
Skyla yang sudah masuk ke supermarket diikuti oleh gio dibelakangnya,ia mendorong troli dengan pelan sambil mengambil beberapa bahan makanan
"Gio kau mau apa" tanya skyla
"Samakan saja,memang kau masak apa" melihat skyla
"Steik daging dan kentang" menunjukan kentangnya sambil tertawa
"Sepertinya enak,biar aku saja yang mendorong troli nya" mengambil alih
"Okay,kita ke bagian daging ya" berjalan sambil melamun
Hemm kenapa para wanita yang berbelanja disini selalu menatap kearah kami,ah bukan kearah gio tepatnya hemm ya tidak heran juga sih dia jadi pusat perhatian tapi kok aku kesal ya
Skyla yang sudah memegang daging ditangannya menoleh kebelakang dan mencari gio yang menghilang,kemana lagi sih pria itu gumannya kesal
Gio datang dan membawa sesuatu ditangannya
"Hey skyla tangkap" melempar shampo
"Shampo vanilla,aku sudah punya aroma lain dirumah gio" menangkap tertawa
"Ya itu aroma vanilla aku suka,pakailah dan buang shampo dirumahmu itu aku tidak suka" tegas
"Apa karna masalah etan yang menyukai aromanya? Apa kau sedang cemburu" menggoda gio
"Hey tutup mulutmu aku hanya tidak suka Dan jangan sebut nama itu lagi paham" nada penuh penekanan
"Ya baiklah tuan gio" tertawa
"Oh ya gio kenapa asisten mu itu selalu mengikuti kita" hahaha
"Sam" mengangakat alis
"Yah sapa lagi,memang kau punya banyak asisten, tangkap gio" melempar brokoli
"Memang pekerjaanya,apa kau sudah selesai" merangkul pinggang skyla
"Yah sudah mari bayar dan pulang" bersemangat
Mobil gio sudah ada diparkiran apartement skyla,Skyla yang berjalan santai menuju lift diikuti gio yang kerepotan membawa belanjaan.
"Saya bantu tuan" sam mencoba mendekati gio
"Biar aku saja" menghindar
"Biarkan dia sam,dia berlatih menjadi ayah yang baik" tertawa
"Baik" mengangguk dan tertwa kecil
"Tutup mulutnu sam" melotot
"Siap tuan" menunduk
Hahaha baru kali ini aku melihat tuan muda seperti bapak bapak yang membawa bahan dapur untuk istrinya,astaga tuan kau sudah disihir gadis ini hingga mau kerepotan seperti ini.
__ADS_1
"Okay selamat datang di apartementku, kalian duduklah di sofa dulu aku akan mandi sebentar dan membuatkan minuman untuk kalian" tersenyum
Gio dan sam yang duduk di sofa hanya saling berpandangan melihat punggung skyla menghilang dibalik pintu
"Sam kau urus wanita itu,aku benar benar muak dengannya" geram
"Baik tuan besok saya akan menghubungi nona haura" mengguk
"Bicaralah padanya kalau aku benar benar tidak punya perasaan lagi dengannya mengerti" sorot mata yang tajam
"Mengerti tuan" mengangguk
Skyla yang sudah datang dengan celana panjang dan sweeter coklatnya membawakan dua cangkir kopi untuk pria itu,gio yang melihat rambut wanita itu terurai basah berinisiatif ingin mengeringkannya
"Maaf lama ya,minumlah" menyodorkan gelas
Sam hanya mengguk sedangakan gio menarik tangan skyla
"Hey biar ku keringkan rambutmu" berdiri
"Ah tidak usah aku sendiri saja" menolak
"Sini jangan membantah nona" menarik tangan skyla ke arah kamar
"Oh ini kamarmu" melirik setiap detail kamar yang bernuansa putih semua itu ditambah dengan tanaman hijau didalamnya membuat kamar ini terkesan segar
"Ya itu pengering rambutnya" menunjuk atas meja
"Baiklah kemarilah biar ku keringkan" gio menarik kursi hias skyla
"Kau duduk diam aku keringkan" mulai menyisir dengan tangan dan mengerikan rambut skyla "Vanilla aku suka aromanya" mencium rambut skyla
"Benarkah kau menyukainya gio" tersenyum di pantulan kaca
"Yah aku menyukainya" menciumi kepala skyla dan membenamkan wajahnya dibelakang leher gadis itu
Rasanya ingin ku makan saja,gadis ini benar benar semanis vanilla.
Skyla hanya diam dan menikmati pelukan dan hangatnya wajah gio dibelakang lehernya
Ckreeettt pintu kamar terbuka fiko dan pandu sudah muncul disana
"Hallo kalian sedang apa" goda fiko
"Hey bro mana makanannya" celetuk pandu
Dengan muka merah skyla bangkit dan lari kedapur,gio hanya melongo melihatnya
"Ah perusak saja" kesal
"Dia memang selalu usil bro" tepuk pandu
Fiko yang tertawa berjalan ke arah sofa dan memainkan ponselnya,diikuti oleh yang lainnya setelah cukup lama skyla bergelut didapur akhirnya makanan pun selesai.
"Guys makanan datang" meletakan ke atas meja makan "mari sini"
__ADS_1
Gio dan yang lainnya sudah berjalan kesana
"Waw steik aku merasa makan di restoran" celetuk fiko
"Kentangmu juga enak nona skyla" tersenyum menatap
"Hey pandu berhenti menatapanya atau kau ku adukan manda" guman gio
"Baiklah bro haha"
Sedangkan sam hanya diam menikmati makanannya
"Kalau mau nambah beri tahu aku ya biar ku ambilkan lagi" mulai memakan bagiannya
"Hey skyla porsi makanmu sedikit dari kami kenapa" tanya gio
"Kau mau melihatku gendut ya gio" melotot
Gio hanya terdiam dan menyelesaikan makannya yang lain tersenyum dan tertawa kecil.
Makan malam pun selesai mereka duduk berkumpul di sofa pandu memulai pembicaraan melepas keheningan malam itu
"Hai nona sepertinya kita belum kenalan Dokter pandu" menjulurkan tangan dan tersenyum
"Skyla, senang bertemu denganmu" menjabat tangan
"Bagaimana denganku apa kau senang juga" tidak mau kalah
"Aku selalu senang" memegang lengan gio
"Hahaha apa kau mencemburui pandu yang sudah bertunangan ini" cekikikan tertawa
Gio kau sedang cemburu rupanya hahaha
"Hei bro aku tidak akan mengambil milikmu" oceh pandu hahaha
Ku harap kau bahagia bro kali ini
Skyla yang malu menyembunyikan wajah merahanya dibelakang gio
"Tidak aku tidak berpikir begitu" haha
Astaga tuan muda jangan tunjukan kecemburuanmu nanti kau akan di goda mereka terus haha batin sam
Malam semakin larut akhirnya obrolan hangat mereka ditutup juga,fiko dan pandu berpamitan ke lantai atas begitu juga dengan gio yang pamit pulang.
"Gio tunggu sebentar" menahan gio dan memberikan bungkusan ke tangannya
"Apa ini" bingung
"Ini jas mu dan cupp ini kecupan selamat malam" malu
Gio hanya terdiam memegangi pipinya
Astaga kecupan ah aku beruntung malam ini.
__ADS_1
skyla yang menutup pintu dan merasa lelah ia merebahakan tubuhnya ketempat tidur dengan cepat matanya tertutup ia berada di alam mimpi sekarang.
Bersambung.....