua mu" ayumi gelagapan


"Kau juga pede sekali nona ayumi ahhaha, ku bilang kita kerumahku bukan rumah orangtua ku" masih fokus menjalankan mobilnya


"Untuk apa fiko" ucap ayumi malu malu.


"Ada yang akan ku tunjukan" terus menjalankan mobilnya sambil tertawa.


Setengah perjalanan butir butir air hujan mulai menerpa kaca mobil yang dikendarai fiko, dengan seketika pria yang awalnya tertawa itu menjadi diam seribu bahasa lalu membanting stir mobilnya kekiri tepat dipinggir jalan.


"Fiko ada apa" dengan wajah cemas ayumi menatap pria yang langsung keluar dari mobilnya.


Fiko yang keluar dari mobil mengusap wajahnya kasar.


" kenapa kau'' ayumi menepuk bahu fiko


"Pulanglah sendiri cari taksi atau apa aku lagi tidak baik dan lupakan acara kita malam ini" ucap fiko dingin


"Aku tidak akan pulang" suara agak sedikit berteriak karna berlawanan dengan derasnya hujan.


"Kau pulang lah'' ucap fiko yang masih mengusap wajah nya


''Alamatmu pasti terpasang di gps mobil" memencet gps mobil fiko, sedangkan pria itu hanya menunduk diam.


Hanya keheningan sepanjang perjalanan, ayumi bingung harus bertanya atau diam akhirnya wanita itu memilih diam.


"Keluarlah" membuka pintu mobil fiko


"Apa lagi yang kau lakukan disini pulanglah" ucap fiko sambil meletakan telapak tangannya untuk membuka rumah mewahnya.


"Biarkan aku masuk dulu,setelah dapat taksi online aku akan pulang'' ucap ayumi sambil melenggang masuk kedalam rumah pria itu.



"Waw pria ini memiliki selera bagus untuk rumahnya, tapi rumah ini terkesan misterius seperti pemiliknya" batin ayumi.


"Cepat panggil taksimu" melempar handuk kedepan gadis yang dari tadi melongo melihat setiap sudut rumah pria itu.


"Ah, ya akan ku pesan dan dimana dapurmu" celetuk ayumi sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


"Untuk apa,ada disana" menunjuk sudut ruangan


"Kau ganti pakaianmu yang hangat, akan ku buatkan sesuatu" berlari kedapur tanpa menunggu persetujuan fiko.

__ADS_1


"Terserahlah" memilih masuk kedalam kamarnya.


"Mmmm coffe hangat atau chocolate hangat ya" Guman gadis itu sambil menatap gelas kosong didepannya lalu memilih memasukan bubuk chocolate dan menyeduhnya pelan.


''Apa kau sudah selesai" berdiri dipintu dapur sudah dengan putih polosnya dan celana panjang ala mau tidur.


''Ah ya ini, kemari duduklah'' menganggakat dua cangkit chocolate hangat keatas meja makan.


"Chocolate'' guman fiko mengerutkan dahinya.


"Ya, chocolate bisa memperbaiki mood tahu, jangan berisik minumlah" mengangkat gelasnya sambil menyerup chocolate hangatnya.


"Terserahlah, pakai ini setidaknya kau mengganti bajumu yang basah" menaruh sweeter putih miliknya dan celana panjangnya.


"Buahahaa kau lucu sekali ini sangat besar'' menaruh sweeter itu ke dadanya.


"Pakai saja dari pada kena flu'' suara dingin.


"Kau benar juga aku akan ke toilet" melayangkan kaki kearah toilet.


Tidak lama ayumi yang merasa malu keluar dengan baju kebesaran terpaksa harus keluar.


"Mmm,buahahah kau '' tawa fiko


"Ah kau ini sengaja kan" ucap ayumi memanyunkan bibirnya


"Kau manis ko, menggunakan ini'' mendekatkan wajahya ke wajah gadis itu spontan membuat gadis itu menutup matanya.


Fiko yang memang berniat mencium ayumi tiba-tiba Berhenti karna, kepingan ingatan masalalunya sekatika muncul.


"Haah, pulanglah taksimu sudah datang dari tadi'' memegang pundak ayumi lalu menyeret wanita itu keluar.


"Fiko tunggu dulu'' kebingungan


"Fiko hei'' guman ayumi yang tidak dihiraukan pria itu sampai gadis itu akhirnya masuk kedalam mobil.


Selepas taksi yang ayumi tumpangi pergi, fiko kembali memegang kepalanya, dan berlari menuju laci kamarnya untuk mencari obat yang biasa ia gunakan.


"Agghh,sial tinggal satu'' mengeluarkan pil dari botolnya lalu dengan cepat meneguknya dengan air putih yang tersedia disana.


Tringg tringg..... ponsel pria itu berbunyi. Terlihat panggilan dari Pandu memanggil disana.


"Ya'' ucap fiko pelan


"Hujan, aku hanya mencek keadaanmu bro'' nada khawatir


"Aku aman bro'' ucap fiko berusaha menyembunyikan.


"Kau melewatkan konsultasi bulan ini, aku akan ketempatmu dan ku yakin obatmu habis'' ucap pandu cepat.


"Terserah kau saja dokter gadungan ahaha'' fiko berusaha menutupi sakit kepalanya.

__ADS_1


"Aku kesana'' ucap pandu sambil mematikan ponselnya.


Bersambung.......


__ADS_2