Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.8


__ADS_3

Matahari pagi masih bersembunyi diawan seakan enggan untuk keluar,udara yang sejuk membuat gio bertambah semangat melakukan jogingnya, Gio yang sudah berlari berapa putaran kompleknya kini terhenti karna melihat omanya keluar dari pagar rumahnya wanita tua itu mulai terlihat berdiri dan membuat gerakan kecil dibadannya untuk pemanasan.


"Oma kenapa keluar" menghampiri


"Hei kau pikir kau saja yang boleh berolahraga ,oma juga mau" masih sibuk dengan pemansannya


"Baiklah oma,mau ikut lari dengan gio tapi kita berlari kecil saja ya" menjulurkan tangan


"Cucuku yang terbaik" tertawa


Mereka mulai berlari kecil mengelilingi komplek perumahan mewah itu,diiringi dengan obrolan santai dari oma dan cucu tampannya.


"Iyo bisakah kita istirahat ditaman komplek ini" sudah terlihat lelah menjuk didepannya


"Baiklah oma sini gio bantu" mulai memegangi


Gio yang mendudukan omanya dikursi taman dan ikut duduk disamping wanita tua itu,tidak sedikit wanita yang kebetulan joging didaerah disana terus memandangi gio yang tampan dengan baju kaos putih yang basah,rambut acak-acakan.


"Iyo kau lihat banyak sekali wanita yang melirik cucuku yang sudah besar ini" menggoda gio


"Aku bukan hanya besar oma tapi sudah berumur haha jadi oma berhenti menggodaku"


"Kau tau iyo oma senang melihat kau lebih baik dan ceria sekarang,bisakah oma tau siapa wanita yang membuat moodmu akhir-akhir ini selalu bagus" tatapan menyelidiki


Oma harap bukan wanita yang dulu ataupun viona gio,viona gadis yang baik tapi ada beberapa hal yang oma tidak suka darinya salah satunya sifat manja dan kekanakannya dia sungguh terlihat sama seperti sely.


"Oma tau kalau gio masih takut memulai hubungan,oma pasti tau juga kejadian dulu menimbulkan trauma dihidup gio,gio takut akan cinta cinta dan cinta yang ditidak lepas dari rasa sakit" menyandarkan kepalanya ke bahu omaa


"Oma mengerti sayang,tapi kau harus tau gio rasa sakit hati dan kekecewaan itu obatnya adalah jatuh cinta kembali,oma harap kau jangan menyiksa dirimu dengan kejadian yang telah berlalu" mengelus rambut cucunya


"Omaa apakah oma mau melihat-lihat baju dibutik teman gio" menatap bersemangat


"Berikan alasan dulu kenapa oma harus melihat baju dibutik temanmu,sedangkan butik langganan oma pun belum oma kunjungi" menggoda cucunya


"Dia gadis yang manis oma,gio beberapa kali bertemunya dan tadi malam gio mengajaknya minum kopi dan makan bersama" terlihat malu


"Benarkah,apa iyo ku ini mulai tertarik dengan wanita pemilik butik itu" memegang pipi cucunya


"Aku belum tahu pasti oma yang ku tau dia gadis manis yang suka makan makanan pinggir jalan dan lebih memilih naik kincir angin dari pada pesawat pribadi gio" tertawa kecil


"Oma tidak sabar bertemu gadis manis yang menolak naik pesawat pribadimu" hahaha


"Besok weekend oma, apa mau kesana" bersemangat


"Baiklah sayang oma akan menunggumu besok siang kita kesana" berdiri dan mulai berjalan pulang


"Aku menyayangimu oma" menggandeng bahu oma


Skyla yang masih tidur di apartementnya terbangun karna getaran ponselnya,ia mencoba membuka matanya dan menguceknya melihat layar ponselnya "Kakek" memanggil


"Iya kek,aku merindukan kakek" bersemangat


"Hallo kesayangan kakek,maafkan kakek ya yang belum bisa menemuimu karna kakek masih ada beberapa urusan di Jepang,bagaimana kabarmu"

__ADS_1


"Ah aku pikir kakekku ini sudah melupakanku,aku baik baik saja kek"


"Kau cucu kecil kakek yang menggemaskan nak, kakek akan mengabarimu nanti kalau kakek pulang"


"Aku bukan kecil lagi kek aku sudah besar" protes


"Baiklah baiklah kakek menyayangimu dah sampaikan salam kakek untuk fani,nanti kakek telpon lagi"


