Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.29


__ADS_3

Siang Itu terlihat sam berjalan cepat menuju ruangan gio.


"Tuan" masuk lalu berjalan mendekati meja gio


"Katakan informasinya sam" menatap tajam


"Nona skyla tidak ada di butik atau pun apartement tuan,saya sudah cek cctv apartement nona, nona meninggalkan apartementnya kemarin siang dengan membawa kopernya" menuduk


"Hahahaha kau lihat sam dia meninggalkan ku juga hahaha" tertawa seram menggenggam gelas dimejanya


"Tuan apa saya cari informasi lebih lanjut" menatap gio


"Tidak usah biarkan dia pergi,haha semua wanita itu sama saja kata cinta adalah alasan untuk menyakiti haha" melempar gelas ditangannya


Praannkkkk.........


"Tenangkan diri anda tuan,biar saya panggil cleaning servise" gelagapan


Tuan muda benar benar kehilangan kendali lagi,haaah


"Tidak perlu,keluar" marah


Sam mengangguk dan keluar ruangan itu "Apa yang sudah tuan pikirkan,tuan kau lah yang meninggalkan nona" gumannya lirih


Gio mengacak rambutnya dengan kasar,matanya memerah rasa sakit yang ia takutkan muncul lagi sekarang rasa sakit itu berkali kali lipat,ia menghambur berkas dan barang barang yang ada di atas mejanya seakan itu bisa meluapkan kesedihannya.


Gio memilih pulang kerumah dengan wajah kacau ia mulai masuk kedalam rumah mewahnya,tanpa menyahut salam dari pak yan gio terus berjalan menuju kamarnya.


"Gioo apa yang kau lakukan,kenapa kau pulang cepat nak" menutup majalahnya dan mendekati gio


"Aku lelah ma,tolong tinggalkan aku" menaiki tangga


"Apa ini karna skyla,mama sudah punya firasat buruk tentang gadis itu" tersenyum sinis


"Cukup ma jangan membuatku tambah kesal" brukkk menutup pintu kamarnya


Nyonya isabel tersenyum senang karna dengan hubungan anaknya berakhir,jadi viona bisa lebih mudah mendekati gio pikirnya.


***


Skyla duduk dibawah pohon kelapa pinggir pantai ditemani coklat panasnya, disana ia mulai menggambar desainnya karna ada beberapa gaun pesanan belum selesai,setelah menggambar ia akan langsung mengirim gambar desainnya ke email fani, "hmmm tidak ada bedanya hanya saja disini mengammbar ditemani laut lepas" gumannya pelan.


"Wow keren apa kau menggambarnya" mendekati skyla


"Hai siapa namamu" melihat gadis kecil itu


"Hallo namaku cery" bersalaman


"Kau gadis yang manis cery,dengan siapa kau kemari" melihat sekeliling

__ADS_1


"Dengan papa dan mama" menunjuk kebalakang skyla


"Hai maaf ya kalau cery menggangumu" menatap skyla


"Tidak apa bu,oh ya skyla" mengulurkan tangan


"Ketrin dan ini suamiku brayn" keduanya bersalaman


"Wah senang bisa bertemu kalian" tersenyum


"Kami pun begitu" brayn menggendong cery


"Oh okay kami ada penerbangan satu jam lagi kami pamit pergi dulu skyla" melambai dan pergi


"Okay selamat sampai tujuan,bye cery" tersenyum dan melambai


Keluarga itu sudah berjalan jauh dihadapan skyla,apa aku bisa sebahagia mereka bersama gio,ah sadar skyla kalian sudah berakhir, batinnya.


***


Ditempat lain gio sudah merebahkan tubuhnya dikasur,matanya menatap lekat langit langit kamar pikirannya melayang entah kemana,rasa sesak dihati nya masih sangat terasa, gio bangun dan meraih ponselnya.


Tuuuttt tuuuutt....


