
Siang itu sinar matahari terik yang memebuat semua mahluk hidup seakan ingin bersembunyi darinya, terlihat beberapa orang memasuki pintu pesawat lengkap dengan barang bawaannya,terlihat gio mengandeng lengan seorang wanita yang terpana dibelakangnya melihat keindahan desain pesawat pribadi milik gio.
"Waw ini punyamu gio" melihat sekeliling
"Hey kau pikir aku bercanda saat mau mengajakmu naik pesawatku" menduduki kursi
"Tidak tidak begitu ku pikir pesawatmu sama saperti pesawat umum haha" tertawa
"Buahahha kau menyamakan pesawat sang raja dengan pesawat kelas ekonomi ya skyla" cekikan tertawa
"Tidak bukan begitu fiko" melotot
Aduh aku dalam masalah apa pria ini akan marah huh, tapikan aku hanya berkata jujur apa yang ku pikirkan
"Kemari, dan kau diam" menepuk kursi sebelahnya lalu menatap fiko tajam
"Mmm baiklah" menurut
"Kau berpkir sejelek itukah pesawatku" memainkan rambut skyla
"Tidak gio,aku hanya mmm sudahlah" memeluk gio
"Hemm kau pikir dengan memelukku kau bisa lolos nona" menganggakat dagu skyla posisi ingin mencium
"Ehemm masih ada kami haha" tawa manda yang berjalan di kabin pesawat melawati kursi mereka
"Ah iya ayumi mana" merubah posisi secepatnya.
Huh selamat untung dia tidak menciumku.
"Disini skyla, ada apa" menganggkat tangannya
"Dia aman bersamaku haha" guman fiko
"Jangan macam macam ya ko" menatap tajam
"Buhahaha kau kira aku apa buaya" tertawa
"Lah kan memang buaya hahaha" tawa manda pecah
"Bro" menatap pandu
__ADS_1
"Husst sayang jangan begitu nanti fiko gagal pdkt" berbisik
"Oke oke asal dia benar benar berubah ya" berbisik
"Hem aku tidak begitu yakin" pandu tertawa kecil.
Skyla menyandarkan kepalanya dibahu gio, pria itu mengelus lembut rambutnya dengan lembut sedangkan yang lain sibuk dengan kegiatan mereka masing masing.
"Mmm gio setelah ini apa" guman skyla
"Maksudnya, kalau bicara yang jelas" menatap gadis itu
"Mmm ya maksudku masalah pernikahan kita, aku agak sedikit takut" menunjukan raut sedih
"Apa yang kau takutkan, kalau masalah aku meninggalkanmu lagi itu tidak akan terjadi,aku tidak ingin melakukan kesalahan fatal lagi" suara tegas
"Mama" guman skyla
Aku takut mamamu marah gio,tapi aku juga mencintai anakmu tante maafkan aku.
"Jangan memikirkan mama,dia tidak bisa berbuat apa apa kalau papaku sudah merestui kita" tersenyum
"Mmm benarkah, lalu apakah kau tetap memakai jasa wo jeny" menatap gio
"Hey hey kau ini kalau tidak suka padanya atau cemburu tidak apa,kita tidak akan memakainya kau bisa memilih sendiri wo untuk pernikahan kita" menyelipkan rambut ke telinga skyla
"Benarkah,kau baik sekali gio" mengelus pipi gio
"Hey kau ini ratunya di pernikahan kita nanti jadi kau jangan sungkan mengatur pestanya" memegang tangan skyla lalu menciuminya
"Mmm aku punya teman wo ku rasa dia bisa diandalkan" tersenyum
"Ya atur lah secepatnya, dan siapkan berkas mu besok biar sam bisa cepat mendaftarkan pernikahan kita" mengelus tangan skyla
"Akan ku siapkan segera" menyenderkan kepalanya
"Tidurlah nanti ku bangunkan" menciumi kepala gadis itu
***
Dikursi lain terlihat manda yang mengobrol seru dengan pandu dan sam disana, disisi lain fiko berusaha melancarkan rayuan rayunnya untuk menggoda ayumi yang sibuk dengan majalahnya.
__ADS_1
"Hey ayumi mending kau melihat pria yang nyata seperti aku,dari pada melihat pria yang ada dikertas itu" menunjuk model majalah
"Hahaha kau ini lucu juga fiko aku hanya membaca tulisannya bahkan tidak melihat modelnya" tertawa geli
"Eh masa,hehe aku salah berarti oh ya ayumi kau manis ya" menatap gadis itu
"Fiko kau pikir aku gula haha stop merayuku itu tidak mempan karna aku bukan abg, apakah kita tidak bisa berbicara normal" tertawa
"Huh kau benar juga haha bagaimana dengan rumahmu,pekerjaanmu atau hobymu" bicara tanpa jeda
"Kau kalau bertanya satu satu haha,rumahku di daerah jakarta pusat fiko dan aku tidak bekerja kantoran aku hanya melanjutkan bisnis restoran milik orang tuaku" tersenyum
"Kau keren dan apa kau tau aku juga ada bisnis coffe shop mungkin kita jodoh karna sama sama pedagang haha" cekikikan tertawa
"Kau ini ya bicaramu seperti anak SMA haha jodoh jodoh, kau tau jodoh itu cuman Allah yang tahu" mencubit lengan fiko
"Sakit juga cubitan tangan kecilmu haha" mengelus lengannya
Baiklah nona aku akan berdoa agar kau jodohku haha
"Kau jangan meremehkanku haha"
"Ayumi apa kau mau ke coffe shop ku aku punya menu kopi baru gratis untukmu" bertanya yakin
"Mmm apa ini kencan" menatap fiko
"Uumm mungkin apa kau mau begitu" tersenyum percaya diri
"Hemm tidak kalau ini kencan maka aku akan menolaknnya" mengangkat majalahnya
"Oh ya anggap saja bukan kencan hanya teman, maksudku kau mengunjungi coffe shop teman" gelagapan mencari alasan
"Mmm alasanmu bisa diterima, baiklah nanti akan ku usahakan" tersenyum dan menutup wajahnya dengan majalah
"Apa kau mau tidur" menarik majalah ayumi
"Mmmm" mengangguk dengan mata tertutup
"Tidur saja aku janji tidak akan ribut" mengelus tangan gadis itu
Perasaan apa ini kenapa aku merasa damai melihat wajah gadis ini,rasanya sangat berbeda saat aku bersama gadis lain.
__ADS_1
Aku tidak tidur fiko,aku hanya malu dan berusaha menutupi wajah merahku huh. Batin ayumi.
Bersambung.....