Yes,He is My Husband

Yes,He is My Husband
Eps.64


__ADS_3

Sinar Matahari pagi yang hangat sudah mulai memasuki celah jendela kamar utama villa itu, terlihat pria dengan tubuh kekarnya masih tidur pulas disana dengan posisi telentang.


Seorang pelayan wanita tua mendekat lalu mengetuk pintu kamar itu.


Tokk tokk "permisi tuan" tokkk tokk


"Mmmm, skyla sayang tolong buka pintunya" dengan mata masih tertutup meraba sebelahnya namun tangannya tidak menemukan gadis yang dicarinya disana.


Gio langsung membuka matanya lalu melayangkan kaki nya menuju pintu.


"Ada apa" melihat pelayan yang berdiri disana.


"Maaf tuan saya hanya mau memberi tahu sarapan tuan sudah siap" menunduk sopan


"Ya baiklah" kembali masuk kekamar namun terhenti dan membalikan badannya


"Hey sebentar, apa ada melihat istriku" mengerutkan dahi dengan tatapan penuh tanda tanya


"Nyonya muda sudah bangun dari pagi sekali tuan, nyonya menemukan sepeda digudang belakang, lalu beliau bilang pamit berkeliling"


"Hah kalian membiarkan istriku pergi sendirian, berkeliling apanya, ini hutan bukan komplek perumahan yang bisa dijadikan tempat naik sepeda" raut wajah marah


"Maa maafkan kami tuan, kami akan segera mencarinya" gugup dan takut


"Cepat bantu aku mencarinya dan kalau ada apa apa pada istriku kalian tahu akibatnya" wajah merah frustasi


"Ba baik tuan" berlari cepat menuruni tangga.


Sedangkan gio langsung memasang baju kaosnya yang ada di atas sofa,meraih ponselnya lalu dengan cepat berlari keluar untuk mencari skyla.


Tuuuttt tuuutttt "skyla ku mohon angkat" keluar pintu utama villa


Tuuutt tuuutt tetap tidak ada jawaban dari ponsel istrinya, menambah rasa cemas dihati gio memuncak, ia berlari masuk area hutan untuk mencari istrinya.


****


Skyla yang sedang menikmati sinar matahari pagi yang hangat dengan santai mengayuh sepedanya, suasana hatinya saat ini sangat tenang dan damai.


"Haaah lama sekali aku tidak menikmati naik sepeda, ah kupu kupu yang indah" gumannya sambil terus mengayuh sepedanya.


Skyla masih mengikuti pelan kupu kupu kuning yang menarik menurutnya, saat sedang fokus mengayuh sepedanya terdengar suara dari ban belakang sepeda yang dinaiki skyla.


"Ah apa ini" berhenti lalu memeriksa ban sepedanya "omg bocor, lalu bagaimana aku pulang dengan cepat" melihat sekelilingnya dipenuhi hutan rindang.


"Ponsel,aku harus menelpon gio, mana ponselku astaga aku meninggalkannya di kamar" menepuk dahinya.


"Haaah tidak apa skyla kau hanya harus berjalan, tapi aku lupa jalan pulangnya" mulai merasa takut


"Kenapa aku baru sadar kalau aku jauh masuk kedalam hutan, oke tenang skyla kau pasti bisa" memejamkan matanya lalu membukanya lagi.


Skyla masih terus dan terus berjalan dengan menuntun sepedanya, ia berusaha tenang namun rasa takut dan khawatir masih muncul dihatinya.



Sementara itu gio yang ngosh ngosan berlari masuk ke dalam hutan untuk mencari istrinya dan masih belum bisa menemukannya.


"Skyla jangan sampai kau kenapa kenapa" gumannya khawatir sambil berlari


"Tuan apa sudah ketemu" ucap salah satu seorang pelayan pria


"Belum kau cepat sisir sebelah sana aku akan ambil jalan lurus" teriak gio sambil terus berlari.

__ADS_1


"Siap tuan" berlari cepat


"Haah skyla aku pasti menemukanmu" menghentikan sejenak langkah kakinya dan mengatur nafasnya.


Gio mulai melirik sekitar, ia mencoba memutar mutar tubuhnya untuk memperhatikan area hutan itu, samar samar ia mendengar suara isak tangis namun ia merasa belum yakin dengan apa yang ia dengar, ia melanjutkan berjalan pelan menyisiri kedalam hutan rindang itu.


****


Skyla yang duduk dibawah pohon sambil melihat kakinya yang lecet dan terasa sakit karna tersandung akar pepohanan disana.


"Aaw hiksss hikks" mengusap air matanya sambil memperhatikan kakinya yang merah. "Skyla jangan menangis kau pasti bisa keluar dari sini, hiikss ta tapi rasanya menakutkan berada disini sendiran"


Masih menangis.


Gio yang mulai merasa yakin itu tangisan istrinya, mempercepat langkahnya ke arah suara tangisan itu.


"Skyla apa kau baik baik saja" langsung memeluk istrinya.


