
Skyla merebahkan tubuhnya yang terasa lelah diatas tempat tidur.
"Hey apa kau tidak mau mandi dulu" duduk disamping istrinya
"Hon aku lelah sekali badanku terasa sakit haaah" mengela nafas
"Mana yang sakit, biar ku pijitkan" menarik tubuh istrinya hingga posisi duduk.
"Mmm, disini hon lebih keras ya" menepuk pundaknya
"Apa sudah pas, kalau keras lagi nanti kau tambah kesakitan" memijit agak pelan.
"Hon aman ko, ngomong ngomong pijitanmu enak juga" hahaa
"Kalau begitu kau harus membayarku lebih panas haha" tertawa
"Heiii jangan mulai haha aku akan membayarnya nanti, aku kredit dulu ya" cup mengecup bibir gio
"Heh apa ini hanya ini" mengerutkan dahi
"Itu lebih dari cukup haha kan aku kredit weee"menjulurkan lidah
"Kau ini nakal" menggelitiki istrinya
"Hon ahahhaha stop, hon" tartawa geli
"Mmm aku mau mandi air hangat apa kau mau ikut" mencium pipi istrinya lalu berdiri
"Mandilah sendiri hon, nanti aku menyusul" kembali keposisi berbaring.
"Ya, terserah kau saja" masuk kedalam kamar mandi
Skyla sibuk memainkan ponselnya, dreettt dreettt terdengar getaran dari ponsel gio yang berada diatas meja, dengan cepat skyla meraih ponselnya nama "Asisten Sam" sedang melakukan video call disana.
"Sam kenapa dia vidio call, apa ada masalah" guman skyla pelan sambil memencet layar ponsel gio.
"Ya sam ada apa" menatap sam di layar ponselnya
"Selamat malam nona muda, apakah tuan ada" nada sopan
"Gio sedang mandi, apa ada hal penting" ucap skyla
"Sebenarnya masalah perusahan nona muda,dan sebenarnya saya dilarang tuan besar memberi tahu tuan muda tapi saya pikir tuan muda harus tahu" bicara tegas
"Ada apa sam katakan lah" mengerutkan dahi
"Gudang arsip lantai atas terbakar pukul 17.00 wib nona muda,dan sekarang situasi api sudah bisa terkendali" Membalik kamera belakang kearah gedung lalu menghela nafas.
__ADS_1
"Hah, kenapa bisa begitu sam bagaimana keadaan karyawan lain apa ada yang terluka" panik
Gio yang baru keluar kamar mandi langsung berjalan mendekati istrinya lalu mengambil alih ponselnya.
"Sam ada apa" menunduk bokongnya dipinggir tempat tidur.
"Selamat malam tuan muda, saya ingin melaporkan bahwa gudang arsip terbesar perusahaan kita terbakar tadi sore, pukul 17.00 wib" suara tegas
"Hah, kau kenapa baru mengabari ku sekarang, jam berapa ini" melirik jam dinding " 21.30 malam kau baru mengabariku ,sam ada apa denganmu" mulai marah
"Maafkan saya tuan muda sa" terhenti
"Hon tenanglah, ayah mertua yang melarang sam untuk mengabari kita" mengelus pundak gio.
"Haah lalu bagaimana sam, apa kau sudah cek siapa pelakunya dan dalangnya, lalu bagaimana karyawan kita" menghela nafas
"Sudah tuan muda namun mobil yang mereka gunakan plat palsu, sama seperti mobil yang mengejar kita dulu untuk pakaian mereka berdua mengenakan pakaian sangat tertutup tuan muda, untuk karyawan 25% ada yang terluka ringan dan 10% luka bakar sedang dirawat intensif dirumah sakit" menjelaskan.
"Haaah , Kirimkan hasil cctv yang kalian dapatkan, tanggung semua biaya karyawan yang menjadi korban dan liburkan dua hari untuk seluruh karyawan" mengacak rambutnya kesal.
"Baik tuan" mengangguk
Gio langsung menutup telponnya, dan fokus melihat vidio hasil cctv yang dikirimkan sam.
"Kau kenal hon" ikut mengamati
"Apa kau punya musuh hon" menatap gio
"Tidak ada, hanya saja banyak orang yang ingin menjatuhkanku dan perusahaanku dan mengejarku karna aku sudah menikahi gadis idaman semua pria" menarik hidung skyla
"Giooo apa kau bisa serius, ayo kita packing" berdiri
"Hey kau yakin,ini bulan madu kita" meraih tangan istrinya
"Yakin hon, perusahaanmu lebih penting sekarang.
"Maafkan aku skyla, aku berusaha tidak memikirkan perusahan tapi masalah ini" mendudukan bokongnya ditempat tidur.
"Tidak apa hon,aku mengerti nanti kita bisa bulan madu ulang, mmm ke luar negri mungkin haha" tertawa
"Kau mau keluar negri" menatap hangat istrinya
"Iyaa hon, mungkin paris atau korea" tersenyum
"Kita akan kesana setelah aku menyelesaikan masalah ini" mengelus rambut istrinya
"Iya hon, yang pasti kita harus berangkat ke jakarta sekarang dan pakai bajumu dulu" berjalan menuju lemari dan mengambil kemeja gio
__ADS_1
"Kemari, aku akan pasangkan" memasangkan kemeja gio
"Kau tidak harus packing, biar pelayan yang menyiapkan" memperhatikan skyla yang sibuk mengancing bajunya
"Mmm baiklah tuan muda tapi aku mau sendiri hahaha" mengejek gio.
"Nakal" mencubit bibir skyla
"Mmm hon apa kita pulang naik kapal pesiar lagi" menatap gio
"Tidak ku rasa istriku lebih suka naik jet pribadi kan haha" menyelipkan rambut ketelinga skyla
"Hon, haha tapi serius menurutku terlalu makan waktu kalau naik kapal" menggulung rambutnya lalu bersiap memasukan barangnya ke koper.
"Iya kau benar, aku akan menelpon dulu" menekan layar ponselnya lalu berjalan arah balkon.
Tutttt tuuutttt nada sambung terhubung, sam akhirnya mengangkat telponnya.
"Selamat Malam tuan muda" menghela nafas
"Siapkan jet pribadiku secepatnya, kami akan pulang malam ini" tegas
"Ta taapi tuan muda tuan besar" terhenti
"Hey kau bekerja untukku kan, cepat aku tunggu dan jangan membantah" mematikan ponselnya, lalu berjalan menghampiri istrinya.
"Hon, bagaimana" mengerutkan dahi
"Sebentar lagi jet nya akan datang, apa kau sudah siap" melirik skyla
"Sudah ready semua hon, apa kita tunggu dibawah"
"Tidak kita tunggu disini saja"
Membaringkan tubuhnya dan mulai memainkan ponselnya, sedangkan skyla sibuk memeriksa kembali barang barang mereka.
Beberapa lama berlalu akhirnya Suara ketukan terdengar dari luar ruang kamar.
Tookkk tokkk "permisi tuan" mengetuk
"Iyaa" ucap skyla membukakan pintu
"Jett sudah siap dihalaman belakang nyonya muda" menunduk sopan
"Baiklah, terdengar sampai sini suaranya kami akan turun" tersenyum
"Siap nyonya" menunduk sopan lalu pergi.
__ADS_1
Bersambung....