
Matahari mulai meredup menuju senja,para koki yang bertugas didapur sepertinya sudah menyelesaikan pekerjaan mereka karna sudah tercium aroma lezat dari arah sana.
Kedua orang pria itu berjalan kearah teras rumah dengan membawa beberapa ekor ikan hasil tangkapan mereka disungai.
"Kau lumayan cepat mempelajari hal baru yang ku ajarkan nak,selamat" menepuk bahu gio
"Terimakasih kek, berkat anda saya jadi tahu banyak hal termasuk menangkap benda licin yang bergerak ini ahahha" mengangkat kotak yang terisi ikan dalamnya
"Buahahahaha kau harus banyak belajar keluar dari ruang kantormu nak, banyak yang harus kau tahu selain berkas berkas itu" cekikan tertawa
"Yah saya rasa saya akan lebih sering menikmati alam" melihat keatas hutan rindang yang terlihat mulai menguning karna cahaya matahari senja.
Skyla berjalan mendekat dengan membawa dua handuk ditangannya.
"Kek bisakah kakek mandi dulu,biar kita bisa makan bersama" memberikan handuknya
"Yah kakek akan segera mandi, kau sangat cerewet persis nenekmu ahaha" meraih handuk lalu berjalan ke arah kamar utama rumah hutan.
"Eeiiitss kau jangan memeluk ku, bersihkan dulu badanmu pakailah kamar mandi dikamarku" menyerahkan handuk
"Kau ini pelit sekali aku hanya ingin memeluk sebentar" berjalan kesal
"Lihat badanmu begitu kotor gio yahya pratama, cepatlah mandi nanti akan ku bawakan baju ganti" mendorong tubuh gio.
Gio berdiri merasakan setiap air yang jatuh dari sower membasahi tubuhnya, lelah sekali yang ia rasakan ingin rasanya ia langsung naik ke tempat tidur untuk bertemu bantal dan kasur yang empuk.
Dengan bersilang handuk yang hanya menutupi separo badannya, gio keluar kamar mandi dengan santai namun skyla sudah duduk diatas tempat tidur itu dengan barang bawaannya.
"Hey untuk apa kau disitu,menungguku" menaikan alis lalu berjalan mendekat
"Menurutmu, sekarang cepat pakai bajumu dan pakai ini" menyerahkan baju kaus dan sarung
"Sarung, untuk apa aku memakai ini kita kan mau makan" menatap bingung sambil memasang bajunya
"Pakailah kita akan sholat dulu pinta kakek" menatap gio
"Baiklah akan ku lakukan" memasang sarung itu lalu membenarkannya
"Mmmm gio ini pecinya aku pasangkan ya" memasangkan peci di kepala gio
"Kau terlihat tampan memakainya, cuupp" mencium pipi gio
"Hey kau ini cium dengan benar jangan cepat begitu" memegang wajahnya
"Tidak mau kau cepatlah keluar ambil air wudhu, kakek sudah menunggu diruangan tengah" berlari keluar pintu kamarnya
__ADS_1
"Haaah yang benar saja skyla" menggeleng tersenyum sambil mengusap pipinya.
Setelah berwudhu ia melayangkan kaki berjalan kearah ruang tengah, terlihat semua orang sudah berkumpul disana lengkap dengan sarung dan mungkena mereka.
"Saya pikir hanya kita berdua kek" bingung
"Mari kita lakukan bersama nak, kau yang jadi imamnya" menepuk pundak gio
"Saya kek" menatap serius
"Yah kau, cepatlah nanti waktu maghrib habis" mendorong tubuh gio ke shaf paling depan
Sholat berjamaah yang khusyuk yang di imami oleh seorang pria muda yang tampan dan ternyata juga bisa melantunkan suara adzan dengan merdu.
"Haaah kau luar biasa mendidik anakmu tuan pratama, pria muda ini bukan hanya hebat masalah bisnis tapi hebat juga masalah akhirat" menepuk pundak gio yang duduk disebelahnya
"Aku hanya berusaha menjadi papa yang baik untuk didunia dan akhirat" tersenyum sambil memasukan makanannya ke mulut
"Itu konsep mendidik yang bagus" mengangguk setuju
Skyla yang melihat kakeknya berbincang santai dimeja makan membuatnya semakin penasaran, apa kekasihnya lulus seleksi yang bahkan skyla bingung seleksi apa yang kakeknya buat untuk gio.
