
Seketika mobil mereka yang sudah berhenti tepat di depan panti asuhan,terlihat banyak anak kecil yang bermain disana mereka berlari kearah skyla yang baru menuruni mobilnya skyla dengan senang hati memeluk mereka,oma dan gio saling berpandangan dan mengeluarkan beberapa mainan yang dibantu oleh sam
"Kak skyla terimakasih ya untuk coklat kemarin" ucap mereka kompak bersamaan
"Baiklah kalian jangan makan banyak banyak ya nanti giginya berlubang haha, oh ya kak skyla kemari membawa Oma dan kak gio mari kakak kenalkan" ke arah oma dan gio
"Oma ini anak anak panti yang skyla bilang,salim syng sama oma" tersenyum
Anak anak panti pun mencium tangan oma dan menerima beberapa mainan yang disiapkan oleh omaa, gio yang bingung hanya diam melihat sam membantu oma dan skyla membagikan mainan, ibu pengurus panti dengan tersenyum menghampiri oma
"Nyonya terimakasih banyak sudah membantu kami memberikan kebahagiaan untuk mereka" tersenyum tulus
"Ah tidak berterimakasihlah pada skyla dia anak yang baik membawaku kesini" menepuk bahu ibu panti
"Benar nyonya,sejak dulu nak skyla dan kakeknya memang menjadi donatur tetap yang membantu perekonomian dan membawa kebahagian untuk kami disini" tersenyum sedih
"Ya dia memang seperti peri yang memberikan kebahagian" guman omaa yang menatap skyla yang duduk di bawah pohon dan terdengar sedang mendongeng untuk anak anak panti.
#Akhirnya pangeran menjemput sang putri turun dari kereta kudanya mereka berjalan menuju taman bunga yang indah,pangeran pun berlutut dan meminta sang putri menjadi istrinya lalu mereka melangsungkan pernikahan yang meriah dan hidup bahagia selamanya ceritanya selesai,menutup buku lalu tersenyum dan terdengar tepuk tangan meriah dari anak anak itu
"Kak boleh aku bertanya" mengangkat tangan
"Boleh sayang" tersenyum
"Apa anak sepertiku ini bisa menjadi seorang putri" menunduk sedih
"Hei biar ku beri tahu caranya menjadi seorang putri mendekatlah dan jangan tunjukan wajah sedihmu"
"Kau tau dengan kau selalu berbuat baik dan selalu peduli menolong seseorang dengan rasa kasih sayang maka kau sudah menjadi tuan putri,menjadi tuan putri yang sempurna berasal dari sini hatimu"menunjuk bagian dada gadis kecil itu
__ADS_1
"Terimakasih kak aku menyanyangimu" memeluk skyla dan tersenyum
Anak anak lain pun berebut memeluk skyla
Gio yang berdiri dengan wajah kagum menatap skyla yang begitu dekat dengan anak anak itu sampai mendongengkan mereka
"Dia memang calon istri yang terbaik untukmu gio" oma menepuk pundak gio
Gio terkejut dari lamunannya
"Ah oma,sepertinya kali ini kita sependapat" malu
"Apa kau benar menyukainya juga gio" menyelidiki
"Entahlah oma tapi aku merasa nyaman saat dia bersamaku" tersenyum hangat
"Kau pantas mendapatkannya gio,dia adalah hadiah dari Allah untukmu saat kau sudah berhasil menghadapi berbagai cobaan dari yang dirinya,kau pulang bersamanya oma akan pulang duluan dengan sam"tersenyum
Gio hanya mengangguk dan berjalan ke arah skyla
"Apa kau sudah selesai" merangkul pinggang skyla
"Ya sudah apa oma mau pulang" mencoba mencari omaa
"Oma sudah pulang bersama sam karna ada urusan, ini hampir gelap biar aku yang membawa mobilmu aku juga sekalian mau ketempat fiko" mengajak skyla ke mobil
"Baiklah aku berpamitan dulu,kau tunggu di mobil" memberikan kunci
Skyla yang sudah berpamitan masuk kedalam mobil dengan pelan mobil meninggalkan panti asuhan itu,skyla yang bingung melihat gio yang tidak berhenti menatapnya menjadi agak salah tingkah.
__ADS_1
" gioo kau lihat kedepan jangan menatapku saja bahaya" mencubit lengan gio
"Aaw sakit kau mencubitku terus skyla" mengelus lengannya
"Apa sakit maaf kau sih yang menatapku terus" memeriksa lengan gio
Gio tiba tiba gio menghentikan mobilnya dan memegang wajah skyla,skyla menunduk berusaha menyembunyikan wajah merahnya
"Skyla apa boleh aku menciummu" menatap hangat
"Apa kau harus minta ijin gio" malu
Hei kalau mau cium cium saja jangan bertanya aku malu tau
"Aku tidak suka memaksa dan bolehkah" tersenyum
Skyla hanya mengagguk malu seketika ia merasakan kehangatan dan manis dari bibir gio mereka hanyut dalam ciuman yang panjang,gio yang mulai merasa panas ditubuhnya ia ingin meluncurkan ciuman lainnya kesekujur tubuh gadis itu tapi dengan cepat gio melepas ciumannya untuk menahan diri.
"Ah maaf" ucapnya
"Apa ada yang salah gio" bingung
Apa gio tidak ingin menciumku lagi atau mulutku ada yang salah
"Tidak ada,kita lanjutkan jalan ya"
Tahan gio jangan sampai gadis ini marah karna kau terlihat bernafsu sekali padanya.
"Baiklah gio" mengangguk
__ADS_1
Setelah kejadian itu diperjalanan pulang mereka berdua terlihat canggung, dan hanya saling menatap dan tersenyum tidak bersuara lagi sepanjang perjalanan.
Bersambung......