
Fiko yang sibuk dengan mesin kopinya sontak menghentikan pekerjaannya karna melihat sahabatnya datang dengan menggandeng seorang gadis.
"Bro bagaimana sukseskan" bersalaman lalu menepuk pundak gio
"Beginilah hasilnya ahaha" Tertawa lalu mengambil posisi duduk
"Wah selamat ya calon pengantin wanita" tersenyum menggoda skyla
"Ummm bisakah buatkan aku kopi susu mawar sebagai hadiah calon pengantin ahhaha" menatap fiko
"Yah sure kalian tunggu sebentar biar ku buatkan yang spesial ahha" meninggalkan pergi.
"Lama sekali temanmu itu" melirik jam tangannya
"Dia hampir sampai tunggulah" mengelus tangan gio
Sepuluh menit kemudian seorang pria berkulih hitam dan berwajah india mendekati mereka.
"Skyla holla apa kabar" ingin memeluk skyla namun terhenti karna gio langsung mengambil posisi
"Mr.saman silahkan duduk" menarik skyla kepelukannya
"Umm baiklah, dia seperti singa marah ahaha" melirik skyla
"Oh ya ini gio calon suamiku kenalkan" menatap gio
"Aku turut bahagia akhirnya kau bisa memikat hati si kutu buku dan tukang gambar ini ahhaha dulu semasa kuliah banyak pria yang patah hati olehnya ahaha" tertawa
"Samin hallo bicara seperlunya husstt" menatap samin tajam
"Ah ya maaf aku kelepasan, perkenalkan Samin Al gafar owner,bos diatas bos dari wedding organizer Saminfar" menjulurkan tangannya
"Yah kau pasti sudah tau namaku" menerima tangan samin
"Ya tentu tuan muda gio, ups perlu diingat namaku s a m i n bukan saman ya" mengedipkan sebelah mata sambil mengeja namanya.
"Yah sure sory samin" mengangguk kecil
"It's okay ahahha karna kau pelangganku akan ku maafkan" mengedipkan mata lagi
"Well bagaimana skyla apa kau punya konsep pernikahan impian sebutkan saja kami selalu bisa mewujudkannya" sambil mengusap usap ipad nya dengan jari.
"Yah aku mau konsep negri peri" menatap gio lalu tersenyum
"What negri peri, tunggu tunggu biar ku cerna.
"peri putih membuat bunga berwarana putih dan peri merah membuat bunga berwana merah, mereka membuat hutan menjadi lebih indah dan berwarna" bernyanyi
"Jadi dari lagu diatas intinya negri peri dihutan,kau mau acaramu dihutan skyla seriusly" menganga lebar
"Hei tutup mulutmu nanti masuk lalat hahaa, kau juga tidak perlu bernyanyi samin suaramu tidak berubah masih saja jelek ahahaha dan untuk konsepnya ya aku ingin konsep negri peri diarea hutan" mengangguk
__ADS_1
Gio hanya terdiam dan memijat kepalanya ia merasa bingung, bagaimana caranya menjelaskan kepada orang tuanya kalau mereka akan menikah dihutan, bukan dihotel bintang 5 miliknya.
"Gio kenapa kau" menatap gio yang memijit kepalanya
"Tidak apa, mmm hanya memikirkan konsepmu yang amazing itu" tertawa kecil
"Yah ini sungguh amazing" ucap samin sambil memberikan jempol
"Aku tau ini agak sulit samin, makanya aku memilihmu menjadi wo nya agar aku bisa terjun langsung mengatur acara ini" menatap serius
"Okay skyla itu sudah menjadi sifatmu yang tidak bisa diam i know haha jadi berapa bulan persiapan kita" tertawa
"Hehehe aku lupa memberi tahumu acarnya dilakukan 13 hari lagi" tersenyum geli
"Whaaatttt skyla kau mengerjaiku, haaah bagaimana bisa,aku rasa aku" terhenti karna melihat wajah skyla hampir menangis
"Okay skyla aku bisa aku bisa aku samin sang penakluk acara pernikahan seluruh pasangan didunia, kita lakukan mulai malam ini aku dan tim akan meeting dan mempersiapkan" terpaksa mengangguk menuruti kemauan sahabatnya.
