
Siang itu oma masuk kekamar gio,ia membuka tirai dan jendela kamar itu hingga membiarkan sinar matahari dan udara masuk kedalam ruangan.
"Hei cucuku ini katanya mau bertemu kakek calon mertua,tapi masih molor kayak ikan paus terdampar" menarik selimut gio lalu mematikan lampu tidur
"Mmmmm" mengguliat lalu membuka matanya pelan "Selamat pagi oma" mengambil posisi duduk
"Pagi pagi gundulmu, ini sudah siang iyo pratama"melototi cucunya
"Astaga sial kenapa aku kebablasan tidur" meraih ponselnya terlihat 4 panggilan tak terjawab dari skyla disana
"Omaa aku mau menelpon skyla dulu oma nanti kita bicara ya" berdiri mencium kening oma
"Cepat mandi oma tunggu makan siang dibawah" berjalan keluar kamar
Gio hanya mengangguk lalu meletakan ponselnya ke telinga.
Tuuuttt Tuuuttttt
"Skyla maaf aku ketiduran" suara serak
"Kau pasti begadang kan,kenapa kau selalu bekerja dimalam hari juga gio" nada kesal
"Maaf ya ada yang harus ku selesaikan" berbohong
Bagaimana aku tidak begadang kalau aku harus selesai membaca buku buku itu semua,agar lulus seleksi kakek mu itu haaah. Batin gio
__ADS_1
"Gio aku hanya mau bilang kakek meminta mu sebelum jam 3 sore kau harus sampai disini" ragu ragu menatap jam tangannya
"Okeee baiklah aku akan bersiap masih ada waktu dua jam lagi" bersemangat
"Aku tunggu gio" terdengar lembut
"Ya skyla" mematikan ponselnya
Gio buru buru masuk kekamar mandi membersihkan badannya lalu berlanjut kekamar ganti untuk memilih setelan jas mewah yang mana yang ia gunakan, setelah lama memilih,setelan jas abu abu menjadi pilihannya ia merapikan jas dan kemejanya yang tanpa dasi itu lalu berjalan keluar kamar menuju meja makan.
Terlihat sam sudah duduk diruang keluarga ditemani pak yan yang sibuk dengan beberapa parsel buah disana, gio hanya memandangnya sekilas lalu melanjutkan langkahnya ke meja makan terlihat yang lain sudah berkumpul semua disana.
"Kau terlihat menawan nak" pak pratama menepuk bahu gio
"Papa bisa saja" duduk
"Oma ceria sekali hari ini ahhaha, sayang aku hari ini tidak bisa ikut karna sudah ada janji ka" menatap sedih
"Tak apa kau doakan aku saja" mengacak rambut sely
"Ehem ehemm sejak kapan ya aturan dirumah ini bisa bicara saat makan" ucap nyonya isabel
"Apa mama tidak bersiap" gio menatap mamanya yang masih memakai baju rumah
"Nafsu makan mama hilang,kalian lanjutkan saja" trang meletakan sendok dan garpu kasar lalu berjalan pergi.
__ADS_1
Yang lain hanya saling berpandangan menatap kepergian nyonya rumah itu.
"Kenapa sih mama,aneh" celetuk sely
"Husss lanjutkan makananmu" ucap oma
"Tak apa nak ada oma dan papa yang akan melamarkan calon istrimu" mengusap punggung gio
"Yah gio juga tidak berharap lebih dari mama pa hhaa" tertawa seram
"Kak apa kakak tau aku membantu sam membungkuskan parsel buah loh" menganggakat wajahnya bangga
"Waw kau bisa melakukannya dengang baik" mengelus rambut sely
Lalu mereka melanjutkan makan siangnya dengan hikmat.
Gio dan yang lain sudah siap masuk kedalam mobil,mobil mulai melayang meninggalkan gerbang utama milik keluarga gio namun gio lupa kalau ia meninggalkan buku bukunya diatas meja.
"Sam bisakah putar balik"
"Apa lagi yang kau lakukan iyo" ucap oma
"Buku ketinggalan oma" menatap oma
"Sudahlah biarkan saja toh tidak hilang,aku tidak ingin kita terlambat jalan sam" memberikan perintah
__ADS_1
Sam melanjutkan perjalanannya menuju rumah kakek skyla yang lumayan jauh jarak nya dari rumah gio.
Bersambung.....