"Ummm kek bolehkan aku bertanya" memegang lengan kakeknya
"Kau pasti penasaran dengan hasil pria ini" menatap gio
"Buahaha kau lihat itu,kau sudah merebut hatinya dariku" menepuk pundak gio
"Dia tidak merebut kek, aku lah yang memberikannya sendiri" tersenyum menatap gio
"Uhukk huk" sontak gio langsung tersedak mendengarnya karna menurut gio skyla jarang sekali membuat kata semanis itu.
"Baiklah angka delapan untuk priamu,apa kau senang" menatap skyla
"Kakek terimakasih tapi kenapa tidak 10 atau 100 sih" wajah manyun
"Kau ini cerewet sekali,kakek akan naikan nanti saat kalian memberikan cicit ahahha" tertawa keras
"Benar sekali omaa juga menunggu cicit hahhaa" menagngguk setuju
Skyla hanya diam dan menunduk malu dengan pipi merahnya lalu melanjutkan makan malam mereka.
Akhinya mereka memutuskan kembali ke rumah utama pak gatot untuk berbincang masalah pernikahan.
"Terimakasih atas jamuan yang luar biasa tuan gatot" mendudukan bokong disofa
__ADS_1
"Tidak usah sungkan, toh kita akan menjadi keluarga" menghela nafas "oh ya nak gio aku belum sempat tadi bicara resmi soal lamaranmu, karna aku sudah menimbang nimbang dan ku rasa kau lulus seleksiku jadi dengan resmi aku menerimamu menjadi calon suami cucuku" tersenyum
"Terimakasih banyak kek atas semua ini saya tidak akan mengecewakan anda" mantap serius
"Ya ku pegang janjimu" mengangguk
"Kalau begitu mari kita tentukan tanggal" ucap oma sambil tersenyum semangat.
Pak gatot terdiam sejenak lalu mulai berbicara lagi.
"Bolehkah kalau acara kalian dilangsungkan tanggal 28 bulan ini,itu tanggal ulang tahun nenek skyla" menatap penuh harapan
"Kakek serius, tapi itu 13 hari lagi dari hari ini bahkan kurang dari dua minggu" kebingungan
"Kakek hanya mengusulkan" raut sedih
"Baiklah kek saya siap, akan secepatnya kami urus semuanya" menjawab tegas
"Yah tenang lah skyla aku akan membantumu" memeluk skyla yang kebingungan
"Kau selalu bisa diandalkan fanisa" memabalas pelukannya
"Ehemm, ya baiklah kita sepakat atau tuan pratama dan nyonya yasmin ada saran lain" menatap oma dan pak pratama
"Tidak lebih cepat lebih baik" oma menjawab langsung
"Yah benar tuan gatot, lebih cepat mereka menikah lebih baik" mengangguk dan tersenyum
"Syukurlah kalau begitu,bagaimana skyla keputusanmu" menatap cucunya lembut
"Apapun yang terbaik kek, akan segera ku hubungi teman wo ku" tersenyum manis
"Yah kalian bisa memakai hotel cabang baru untuk pesta kalian" ucap pak pratama
"Kami belum memikirkannya pa, tapi aku percaya konsep yang dipilih skyla pasti indah" menatap lembut gadis itu
"Yah baiklah, sepertinya kami pamit dulu tuan gatot" berdiri lalu bersalaman
"Ya terimakasih ya gatot sudah menjamu kami" oma tersenyum
"Tentu aku juga berterimakasih pada kalian, sering lah kemari dan kau juga nak" menepuk bahu gio
"Pasti kek" bersalaman lalu berjalan pergi.
"Bye gio,nanti hubungi aku" melambaikan tangan
__ADS_1
Gio hanya mengangguk kecil lalu masuk kedalam mobilnya yang mulai melaju meninggalkan rumah itu.
Bersambung.....