"Siap kek kami juga menyayangi kakek" mencium ponselnya


Panggilan berakhir,skyla menggenggam ponselnya dan butiran kecil keluar dari sudut matanya,ia tidak tahu kenapa bisa menangis apakah karna ia sangat merindukan sosok kakeknya, ah sudahlah pikirnya ia mencoba menghapus air matanya dan menelpon fani


Tut tutttt


"Ya sky kenapa,aku baru buka butik" sambil mendorong gangang pintu


"Ku pikir kau masih tidur,setelah kencan satu malammu" haha "kau dapat salam dari kakek"


"Apa hanya salam tidak ada oleh oleh hahaha Dan kau tau aku menghabiskan malam yang mengesankan" haha


"Apa pria itu menciummu" menyelidiki


"Yaa mungkin haha udah ya kau cepatlah kesini banyak desain yang harus kau buat" menutup telponnya karna malu


Dasar ya fani selalu menghindar saat ku goda hahaha, skyla yang bergegas bersiap dan meluncurkan mobilnya ke butik, ia membuka ganggang pintu berjalan menuju tangga disapa oleh beberapa pelanggan dan karyawannya.


Huh banyak sekali yang harus ku bikinkan desain gaun gumannya sambil mengeluarkan pensil dan kertasnya


"Ya masuklah"


"Maaf nona skyla saya mau bicara" utih memberikan amplop coklat


"Apa ini tih,surat pengunduran diri" membolak balik kertas


"Iya nona saya mau menikah dan ikut suami" menunduk sedih


"Aku turut bahagia tih, pikirkanlah gaun seperti apa yang kau inginkan beritahu aku biar ku rancangkan untuku" memegang tangan utih


"Ini benarkah nona" berkaca kaca


"Ayolah tih kau mau melangsungkan hari bahagia,jangan menangis" tersenyum hangat


"Bolehkan aku memeluk nona" ragu ragu


"Hei tentu saja kau bisa memelukku kapan saja" merentangkan tangan


"Terimakasih nona,nona bos yang sangat baik" tersedu sedu dalam pelukan skyla


"Sekarang kau pergi ke bagian gaun pengantin cari gaun yang kau suka,atau jika kau punya gaun impianmu,katakan padaku biar ku buatkan" menghapus air mata karyawannya


"Aku sangat berterimakasih nona" mengangguk dan berjalan pergi


Skyla hanya tersenyum dan menekan telpon untuk menelpon ke ruangan fani

__ADS_1


"Fan ku tunggu diruangan"


Fani langsung masuk ruangan skyla


"Kenapa bos" tersenyum


"Kau tau utih mengundurkan diri,tolong berikan pesangoan dan tolong urus gaun yang ia mau"


"Ya aku sudah menyiapkannya sky dan masih menunggu konfirmasinya untuk gaun"


"Terimakasih fan kau selalu bisa ku andalakan" hehehe


"Dan kau tau juga sky di bawah sudah ada beberapa buket mawar lagi beberapa makanan,sepertinya mereka selalu mengirimkannya tiap hari untukmu" tertawa menggoda skyla


"Bagikan saja fan untuk karyawan dan jika kau bosan dengan mawar mawar itu berikanlah sebagian ke utih calon pengantin" hahaha


"Aku sudah tau apa jawabanmu haha" pergi


Skyla hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya


Gio yang sedang berada diruang meeting terlihat kurang fokus ia beberapa kali mengeluarkan dan memasukan ponselnya dari saku


Apa aku memberitahunya kalau aku besok ke butik,ah tidak usahlah tapi aku penasaran apakah dia menolakku kesana


Gio mulai mengetik pesannya


To sky⛅️:


"Hey apakah aku bisa berkunjung besok ke butik mu?"


Beberapa menit kemudian ada balasan dari skyla


"Yes sure gio,jam berapa?"


"Siang nanti ku hubungi"


"Aku menunggumu 🙂"


Skyla yang senyum senyum sendiri sambil meletakan ponselnya


Ah gio aku senang bisa melihatmu lagi tapi tunggu kenapa aku sungguh memalukan sekali mengirim pesan dengan emoji senyum Omg skyla stupid. Menepuk dahinya


Gio yang menerima balasan tersenyum refleks mendesah "ssshhh aneh" seluruh mata diruangan melihat ke arahnya


"Dimana yang aneh pak" seru salah satu karyawannya


"Oh ya tidak ada semua bagus,lanjutkanlah persentasinya" merubah posisi duduk tegas


Sam hanya tersenyum dan tertawa kecil melihat tuannya


Kau benar benar tertarik dengan gadis itu ya tuan sampai tidak fokus hahaha


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2