"Hon" makin terisak menangis


"Kenapa menangis" menatap wajah istrinya lalu menghapus air matanya


"Maafkan aku, lain kali aku tidak akan sembarangan keluar lagi tanpa memberitahu mu" masih keadaan menangis


"Shuutttt sudahlah tidak papa, apa kau bisa berdiri apa kakimu lelah" melihat ke arah kaki skyla "apa ini kau terluka" mencek lukanya


"Tidak papa hon hanya luka kecil" menahan rasa perih


"Kita pulang,ayo aku akan menggendongmu" mengangkat pelan tubuh istrinya


"Hon sepedanya" menatap gio yang sedang menggendongnya


"Pikirkan dirimu dulu jangan memikirkan benda mati itu, pelayan bisa membawanya" berjalan cepat


Dengan tangan yang sibuk menggendong istrinya,pria itu dengan cepat masuk lalu menaiki tangga villa.


"Hon aku bisa sendiri"


"Diamlah, aku akan mengantarmu kekamar" masuk lalu meletakan istrinya ditempat tidur.


"Kau tunggu disini aku akan meminta pelayan mengambilkan kotak obat" berdiri


"Hon, luka ku bisa sembuh cepat tanpa obat, sini ku bisikkan caranya" tersenyum menarik lengan gio


"Mmm apa" mendekatkan telinganya


"Sebuah pelukan" menatap hangat gio


"Haah kemarilah, kau mau dipelukan" mendekap istrinya kedalam pelukan


"Bagaimana rasanya" melirik skyla


"Sangat nyaman hon, lukaku sudah sembuh" menambah erat pelukannya


"Haah mana bisa sembuh dengan pelukan, sebentar" melepas pelukannya lalu memencet telpon yang ada dikamar itu.


"Bawakan kotak obat kemari" ucap gio lalu menutup ganggang telponnya dan melirik skyla


"Hon, peluk" merentangkan tangannya


"Kemari,aku akan memelukmu lamaaa sekali" memeluk istrinya

__ADS_1


"Aku akan lebih lama lama dan lama lagi haha" menggoda gio


"Aku tidak tahu kau bisa sangat manja haha tapi aku senang kau begini" menciumi kepala istrinya


"Mmmm" sahut skyla yang masih memeluk gio


Pelayan wanita datang dengan nampan yang berisi kotak obat dan air es untuk mengompres kaki nyonya mudanya.


Took tokkk mengetuk pintu yang masih terbuka dan melihat langsung kemesraan tuannya yang sedang memeluk istrinya.


"Permisi,maaf tuan obatnya" berdiri didepan pintu terbuka


Skyla langsung menengok dan melepaskan pelukan gio.


"Ah masuklah taruh diatas meja sini" tersenyum


Pelayan wanita tua itu meletakan nampannya lalu menatap skyla.


"Nyonya maafkan kami,apa nyonya baik baik saja" menunduk takut


"Kau masih bertanya lihatlah" sahut gio dengan nada masih emosi


"Shuuttt" menutup mulut suaminya


"Aku tidak papa dan aku yang harusnya minta maaf merepotkan kalian" tersenyum


"Nyonya sebagai kepala pelayan disini saya mohon maafkan kami dan jangan pecat kami" menatap skyla


"Heii tidak apa tenanglah, tidak akan ada yang memecat kalian" tersenyum "pergilah" memberikan isyarat lewat mata agar pelayan itu keluar.


"Terimakasih nyonya,tuan, saya permisi" menunduk lalu berjalan pergi dan menutup pintu kamar itu.


Haah astaga terimakasih ya tuhan, untunglah istri tuan muda orang yang baik bukan berhati keras juga haaah. Batin pelayan itu sambil menuruni tangga.


Skyla menatap tangannya yang masih dimulut gio, dan pria itu menatapnya dengan tatapan tajam.


"Upps, maaf hon" mengelus pipi gio


"Hey kau berani mengambil keputusan tanpa bertanya padaku ya" memegang tangan skyla


"Ah maaf hon aku hnya tidak ingin mereka terkena masalah atau dipecat gara gara aku, aku yang salah disini" menunduk sedih


"Raut wajah apa ini, haah baiklah aku obati lukamu dulu" meraih nampan lalu mulai membersihkan luka istrinya.


"Kalau sakit gigit saja lenganku" menyodorkan lengannya kebibir skyla


"Tidak sakit hon" menggeleng


"Baiklah sedikit lagi, oke beres" meletakan nampannya keatas meja.


"Aku mau mandi dulu, kau istirahatlah" berdiri meraih remot kontrol lalu menaikan suhu Ac


"Hon sini dulu, aku mau istirahat sambil memelukmu" menepuk tempat tidurnya.


"Aku mandi dulu ya,setelah mandi" mengelus rambut istrinya


"No, sekarang ayo berbaring" menarik gio ketempat tidurnya lalu memeluk pria itu dari belakang. "Hmmm tenang" guman skyla


"Aku akan selalu membuatmu tenang" mencium lengan istrinya.


Karna kau segalanya untukku skyla , kupastikan tidak akan ada yang bisa menyakitumu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2