"Kau memang yang terbaik samin" memegang tangan samin
"Ehemmm" suara gio terdengar seram
"Ah sorry" langsung memeluk gio
"Ummm skyla bisakah kau beritahu lokasi acaranya,atau acaranya di kastil tua kakekmu ahaha" tertawa
"No samin aku ingin acaranya di tempat rahasiaku" menatap gio
"Hey skyla kau serius,kita bisa mencari tempat labih bagus" menatap skyla
"Kau bilang kau menyerahkan semua padaku, kalau kau tidak mau yasudah kau menikah dengan samin saja" memanyunkan bibirnya
"Iiiyuuhh no skyla aku masih normal walau jomblo" menggeleng geli
"Hey siapa juga yang mau menikahi pria" mengusap wajahnya kesal
"Baiklah skyla jangan manyunkan bibirmu, kita lakukan yang kau mau" mengacak rambut gadis itu
"Benarkah kau yang terbaik gio" cup mencium pipi pria itu.
Tak lama fiko datang dengan napan kopinya,dengan pelan meletakan diatas meja.
"Ini kopi susu skyla,ini punya gio dan ini untuk anda sepesial tuan, ahahah" tertawa lalu ikut duduk disana
"Kopi yang lezato" meletakan cangkir kopi lalu melap bibirnya
"Thankyou"menatap samin
"Okay kita kembali ke topik tadi samin, jadi disana ada danau bagaimana apa kau bisa mendekornya agar lebih indah dan aku minta nanti kursinya terbuat dari batang pohon,lalu aku minta ribuan bahkan juataan origami burung digantung diatas" menghela nafas
"Okay akan ku catat semua skyla, kau mau dekor danau seperti apa kalau mendekor seluruhnya agak sulit bagaimana kalau dibuat seperti pintu gerbang begini" menunjukan ipadnya
__ADS_1
"Waw ini bagus tapi aku tidak suka warnanya,bisakah ganti biru" melihat samin
"Yah nice biru i like it" mengangguk setuju
"Okay untuk bagian lainnya aku mau nuansa putih dan origaminya aku mau putih juga" tersenyum
"Waitt waiit skyla aku mencoba memahami disini tema pernikahan kalian apa, bukan kah ballroom hotel gio sudah indah untuk apa digantung origami atau apalah itu" mengangkat alisnya
"Haah aku mau acaranya berkonsep negri peri, ditempat rahasiaku fiko" mengela nafas
"Tempat rahasia apa,aku jadi bingung" mentap gio
"Dihutan" lengkap,padat dan jelas satu kata keluar dari mulut pria yang setengah frustasi itu.
"Whattt skyla" terkejut
"Okay okay eeehemm biar ku jelaskan ya, jadi skyla ini ingin pernikahan berkonsep negri peri atau bisa dibilang bertema rustik yang menyatu dengan alam" menganguk lalu menatap fiko
"Buahahaha ini unik,sepertinya kau benar benar akan menikah dengan peri penjaga hutan bro lalu apakah kalian mengundang binatang lain" cekikikan tertawa
"Untuk apa kan sudah ada kau raja buaya darat yang akan mewakilkan mereka buahhaa" tawa gio pecah
"Haaah kalian ada ada saja,okay samin sepertinya kita bisa membahas ini besok lagi, kau bisa ke butikku" tersenyum
"Oke skyla akan ku persiapkan bahan untuk besok,aku pamit dulu" mengangguk lalu berjalan pergi.
Skyla hanya melambai kepergian samin.
"Mmm gio apa kau masih mau disini kalau iya biar aku minta jemput fani untuk pulang aku merasa lelah" menguap
"Haah baru juga hampir senja skyla" celetuk fiko
"Baiklah aku mengantarmu pulang, aku balik dulu bro" berdiri lalu menganggandeng skyla
"Bye fikooo" ucap gadis itu
Fiko tidak menyahut hanya mengagguk kecil lalu kembali bergelut dengan mesin kopinya, karna itu sudah menjadi hobbynya
***
Terlihat dari parkiran mobil seorang wanita menutup pintu mobilnya,lalu berjalan masuk kedalam coffe shop itu, ia langsung kedepan mesin kopi untuk memesan kopinya, fiko yang melihat itu terkejut langsung gelagapan melepaskan tangan dari mesin kopinya.
"Hai bisa berikan aku satu caramellatte" tersenyum mentap fiko.
Bersambung.......
Visual karakter Samin Al Gafar... karna memang dia keturunan india 🤗
Tenang Visual yang lain dari indonesia ko.
__ADS_1