"Fiko apa kau sibuk" menghelan nafas


"Masih ada beberapa pekerjaan bro kenapa" terdengar santai


"Apa kau gila kitakan sudah lama tidak menginjakan kaki ke dunia malam itu" terkejut


"Ah terserah" mematikan ponselnya


"Halo bro,halo" menatap layar ponsel nya


Apa lagi yang dipikirkan gio,hah kau membuat masalahmu sendiri bro.


Malam itu sam hanya bengong melihat tuannya kembali menginjakan kaki ke club, lama sekali gio tidak pernah kesana lagi setelah kekacauan terhadap haura bisa ia kendalikan, tapi malam ini gio memutuskan kembali ke club itu.


Tuan kau memang manusia paling rumit.batin sam


Gio melangkah masuk dan memilih minum di sofa ujung,ia tidak memperdulikan beberapa wanita yang menempel disampinganya untuk menggodanya yang ia tau hanya minum dan mimun untuk menghilangkan pikirannya sejenak.


Fiko berlari kecil mendatangi gio yang terlihat mabuk dengan tumpukan botol minuman disana.


"Hay cantik apa kalian bisa pergi dulu" menyerahkan beberapa lembar uang tip untuk dua wanita cantik yang menempel pada gio


Dengan cepat dua wanita itu berlalu pergi.


"Hey bro sadar lh hey" menepuk wajah gio

__ADS_1


"Skyla haha apa itu kau,kau sama saja kau meninggalkan ku aahahaha atau aku yang meninggalkanmu,kau kau mau apa ke kemari hahaha" gumannya dengan mulut berbau alkohol


"Gio sadar lah berhenti membuat dirimu terlihat bodoh dengan keputusan yang kau ambil sendiri" mengguncang tubuh gio


"Aaa kau siapa haha aku kenal suara ini,sam ah bukan apa pandu ahahaha dokter pandu aku tidak sakit tunggu aku tau kau fiko ahahha ku kira kau takkan kesini" tertawa mabuk


"Sam,sam" mencari sekeliling


"Ya tuan" mendekat


"Hey kenapa kau biarkan dia begini" marah


"Maaf tuan saya sudah malarang beberapa kali,tapi tuan muda" terhenti


"Ya aku tau sam dia keras kepala, bantu aku memampahnya ke mobil" mengangkat gio


"Apa kita antar ke rumah tuan" berusaha memapah gio


"Jangan jantung oma pasti kambuh kalau melihat pria sialan ini mabuk mabukan,kita ke tempatku" menatap sam


"Baik tuan" mengangguk


Tidak lama mereka sampai di apartement fiko, dengan pelan mereka merebahkan gio di tempat tidur fiko, dan kembali ke sofa luar untuk berbincang.


"Sam bisa jelaskan kenapa bos mu begitu lagi" mengerutkan dahi


"Tuan muda marah besar tuan saat tau nona skyla meninggalkannya pergi" menatap


"Maksudnya,bukannya itu mau gio kan" penasaran


"Nona skyla pergi kemarin siang membawa kopernya tuan,saya mencoba cek cctv apartement ini, dan tuan muda benar benar mengira nona meninggalkannya, tapi pendapat saya tuan lah yang meninggalkan nona" mengelan nafas


"Ya kau benar kita satu pendapat ckck" menggeleng


"Iya tuan" mengangguk


"Oh ya sam apa kau tau skyla kemana" berjalan membuka kulkas dan mengambil kopi kemasan botol disana


"Tidak tuan, tuan muda tidak ingin saya mencari tahu karna tuan muda merasa lebih baik seperti ini tuan" menunduk


"Apa yang dipikirkan gio sialan itu,tangkap sam" melempar kopi kemasan botol


"Terimakasih" menangkap dan meminumnya


"Jangan terlalu formal sam,kau sudah ku anggap temanku juga, pulang lah sam biar gio bersamaku" meneguk kopinya


"Baik tuan,saya permisi" berjalan pergi


Fiko hanya diam dan menikmati setiap teguk kopinya,ia bingung memikirkan sahabatnya yang sedang tertidur pulas itu.

__ADS_1


Apa yang bisa aku lakukan biar bisa menolongmu bro,aku tidak suka melihatmu kacau lagi.Batin fiko


Bersambung.....


__ADS_2